Feature

Wejangan para Kiai Al-Fattah: Bekal Santri Berdakwah di Pelosok Negeri

39
×

Wejangan para Kiai Al-Fattah: Bekal Santri Berdakwah di Pelosok Negeri

Sebarkan artikel ini
Kerendahan hati, ketaatan, dan dakwah dengan amal menjadi pesan utama para kiai Al-Fattah. Dengan wejangan mendalam, 103 santri siap mengemban amanah, menebar kebaikan di berbagai penjuru Nusantara, menjadi duta yang santun dan berakhlak mulia.
K.H. Moh. Fauzan, Lc., M.Pd., menyampaikan sambutan di pelepasan PDL 2025 (Tagar.co/Istimewa)

Kerendahan hati, ketaatan, dan dakwah dengan amal menjadi pesan utama para kiai Al-Fattah. Dengan wejangan mendalam, 103 santri siap mengemban amanah, menebar kebaikan di berbagai penjuru Nusantara, menjadi duta yang santun dan berakhlak mulia.

Tagar.co – Suasana khidmat menyelimuti seremonial pelepasan Praktik Dakwah Lapangan (PDL) santri SMP dan SMA Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo, Jawa Tomur, Rabu (26/2/2025).

Berturut-turut, para pengasuh pondok, KH. Moh. Fauzan, Lc., M.Pd.; Drs. KH. Ainun Rofik, M.Pd.; dan K.H. Muhatorom, menyampaikan sambutan yang penuh makna, mengiringi keberangkatan 103 santri menuju berbagai daerah untuk berdakwah selama 20 hari, mulai 1 hingga 20 Maret 2025.

Baca juga: Santri Al-Fattah Siap Berdakwah ke Berbagai Daerah: Belajar Langsung di Tengah Masyarakat

Moh. Fauzan dalam sambutannya, menjelaskan pentingnya dakwah lisan dan amal. Dakwah lisan dapat dilakukan melalui khotbah, ceramah, dan lain-lain, sedangkan dakwah amal melalui perbuatan baik seperti mengatur kebersihan masjid dan mengatur muhadarah.

Dia juga menyampaikan indikator keberhasilan PDL: kemampuan berbicara yang baik, adanya permintaan dari masjid-masjid, kemampuan menjawab tantangan masyarakat, dan kemampuan mengendalikan diri saat tampil di depan umum.

Baca Juga:  SD Muhammadiyah 4 Zamzam Gelar Ramadan Ceria di Ponpes Al-Fattah
K.H. Ainun Rofik, M.Pd., menyampaikan wejangan di pelepasan PDL 2025 (Tagar.co/Istimea)

K.H. Ainun Rofik menyampaikan pentingnya kerendahan hati dan mengingatkan santri untuk tidak sombong. Kesombongan dapat menjauhkan diri dari Allah Swt dan menghalangi penerimaan kebenaran.

Dia juga berpesan agar santri bersyukur dan memberikan yang terbaik, serta menyampaikan salam dari pengasuh kepada masyarakat di lokasi PDL. Bagi santri yang belum berkesempatan ikut tahun ini, beliau mendorong mereka untuk menjadikan ini sebagai target tahun depan.

K.H. Muhtorom, dalam sambutan terakhir, mengingatkan santri akan pesan Rasulullah Saw. tentang pentingnya ketaatan kepada imam, baik imam salat, imam organisasi, maupun guru. Beliau juga meneladani akhlak Rasulullah Saw. yang tidak membalas dendam kepada tetangga yang membencinya.

“Semoga santri menjadi duta yang baik, mewakili Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo,” doa K.H. Muhatorom, sekaligus menutup rangkaian sambutan.

K.H. Muhtarom  menyampaikan wejangan di pelepasan PDL 2025 sekaligus menutup dengan doa (Tagar.co/Istimewa)

PDL kali ini diikuti oleh 103 santri dari tingkat SMP dan SMA, yang akan ditempatkan di berbagai wilayah, mulai dari Jawa hingga Nusa Tenggara. Beberapa lokasi dipilih berdasarkan permintaan alumni, menunjukkan apresiasi masyarakat terhadap kualitas dakwah santri Al-Fattah.

Baca Juga:  Ponpes Al-Fattah Jadi Tuan Rumah Ramadan Ceria SD Muhammadiyah 3 Surabaya

Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dakwah nyata kepada santri, meningkatkan keterampilan komunikasi mereka, dan memperdalam pemahaman mereka tentang dinamika masyarakat. Selain itu, PDL juga menjadi wadah bagi santri untuk mempraktikkan “amar makruf nahi mungkar” dengan cara yang santun dan penuh hikmah.

Seremonial pelepasan PDL ini diharapkan menjadi momentum bagi santri untuk mengembangkan kemampuan berdakwah, menjadi duta yang baik bagi pondok pesantren, serta melahirkan dai-dai yang andal. (#)

Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni