
Bukan soal megahnya perayaan, tapi soal doa, kerja keras, dan semangat mempertahankan prestasi yang membuat tasyakuran ini begitu menyentuh hati.
Tagar.co — Senin, 2 Juni 2025, ruang ICP MTs Muhammadiyah 5 Daun, Sangkapura, Bawean, Gresik, dipenuhi suasana yang menyentuh hati. Hari itu, tasyakuran sederhana digelar untuk merayakan kelulusan 13 siswa kelas IX.
Meski tanpa perayaan besar, momen ini terasa begitu bermakna: penuh sukacita, kebanggaan, dan syukur atas capaian para siswa yang berhasil lulus 100 persen dengan prestasi luar biasa.
Kepala MTs Muhammadiyah 5 Daun, Eklis Dinika, M.Pd.I., tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Alhamdulillah, semua siswa lulus dengan hasil baik. Ini anugerah sekaligus buah dari kerja keras mereka,” ucapnya haru.
Ia pun menyebut lima siswa dengan nilai tertinggi: Decha Indri Agustin (Juara 1), Susika Ayuni (Juara 2), Hurin Adelina Kamalin (Juara 3), Moh. Wildan Wahyudi (Juara 4), dan Mashaufi (Juara 5).
Baca juga: MTs Muhammadiyah 5 Bawean Siapkan Pemimpin Masa Depan melalui LDKS
Di balik nama-nama itu, tersimpan cerita-cerita kecil yang menghangatkan hati. Kakak Decha, Sony Elvianto Hermawan, bercerita tentang perjuangan adiknya menghadapi ujian.
“Sepekan sebelum ujian, Decha sudah mulai mengulas pelajaran sedikit demi sedikit. Saat ujian makin dekat, belajarnya makin teratur: habis Isya lanjut habis Subuh, kadang bangun jam 3 pagi untuk tahajud lalu belajar. Orang tua kami juga selalu mendukung, membangunkan pagi-pagi,” ungkapnya dengan senyum bangga.
Hal senada disampaikan Sakinatul Abadiya, kakak dari Susika Ayuni. “Sejak semester ganjil, Susika makin rajin. Dia nggak mau nilainya turun, jadi makin semangat belajar. Targetnya cuma satu: mempertahankan prestasi,” ujarnya mantap.
Lila Heriyani, ibu dari Hurin Adelina Kamalin, tak kalah antusias. “Setelah pulang les malam, saya selalu ingatkan dia buat baca dan hafal pelajaran. Setelah Subuh, diulang lagi biar makin hafal. Alhamdulillah, ternyata usahanya berbuah manis,” tuturnya penuh semangat.
Tasyakuran hari itu bukan sekadar perayaan kelulusan, tapi juga perayaan ketekunan, semangat, dan doa yang mengiringi langkah para siswa. Sebuah momen menyentuh hati yang akan selalu dikenang keluarga besar MTs Muhammadiyah 5. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












