Feature

Rapat Pleno PCA Krian: Penguatan Ideologi dan Komitmen Dakwah Aisyiyah

31
×

Rapat Pleno PCA Krian: Penguatan Ideologi dan Komitmen Dakwah Aisyiyah

Sebarkan artikel ini
Burhanuddin dalam sesi materi penguatan ideologi muhammadiyah di Rapat Pleno PCA Krian, Ahad (16/2/2025). (Tagar.co/Aniwati)

Rapat Pleno PCA Krian menjadi ajang penguatan ideologi Muhammadiyah dan konsolidasi kader. Acara ini juga diwarnai dengan pembagian Buku PHI sebagai pedoman dalam menjalankan dakwah dan amal usaha.

Tagar.co – Ahad, 16 Februari 2025, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Krian menggelar Rapat Pleno di ruang LSP SMK Pemuda Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB dihadiri oleh seluruh jajaran PCA Krian serta perwakilan ranting Aisyiyah se-Kecamatan Krian. Rapat ini menjadi ajang evaluasi program kerja serta penguatan ideologi Muhammadiyah bagi seluruh kader.

Baca juga: Menuju Aisyiyah Krian yang Lebih Solid

Acara dibuka oleh Ketua PCA Krian, Siti Nur Qalbi, S.I.Kom., yang menekankan pentingnya rapat pleno sebagai forum konsolidasi organisasi. Dalam sesi awal, peserta diajak untuk mengkaji surah Ali Imran 104: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Peserta aktif berdiskusi mengenai relevansi ayat tersebut dalam konteks gerakan dakwah Muhammadiyah sebagai penggerak amar makruf nahi mungkar. Sesi ini dipandu oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Burhanuddin, S.Th.I., M.Pd., yang kemudian menyerahkan Buku Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHI) sebagai panduan dalam menjalankan kehidupan Islami.

Baca Juga:  Takmir Masjid Baiturrahman Ingatkan Pentingnya Kesiapan Spiritual Menyambut Ramadan
Sekretaris PDM Sidoarjo, Burhanuddin pada sesi tanya jawab materi Penguatan Ideologi Muhammadiyah dalam Rapat Pleno PCA Krian, Ahad (16/2/2025). (Tagar.co/Aniwati)

Menguatkan Ideologi Muhammadiyah

Materi utama dalam rapat pleno ini adalah Penguatan Ideologi Muhammadiyah yang dipaparkan oleh Burhanuddin. Dia menekankan bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunah. Ideologi ini menjadi landasan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak bagi seluruh warga Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah dan amal usaha.

Selain itu, Burhanuddin juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki peran penting dalam kehidupan umat, baik sebagai gerakan dakwah yang mengajak pada kebajikan, gerakan tajdid (pembaruan) yang bertujuan membersihkan Islam dari bid’ah, takhayul, dan khurafat, serta sebagai gerakan sosial yang aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan umat.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa komitmen dalam bermuhammadiyah harus diwujudkan oleh setiap anggota Aisyiyah dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen ini dapat tercermin dalam berbagai bentuk pengabdian, baik di sektor pendidikan, sosial, maupun ekonomi.

Lebih lanjut, Burhanuddin juga menyoroti pentingnya spirit bermuhammadiyah, yaitu memiliki ketulusan dalam berjuang tanpa mencari keuntungan pribadi, selalu berinovasi dan memberikan kontribusi bagi umat, serta menjalankan nilai-nilai Islam dengan istiqamah dan dedikasi.

Baca Juga:  Hikmah Ramadan: Perkuat Koneksi dengan Al-Qur’an

Sebagai bagian dari pembinaan, Burhanuddin juga membagikan tujuh buku PHI kepada tujuh ranting Aisyiyah di Kecamatan Krian. Buku ini diharapkan menjadi panduan dalam mengamalkan prinsip Muhammadiyah.

Harapan ke Depan

Siti Nur Qalbi mengatakan rapat pleno ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah serta meningkatkan semangat kader Aisyiyah dalam berdakwah. Dengan sesi penguatan ideologi dan distribusi buku PHI, seluruh anggota diharapkan semakin mantap dalam mengamalkan ajaran Islam sesuai nilai-nilai Muhammadiyah.

Acara sesi ini ditutup dengan doa bersama, mengiringi harapan agar Aisyiyah Krian semakin maju dan mampu berkontribusi lebih luas bagi masyarakat. (#)

Jurnalis Aniwati Penyunting Mohammad Nurfatoni