Feature

Serikat Usaha Muhammadiyah Terbuka untuk Pengusaha Nonmuslim

58
×

Serikat Usaha Muhammadiyah Terbuka untuk Pengusaha Nonmuslim

Sebarkan artikel ini
Menuju 30 ribu anggota, Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu) merekrut koordinator daerah (Korda) di kota dan kabupaten seluruh Indonesia. 
Kopdar Nasional Serikat Usaha Muhammadiyah. (Tagar.co/Istimewa)

Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu) terbuka untuk pengusaha nonmuslim. Kini, menuju 30 ribu anggota, Sumu merekrut koordinator daerah (Korda) di kota dan kabupaten seluruh Indonesia.

Tagar.co – Pengusaha yang tergabung di Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu) menghadiri Kopdar Nasional Pengusaha, Jumat (24/1/25). Mereka berasal dari kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Di SM Tower and Convention Yogyakarta, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. menyampaikan apresiasi terhadap Sumu.

“Saya apresiasi langkah dan berdirinya Serikat Usaha Muhammadiyah. Saya percaya Sumu ini akan terus bisa mengonsolidasikan potensi para pengusaha Muhammadiyah, lebih-lebih mereka yang muda,” kata Prof. Haedar.

Dengan semangat sedikit bicara-banyak bekerja dan berkarya, Prof. Haedar percaya Sumu terus menggerakkan potensi para pengusaha untuk melahirkan gerakan usaha Muhammadiyah yang produktif di seluruh tanah air. “Dengan etos yang tinggi, semangat kemandirian, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga mendoakan, “Semoga dimudahkan jalannya oleh Allah Swt.”

Rekrut Korda

Dalam Kopdar Nasional itu, Sekretaris Jenderal Sumu, Ghufron Mustaqim, mengumumkan Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu) rekrut koordinator daerah (korda) di kota dan kabupaten seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Quran Time, Cara Spemdalas Menghidupkan Pagi dengan Al-Quran

“Untuk memperkuat jaringan menuju 30 ribu anggota. Korda mengemban tugas untuk konsolidasi dan menjahit kekuatan dari para pengusaha daerah yang saat ini masih berjuang sendiri-sendiri. Minim akses, minim dukungan, dan minim modal,” lanjutnya.

Ghufron juga menjelaskan tugas utama para Korda. Yakni menggelar kegiatan tatap muka sebulan sekali dengan anggota di daerah. Selain itu, memperbanyak basis anggota agar potensi sinergi semakin kuat.

“Untuk menjadi anggota Sumu, tidak harus berlatar belakang Muhammadiyah! Pengusaha non Muhammadiyah pun silakan bergabung,” tuturnya.

Bahkan, kata Ghufron, terbuka juga untuk pengusaha non-Muslim. “Sesuai spirit dakwah yang sifatnya merangkul dan agar Sumu menjadi rahmatanlilalamin,” ucapnya (24/1/25).

Untuk mendaftar jadi Korda Sumu, bisa melalui tautan yang tersedia.

Pengabdian Masyarakat

Mengapa jadi Korda Sumu sangat cocok sebagai ikhtiar pengabdian masyarakat sekaligus memajukan bisnis pribadi? Ghufron menyebutkan tiga alasan.

Pertama, kondisi di lapangan yang memerlukan konsolidasi pengusaha pada level daerah. “Banjir PHK, anjloknya daya beli, dan lemahnya daya saing UMKM membutuhkan persatuan pengusaha agar mampu memberikan dukungan satu sama lain,” ungkapnya.

Baca Juga:  Guru Spemdalas Belajar Menulis Opini Berasa Sastra

Kedua, untuk menjadi koordinator atau ketua daerah di organisasi pengusaha lain, biayanya terlalu tinggi. Bisa menelan ratusan juta atau miliaran rupiah. Dengan menjadi Korda Sumu, Korda mendapat “privilege” yang sama.

Misal, berjejaring dengan pengusaha senior, audiensi ke pejabat pemerintah, dan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Di samping itu, dengan salah satu nilai yang Sumu anut berupa “Tangan di atas” seluruh biaya kegiatan di daerah mendapat sokongan bersama dari para anggota. Dengan kata lain, Korda Sumu tak menanggung sendirian.

Ketiga, pengusaha yang menjadi Korda Sumu akan masuk lingkaran satu Sumu Pusat yang berhak atas berbagai privilege. Di antaranya mendapat informasi berharga lebih awal, prioritas mendapatkan proyek bisnis, dan silaturahmi ke pengusaha nasional senior. Juga diskon atau gratis biaya mengikuti kegiatan-kegiatan eksklusif Sumu. (#)

Penyunting Sayyidah Nuriyah