Feature

Rayakan Ramadan dengan Literasi! RBC UMM Hadirkan Ngabuburead yang Lebih Inklusif

34
×

Rayakan Ramadan dengan Literasi! RBC UMM Hadirkan Ngabuburead yang Lebih Inklusif

Sebarkan artikel ini
RBC Institute A. Malik Fadjar Universitas UMM di Alun-Alun Kota Malang (Foto Humas UMM)

Rayakan Ramadan dengan cara berbeda! Ngabuburead RBC UMM hadirkan lapak baca gratis, diskusi kopi, hingga kelas bahasa isyarat. Sebuah ruang inklusif untuk berbagi ilmu dan kebersamaan.

Tagar.co – Menghidupkan semangat literasi di bulan Ramadan, RBC Institute A. Malik Fadjar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar agenda tahunan Ngabuburead.

Tahun ini, acara tersebut hadir dengan tema Ramadan Inklusif, menghadirkan ruang baca terbuka bagi masyarakat sekaligus berbagai kegiatan interaktif yang mendorong inklusivitas. Selama sepekan penuh, 6-12 Maret 2025, Alun-Alun Kota Malang menjadi pusat literasi yang dapat diakses gratis oleh siapa saja.

Tak sekadar menyediakan lapak baca, Ngabuburead tahun ini menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang memperkaya pengalaman Ramadan bagi semua kalangan. Pengunjung bisa menikmati buku sambil mengikuti fun games interaktif atau berbincang santai dalam diskusi kopi bersama barista RBC Smart Coffee. Dalam sesi ini, peserta akan diajak memahami seni meracik kopi yang nikmat dalam suasana menjelang berbuka puasa.

Puncak acara berlangsung pada 10-12 Maret 2025 dengan menghadirkan kelas bahasa isyarat gratis. Bekerja sama dengan Akar Tuli Malang, salah satu komunitas Tuli terbesar di Kota Malang, kelas ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal dan memahami bahasa isyarat. Inisiatif ini menjadi langkah kecil namun berarti dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga:  UMM Buka Jalur Beasiswa Khusus Aktivis OSIS/MPK/IPM

Ngabuburead bukan sekadar ajang membaca, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan yang merangkul semua kalangan, termasuk teman-teman dari komunitas Tuli. Melalui literasi dan bahasa isyarat, kami ingin menghadirkan semangat Ramadan yang lebih inklusif,” ungkap Direktur Eksekutif RBC Institute, Subhan Setowara, dikutip dari siaran pers Humas UMM yang idterima Tagar.co, Kamis (13/3/25) sore.

Antusiasme peserta begitu tinggi, terutama terhadap kelas bahasa isyarat. Banyak di antara mereka yang berharap pelatihan serupa dapat digelar secara rutin di berbagai lokasi agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

Dengan semangat berbagi ilmu dan kebersamaan, Ngabuburead diharapkan menjadi ruang refleksi dan interaksi yang lebih luas di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana Ramadan dapat dinikmati dengan cara yang lebih bermakna dan inklusif. (*)

Penyunting Mohammad Nurfatoni