Feature

Stop Bullying, Aksi Keren IPM Tugu

39
×

Stop Bullying, Aksi Keren IPM Tugu

Sebarkan artikel ini
Stop Bullying. Peserta sosialisasi antibullying (Tagar.co/Rizka Ayu Fitrianingsih)

Stop bullying dengan mulai peduli. Pimpinan Cabang IPM Tugu melakukan sosialisasi bertema ‘Hentikan Bullying Mulai Peduli’.

Tagar.co – Suasana Ahad pagi, 8 Desember 2024 di Tugu terasa berbeda, penuh semangat dan harapan.

Di sebuah aula sekolah yang ramai, 50 anak dari beberapa sekolah seperti MI Muhammadiyah Tumpuk, Dermosari, Puncanganak, dan MTs Muhammadiyah 3 Tugu berkumpul.

Mereka bertemu tidak untuk bersenang-senang, melainkan menghadiri acara yang sangat penting: Sosialisasi Antibullying dengan tema “Hentikan Bullying Mulai Peduli”.

Di tengah anak-anak yang penuh semangat itu, Muhammad Iqbal, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Tugu, berdiri di panggung.

Dengan suara yang tegas, ia menyampaikan pesan yang jelas. “Kami ingin memberikan arahan dan pengalaman bagaimana cara memberantas bullying di sekolah,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Ia meminta para peserta untuk menjadi kepanjangan tangan dalam pencegahan tindak kekerasan, untuk berani melapor kepada guru atau orang tua jika melihat bullying terjadi.

Stop Bullying. Para narasumber berfoto bersama peserta (Tagar.co/Rizka Ayu Fitrianingsih)

Assar Ramadhan, Ketua Pimpinan Daerah IPM Trenggalek, menambahkan nuansa yang lebih dalam.

Baca Juga:  Di Samping Menara Pisa, PRNA Suci Dampingi Kader IPM Belajar Jurnalistik

Bullying merupakan satu tindakan yang susah untuk dihentikan karena itu akan terus tumbuh dan terus ada dari berbagai generasi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, peran kita menjadi aktivis dan juga inisiator untuk mencegah adanya tindak bullying dan berusaha untuk menghentikan tindakan tersebut.

“Perkataan lebih tajam dari pada pedang, jika kamu tidak bisa berkata dengan baik. Sebaiknya kamu diam,” tegasnya, mengingatkan pentingnya berusaha bersuara sejak awal dalam pencegahan bullying.

Di antara para hadirin, Imron Khusaini, Ketua PCM Tugu, menyaksikan dengan mata berbinar.

Dengan bangga, ia berbicara kepada anak-anak itu, “Kalau tidak kalian yang bergerak, siapa lagi? Kalau tidak kalian yang aktif, siapa lagi?”

Kata-katanya seperti cambuk yang menyadarkan, bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri, dari generasi muda yang penuh semangat ini.

Acara tersebut bukan hanya sebuah peringatan, melainkan awal dari sebuah gerakan.

Iqbal menambahkan sosialisasi ini akan berlanjut dengan kerja sama lebih luas dengan stakeholder lain seperti Dinas Sosial, untuk memastikan bahwa tindakan bullying tidak lagi menjadi hal yang biasa di sekolah atau tempat umum.

Baca Juga:  Gerakan Advokasi Mengajar, Cara IPM Smamsatu Gresik Menumbuhkan Cita-Cita Anak SD

Di akhir acara, anak-anak itu pergi dengan semangat baru, dengan keberanian untuk berbicara dan melindungi satu sama lain.

Mereka adalah kader keren dari PC IPM Tugu, yang siap menjadi perubahan yang ingin mereka lihat di dunia. Dengan setiap langkah kecil mereka, harapan untuk sebuah dunia tanpa bullying semakin dekat. (#)

Jurnalis Rizka Ayu Fitrianingsih Penyunting Mohammad Nurfatoni