
Momen yang ditunggu-tunggu pun tiba. Bunga kertas berpindah tangan, pelukan hangat terjalin erat. Tangis bahagia pecah, membasahi pipi ibu dan anak. Di pelukan itu, cinta bersemayam, kasih sayang tercurah.
Tagar.co – Ruangan Masjid Baiturrohman, kompleks SD Muhammadiyah 1 Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, bergema oleh suara-suara mungil yang menyanyikan lagu cinta.
Tangan-tangan kecil menggenggam setangkai bunga kertas, dan mata-mata bening berbinar penuh kasih.
Di sana, di antara tawa dan haru, terjalin sebuah kisah-kasih sayang antara ibu dan anak, yang terangkai indah dalam peringatan Hari Ibu yang digelar oleh TK Aisyiyah Krian, Sabtu, 21 Desember 2024.
Lebih dari sekadar perayaan, acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini adalah sebuah simfoni cinta. Sekitar 100 pasang mata, terdiri dari wali murid, guru, karyawan, dan perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Krian, menjadi saksi bisu dari momen-momen penuh haru yang tercipta.
Puncak keharuan terjadi saat para siswa-siswi TK Aisyiyah Krian, dengan seragam yang rapi dan senyum yang mengembang, mempersembahkan lagu Ibu, sebuah melodi cinta yang penuh penghayatan.
Setiap bait yang dinyanyikan, seolah mengantarkan pesan cinta yang tulus dari hati mereka yang terdalam. Suara mereka yang polos dan merdu, berpadu harmonis, menciptakan melodi indah yang menyentuh relung jiwa, menggetarkan hati setiap orang yang mendengarnya.
Dalam genggaman tangan mungil mereka, tersemat setangkai bunga kertas, bukan sekadar hiasan, tetapi simbol cinta dan terima kasih yang mendalam.
Di balik kelopak kertas itu, tertulis ungkapan-ungkapan sederhana namun sarat makna, hasil karya tangan-tangan kecil mereka sendiri.
Ungkapan terima kasih atas kasih sayang tak terhingga, pengorbanan tanpa pamrih, dan cinta yang tak pernah pudar, yang selama ini telah dicurahkan oleh para ibu.
Sebuah persembahan tulus untuk perempuan-perempuan hebat yang telah berjuang membesarkan mereka dengan penuh cinta.
Usai melodi cinta dinyanyikan, ruangan yang tadinya dipenuhi melodi indah, seketika berubah menjadi lautan haru. Para siswa, dengan langkah-langkah kecil yang penuh semangat, berlarian mencari sosok ibu di antara kerumunan.
Momen yang ditunggu-tunggu pun tiba. Bunga kertas berpindah tangan, pelukan hangat terjalin erat. Tangis bahagia pecah, membasahi pipi ibu dan anak. Di pelukan itu, cinta bersemayam, kasih sayang tercurah.
Sebuah pemandangan yang menghangatkan hati, menyiratkan betapa besar dan tulusnya cinta seorang ibu dan anaknya.
Parenting dan Penguatan Peran Keluarga
Namun, acara ini tak hanya berhenti pada perayaan emosional. TK Aisyiyah Krian juga menyisipkan sesi parenting yang edukatif, sebagai wujud komitmen mereka dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Sesi ini menjadi ruang bagi para orang tua untuk menggali ilmu dan memperkuat peran mereka dalam keluarga.
Baca juga: Mendidik Anak dengan Keteladanan dan Cinta
Ghozali Rusydi Affandi, S. PSI.,M.A., seorang psikolog yang berpengalaman, hadir sebagai narasumber. Dengan lugas dan menarik, dia menyampaikan materi tentang pentingnya peran keluarga dalam mendukung perkembangan anak.
Ilmu yang dibagikan diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para orang tua dalam mendampingi putra-putri mereka melewati setiap fase kehidupan.
Menghargai Peran Ibu
Sri Redjeki Marganingsih, Kepala TK Aisyiyah Krian, mengungkapkan kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah upaya nyata untuk menanamkan nilai-nilai luhur pada anak didik mereka.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak belajar untuk menghargai peran ibu dalam kehidupan mereka. Kami ingin mereka merasakan dan mengungkapkan rasa terima kasih dan sayang kepada ibu, yang mungkin jarang mereka ungkapkan dalam keseharian,” ujarnya penuh harap.
Lebih lanjut, dia menambahkan, acara ini membuktikan bahwa peringatan Hari Ibu bukan hanya formalitas, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan emosional antara anak, ibu, dan seluruh keluarga besar TK Aisyiyah Krian.
“Semoga momen ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus menanamkan nilai-nilai kasih sayang dan penghormatan kepada orang tua, khususnya ibu,” ujarnya
Acara yang berlangsung lancar dan penuh kehangatan ini, meninggalkan jejak mendalam di hati setiap orang yang hadir. Bukan hanya bagi para siswa yang mendapatkan pengalaman berharga, tetapi juga bagi para orang tua yang merasakan kembali indahnya cinta dan kasih sayang dalam keluarga.
Hari itu, di TK Aisyiyah Krian, cinta bersemi, kasih sayang bersemi, dan peran ibu kembali dimuliakan. Sebuah perayaan yang tak hanya menyentuh hati, tetapi juga menginspirasi. (#)
Jurnalis Aniwati Penyunting Mohammad Nurfatoni












