Feature

Peserta Preschool Mugeb School Mendadak Jadi Koki

37
×

Peserta Preschool Mugeb School Mendadak Jadi Koki

Sebarkan artikel ini

 

Peserta preschool Mugeb School tiba-tiba jadi koki cilik. Di dalam ruang kelas, dengan tangan kanan terselubungi sarung tangan plastik, mereka bikin jajanan yang enak: bola-bola cokelat.  
Salah satu kelompok di kelas I Elbrust kompak bikin bola-bola cokelat. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Peserta preschool Mugeb School tiba-tiba jadi koki cilik. Di dalam ruang kelas, dengan tangan kanan terselubungi sarung tangan plastik, mereka bikin jajanan yang enak: bola-bola cokelat.

Tagar.co – Jumat sore biasanya ruang kelas I di SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) sudah sepi. Hanya tampak siswa yang mengikuti ekstrakurikuler saja.

Jumat di ujung Januari (31/1/2025) berbeda. Para calon siswa Mugeb School berdatangan. Ini pertemuan kedua usai pembukaan pada Jumat (17/1/2024). Sementara para orangtua duduk santai menunggu buah hatinya di depan kelas.

Kali ini, anak-anak yang masih duduk di TK B itu mendadak jadi koki. Mereka belajar membuat bola-bola coklat. Mayoritas di antaranya mengakui ini pengalaman perdana bikin camilan sendiri. Anak-anak di lima kelas serentak memulai bersamaan.

Guru pendamping Preschool di kelas I Fuji, Erni Mafrufloh, S.Pd.I., awalnya menjelaskan alat dan bahan yang perlu mereka gunakan untuk membuat bola-bola cokelat. Tim preschool sudah menyiapkan semuanya.

“Nah, anak-anak, kita siapkan terlebih dahulu bahan-bahan untuk membuat bola-bola cokelat,” ujarnya sambil menunjuk bahan yang ada di meja guru. Ada bubuk Oreo, susu kental manis, dan sprinkle warna-warni sebagai taburan.

Baca Juga:  Seleksi Santri Baru Dibuka, SPEAM Pasuruan Mencetak Santri Mandiri

Sebelum mulai bikin bola-bola cokelat, Erni membagi jadi enam kelompok. Ia bersama timnya juga menyiapkan wadah berupa mangkuk. Sarung tangan plastik dan mika plastik pun siap mereka bagikan pada setiap kelompok.

Petualangan Memasak

Petualangan memasak dimulai. Pertama, mereka memasukkan tangan kanan ke sarung tangan plastik.

Sementara Erni menuangkan bubuk oreo ke mangkuk. Kemudian, peserta menghaluskan butiran yang masih menyerupai kerikil.

“Ayo haluskan lagi ya agar lebih mudah nantinya saat membentuk bola-bola,” ujar Erni sambil mempraktikkan ke masing-masing kelompok secara bergantian.

Setelah halus, mereka menuangkan susu kental manis ke dalam mangkuk. Lalu mengaduknya secara merata.

“Mengaduknya pelan-pelan ya anak-anak,” kata Erni. Setelah tercampur rata barulah mereka lanjut membentuknya seperti bola-bola.

Kelompok tercepat di kelas I Elbrust yang menyelesaikan tantangan membuat bola-bola cokelat. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Peserta Antusias

Di kelas I Elbrust, Alma Binar Everesta Nurdi dan keempat teman di kelompoknya mengaduk dengan antusias. “Us, butirannya tumpah,” celetuk Binar, sapaannya.

Sayyidah Nuriyah, S.Psi yang berada di dekatnya langsung membimbingnya untuk menghaluskan secara pelan-pelan. “Butiran yang di pinggir piring ini dimasukkan pelan-pelan agar tidak tumpah,” tuturnya sambil tersenyum. Binar mengikuti arahannya.

Baca Juga:  Sinergi Mahasiswa Stikes Maboro dengan Puskesmas: Ibu PKK Bisa Cek Kesehatan Gratis

Berselang beberapa detik, mereka kembali semangat menghaluskan. Tangan mungil mereka kompak masuk di mangkuk yang sama. Binar lagi-lagi menunjuk remahan biskuit yang tercecer. “Wah ada yang tumpah lagi,” ujarnya sedih.

“Tidak apa-apa, nanti kita bersihkan ya,” ujar Sayyidah menghibur.

Di kelompok lain, Aminatul Fanniyah yang akrab disapa Meina bertanya sambil tangannya sibuk membulatkan adonan. “Ini dibawa pulang, Us?” Wajahnya semakin berseri-seri saat mengetahui jajan bikinannya boleh dibawa pulang.

Sementara itu, suara melengking bernuansa sedih kembali terdengar dari Binar. “Wah, sudah habis,” ujarnya ketika melihat adonan kelompoknya habis. Sedangkan ia baru mengisi mikanya dengan dua bola cokelat.

Melihat ketersediaan bahan masih ada, Rizka Navilah Safitri, S.Pd sebagai wali kelas tersebut membolehkan mereka membuat lagi. “Kita pastikan semua anak mendapatkan bola-bola cokelat,” terangnya.

Alhasil, di menit-menit terakhir, kelompok ini membuat adonan lagi. Meski jumlahnya tak sebanyak yang awal. Setidaknya cukup untuk mereka menggenapi bola-bola cokelat di mika yang akan mereka bawa pulang.

Baca Juga:  Hindari Jebakan dan Perpecahan, Internalisasi Nilai Jadi Kunci Jaga Keutuhan Muhammadiyah

Terakhir, peserta bisa menaburkan sprinkle di atas bola-bola cokelat. Semangat peserta Preschool saat membuat bola-bola cokelat bikin suasana kelas semakin seru. (#)

Jurnalis Ilmi Zahrotin Faidzullah Al Hamidy Penyunting Sayyidah Nuriyah