Feature

Meresmikan Pusat Sumber Belajar Berbasis Teknologi UMM, Mendikdasmen: Peran Aktif Guru Tak Tergantikan

29
×

Meresmikan Pusat Sumber Belajar Berbasis Teknologi UMM, Mendikdasmen: Peran Aktif Guru Tak Tergantikan

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu’ti di PSB Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi FIKIP UMM

Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan Pusat Sumber Belajar Berbasisi Teknologi Informasi dan Komunikasi di UMM. Dia memperingatkan pentingnya peran guru dalam era digital dan mengajak peningkatan kapasitas SDM pendidikan.

Tagar.co – Pusat Sumber Belajar (PSB) Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FIKIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), diersmikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti Jumat (7/2/25).

PSB hadir sebagai inovasi untuk mendukung pengembangan pendidikan, dengan fasilitas multimedia interaktif yang memungkinkan mahasiswa mengasah keterampilan mengajar melalui simulasi dan praktik langsung. Harapannya, mahasiswa dapat menghasilkan ide kreatif menjadi media pembelajaran yang inovatif.

Baca juga: Saat Mendikdasmen Abdul Mu’ti Senam bersama Siswa SD di Tablig Akbar UMM

Dalam acara tersebut, Menteri Mu’ti menggarisbawahi pentingnya digitalisasi dalam dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa transformasi digital sudah menjadi keniscayaan. “Kita sedang berada big data dictatorship, jika tidak menguasai data maka kita akan ketinggalan. Banyak hal yang kita pelajari tidak lagi relevan karena dunia berubah dengan sangat cepat. Sehingga tidak mungkin kita memisahkan digitalisasi dengan pekerjaan kita,” ujarnya.

Mu’ti juga menekankan bahwa di era yang bergerak cepat ini, kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi sangat penting, terutama bagi para pengajar. “Karena itu guru harus meningkat keahliannya, tidak bisa guru seperti yang dulu. Empat kompetensi guru seperti kompetensi akademik, sosial, pedagogik, dan moral menurut saya harus ditambah, tidak sekadar kemampuan untuk bagaimana mengajarkan pokok bahasan, tapi juga bagaimana bisa menguasai berbagai macam strategi,” tegasnya.

Baca Juga:  Manhaj Muhammadiyah: Berakar pada Tauhid Murni, Berbuah Amal Saleh

Lebih lanjut, Menteri Mu’ti menyoroti pentingnya guru dalam menciptakan media pembelajaran yang interaktif. Ia mengatakan media pembelajaran terbaik adalah yang dibuat oleh guru sendiri. “Media pembelajaran yang baik adalah media yang dibuat sendiri oleh guru dan merupakan media pembelajaran yang aktual dan interaktif sehingga memungkinkan guru untuk bisa berinteraksi dengan murid secara nyata,” paparnya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima Tagar.co, Sabtu (8/2/2) petang.

Namun, terlepas dari kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan, Mu’ti menekankan peran aktif guru tetap tidak bisa tergantikan. Guru, menurutnya, bukan hanya sebagai fasilitator, tapi juga sebagai mentor yang membantu proses belajar.

“Jika di dalam suatu pembelajaran berbasis teknologi tidak ada kegiatan yang bisa meringkas kegiatan yang telah dipelajari dan hanya mengikuti saja dari layar, tentu hasil belajarnya tidak akan efektif,” tambahnya.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menuliskan quotes dalam PSB Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi FIKIP UMM

Menteri Mu’ti juga menyentuh aspek psikologis dalam pendidikan, dengan menyatakan kedekatan personal antara guru dan murid merupakan nilai yang tidak bisa digantikan teknologi. “Guru harus bisa menjadi teman bagi muridnya, menjadi orang tua, menjadi pembantu muridnya, tapi yang paling penting, guru bisa menjadi pembimbing bagi muridnya, menjadi teman dalam suka dan duka, itu adalah fungsi guru yang tidak bisa diganti oleh teknologi,” tegasnya.

Baca Juga:  Aisyiyah Jatim Ajak Umat Hadirkan Islam yang Kontekstual

Sebagai bagian dari upaya untuk menyiapkan pendidikan masa depan, Mu’ti menekankan pentingnya transformasi ilmu yang mendalam. “Proses transformasi ilmu, skill, dan nilai, itulah tugas guru, karena transformasi itu maka yang diberikan a bisa jadi keluarnya a, b, dan c. Sehingga yang diajarkan itu walaupun sedikit, tapi bermakna dan dapat diaplikasikan dalam konteks yang sangat luas,” jelasnya. Ia juga memaparkan tentang metode deep learning yang memfokuskan pada penerapan ilmu secara transformatif, bukan sekadar menghafal materi.

Menteri Mu’ti juga berbicara mengenai langkah-langkah Kemendikdasmen untuk mendukung perkembangan teknologi di bidang pendidikan. Beberapa inisiatif yang sudah dilaksanakan antara lain penerapan mata pelajaran coding dan artificial intelligence di sekolah, serta pelatihan bagi guru. Selain itu, terdapat penambahan dua materi baru dalam pelatihan Pendidikan Profesi Guru, yaitu bimbingan konseling dan pendidikan nilai, yang dimulai pada November 2024.

Di akhir sambutannya, Menteri Mu’ti memberikan pesan berharga kepada mahasiswa FIKIP yang akan menjadi calon guru masa depan. “Menggunakan teknologi canggih tetapi minus karakter akan melahirkan penjahat cerdas, inilah bahayanya teknologi digital tanpa karakter, tanpa etika, dan tanpa moralitas. Sehingga penggunaan PSB ini sangat penting, tapi pastikan isinya yang mendukung pembelajaran. Penguasaan teknologi digital penting tapi kesalehan digital itu juga tidak kalah penting,” ujarnya.

Baca Juga:  Inspirasi Isra Mikraj: Salat sebagai Kompas Kesadaran

Rektor UMM, Nazaruddin Malik, juga menyambut baik kehadiran Menteri Mu’ti dan mengungkapkan harapannya agar fasilitas baru ini dapat meningkatkan semangat para guru untuk terus belajar dan memberi dampak positif. “Kita berharap semua jika ada infrastruktur atau fasilitas baru, yang paling penting adalah bagaimana kita membangun energi kita untuk mendayagunakan sebaik-baiknya dan meresapi proses pembelajarannya sehingga bisa mendistribusikan kebahagiaan bagi kita semua dalam menuntut ilmu,” ujarnya.

Sebagai simbol peresmian, Menteri Mu’ti menekan tombol di ruang virtual, disusul dengan penandatanganan prasasti Pusat Sumber Belajar oleh Mendikdasmen, didampingi oleh Rektor UMM, Nazaruddin Malik.

Dengan hadirnya PSB, Kemendikdasmen berharap dapat mendukung pengembangan pendidikan berbasis teknologi yang relevan dan berkualitas, sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. (#)