
Mahasiswa UGM menyulap hari ketiga Matsama MTsM 5 Daun Bawean menjadi ruang refleksi dan edukasi bermakna. Lewat program Cerita dan Smart Choice, siswa diajak memahami seksualitas sehat dan praktik demokrasi sejak dini.
Tagar.co – Hari ketiga Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) di MTs Muhammadiyah 5 (MTsM 5) Daun, Bawean, Kabupaten Gresik, berlangsung berbeda. Rabu pagi (16/7/2025), sebanyak 32 siswa diajak menyelami dua isu penting yang kerap luput dari ruang-ruang pendidikan formal: seksualitas sehat dan kesadaran demokrasi.
Semua itu dikemas dalam program “Cerita” dan “Smart Choice”, hasil inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) periode II tahun 2025.
Baca juga: Mahasiswa UGM Bawa Psikawan ke Matsama MTsM 5 Bawean: Siswa Belajar Tangguh Bencana
Program Cerita, akronim dari Cegah Risiko Pernikahan Dini, Seks Bebas, dan Kekerasan Seksual, dibawakan oleh tiga pemateri muda: Elsa Rosa Jernita, Dinara Safina, dan Persia Aqila Taufik. Ketiganya menyampaikan materi secara bergantian dalam suasana interaktif dan hangat.
Sesi diawali dengan refleksi tentang masa remaja sebagai fase pencarian jati diri yang rawan terhadap pengaruh lingkungan. “Risiko dari hubungan yang tidak sehat bisa berujung pada kehamilan usia muda, putus sekolah, beban ekonomi, hingga kekerasan seksual,” ujar Rosa dalam paparannya.
Para siswa kemudian diajak memahami perbedaan antara jenis kelamin, gender, dan seksualitas, serta pentingnya menjaga diri dan berani berkata “Tidak” terhadap situasi yang membuat tidak nyaman.
Sebagai penutup sesi, siswa diminta menuliskan Surat untuk Masa Depan, berisi impian dan komitmen pribadi lima tahun ke depan. “Refleksi ini kami desain untuk menumbuhkan motivasi diri, menjaga batas pergaulan, dan fokus membangun masa depan yang cerah,” tambah Dinara.

Setelah jeda singkat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Smart Choice yang memperkenalkan konsep pendidikan demokrasi untuk remaja. Dalam sesi ini, siswa dikenalkan pada nilai-nilai dasar demokrasi, prinsip-prinsip pemilu Luber Jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil), serta pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.
Sebagai praktik nyata, tim KKN UGM menggelar simulasi pemilu mini. Tiga pasangan calon fiktif dengan latar belakang dan visi-misi berbeda diperkenalkan. Para siswa pun merasakan pengalaman mencoblos di bilik suara lengkap dengan kotak suara, seperti pemilu sungguhan.
“Kami ingin siswa punya pengalaman langsung tentang bagaimana demokrasi berjalan. Meski sederhana, ini bisa menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan,” ungkap Aqila.
Melalui program ini, Matsama di MTsM 5 tak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tapi juga ruang pembentukan karakter dan kesadaran sosial. Sebuah langkah kecil yang bisa berdampak besar bagi masa depan generasi muda. (#)
Jurnalis Eklis Dinika Penyunting Mohammad Nurfatoni












