Feature

Mahasiswa HI UMM Jadi Delegasi Youth Diplomacy Forum 2025

37
×

Mahasiswa HI UMM Jadi Delegasi Youth Diplomacy Forum 2025

Sebarkan artikel ini
Peserta Youth Diplomacy Forum 2025

Dua mahasiswa HI UMM, Romil Sahab Putra dan Infitahul Khoir, terpilih sebagai delegasi Youth Diplomacy Forum 2025, forum internasional yang membahas peran pemuda dalam diplomasi dan dialog lintas agama.

Tagar.co – Dua mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Romil Sahab Putra dan Infitahul Khoir, terpilih sebagai delegasi dalam Youth Diplomacy Forum 2025. Acara yang berlangsung 14 Januari 2025 ini diselenggarakan oleh Organisation of Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia bersama Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF) di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Dalam forum bergengsi ini, hadir berbagai tokoh penting dari dunia diplomasi dan politik Islam. Presiden Islamic Youth Forum dan Dewan Pembina OIC, Ahmad Fauzan, turut serta dalam agenda ini. Forum juga dihadiri oleh sejumlah duta besar dari negara-negara anggota OIC, seperti H.E. Talip Küçükcan dari Republik Turki, H.E. Zuhair Al-Shun dari Palestina, H.E. Abdelouahab Osane dari Aljazair, dan H.E. Yassir Mohamed Ali Mohamed dari Sudan.

Baca juga: Lutfitunnada Purwaningrum, Lulusan UMM yang Menembus Dunia Politik di Usia Muda

Baca Juga:  Inovasi NutriTrack MBG, Mahasiswa UMM Sabet Tiga Penghargaan Internasional

Romil menjelaskan bahwa forum ini diikuti oleh 67 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, serta delegasi dari negara-negara anggota OIC. Dengan tema The OIC’s Responsibility Through Youth Role in Promoting Interfaith Dialogue, para peserta mendiskusikan pentingnya dialog lintas agama sebagai instrumen utama dalam membangun perdamaian global. Mereka berpartisipasi dalam berbagai diskusi dan debat yang memperkaya pemahaman mereka tentang misi diplomatik OIC.

Romil Sahab Putra dan Infitahul Khoir (kedua dan ketiga dari kiri) bersama Presiden Islamic Youth Forum dan Dewan Pembina OIC, Ahmad Fauzan

Salah satu kegiatan utama dalam forum ini adalah Model OIC (MOIC), yaitu simulasi diplomasi yang meniru dinamika pertemuan resmi OIC. Dalam sesi ini, para peserta berperan sebagai delegasi negara-negara anggota OIC dan mendiskusikan isu-isu strategis, seperti perdamaian dunia, dialog lintas agama, pendidikan, dan pembangunan ekonomi.

Simulasi ini bertujuan untuk memperkenalkan generasi muda pada mekanisme kerja Organisasi Kerjasama Islam (OKI/OIC) serta membangun kesadaran mereka akan tantangan global di dunia Islam.

Forum ini menekankan pentingnya peran strategis pemuda dalam mendorong dialog lintas agama demi menciptakan harmoni global. Para peserta juga mendapatkan pelatihan keterampilan diplomasi yang dapat mereka terapkan dalam menghadapi tantangan global di masa depan. Romil menegaskan bahwa anak muda memiliki tanggung jawab besar dalam diplomasi internasional, termasuk dalam organisasi Islam dunia.

Baca Juga:  Kenangan bersama Mas Mirdasy, Kematian Hadiah bagi Orang Beriman

Ia berharap bahwa partisipasi dalam forum ini dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan negara-negara anggota OIC, serta memberikan dampak positif bagi perdamaian dan kesejahteraan umat Islam secara global.

“Semoga keikutsertaan kami dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berperan aktif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Ini juga menjadi wadah bagi kami untuk menerapkan ilmu yang telah kami dapatkan dari UMM,” ujarnya dikutip dari siaran pers Humas UMM yang diterima Tagar.co., Senin (17/2/25) (*)

Penyunting Mohammad Nurfatoni