Feature

SMA Muhi Berikan Tiga Hadiah Umrah untuk GTK di Milad Ke-76

41
×

SMA Muhi Berikan Tiga Hadiah Umrah untuk GTK di Milad Ke-76

Sebarkan artikel ini
SMA Muhi Yogyakarta gelar pengajian akbar penutup Milad Ke-76, bagikan 3 hadiah umrah, serta kuatkan mental dan spiritual generasi muda hadapi disrupsi digital.
Tiga GTK mendapat apresiasi umrah karena lama mengabdi di SMA Muhi. (Tagar.co/Yusron Ardi Darmawan)

SMA Muhi Yogyakarta gelar pengajian akbar penutup Milad Ke-76, bagikan 3 hadiah umrah, serta kuatkan mental dan spiritual generasi muda hadapi disrupsi digital.

Tagar.co — SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta menutup rangkaian Milad Ke-76 dengan pengajian akbar di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (8/10/2025). Pengajian akbar ini mengundang Ustaz Rifky Jafar Thalib. Temanya, utama “Menguatkan Karakter, Mental, dan Spiritualitas Generasi Muda di Tengah Disrupsi Digital”.

Kegiatan ini bermula pagi hari tepat pukul 07.00 WIB dengan khatam Al-Qur’an. Pukul 07.45 WIB, acara pembukaan berlangsung dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan lagu Sang Surya. Pada acara ini hadir perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, serta Balai Dikmen Kota Yogyakarta.

Kepala SMA Muhi Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., dalam sambutannya menekankan peran penting pemuda dalam konteks Islam. Ia menyatakan pemuda adalah kelompok masyarakat yang peka dan paling cepat merespons keadaan. Terutama dalam dakwah Islam. Ini menjadikan mereka agen perubahan.

Ia bahkan menegaskan, jika ingin memajukan suatu bangsa dan negara, maka perlu memperjuangkan dan memberikan kepercayaan kepada para pemuda. “Betapa pentingnya peran pemuda untuk sebuah dakwah dan agen perubahan,” tambahnya.

Bekal Mental Kuat

Herynugroho juga menuturkan, pihak sekolah telah membekali seluruh peserta didik dengan karakter dan mental yang kuat untuk menghadapi era digital. Hal ini bertujuan untuk memastikan apa yang peserta didik pelajari sesuai dengan apa yang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan zaman yang dinamis.

Baca Juga:  Jabal Nur: Saat Kaki Protes, Paru-Paru Demo, tapi Hati Justru Tenang

“Pentingnya mental dan karakter pada anak dalam Islam terletak pada tujuan membentuk manusia beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki etika yang baik untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat, sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang mengutamakan akhlak,” ujarnya.

“Alhamdulillah, SMA Muhi telah memiliki tradisi berprestasi. Dengan bekal Ilmu, Iman, dan Akhlak, kami yakin lulusan SMA Muhi akan menjadi kader Muhammadiyah dan pemimpin bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PWM DIY, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., dalam sambutannya menyampaikan harapan. “Semoga dengan milad yang ke-76 ini, keluarga besar SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta semakin terpacu semangatnya untuk semakin berprestasi,” doanya.

“Milad dapat kita jadikan momentum muhasabah (introspeksi diri) untuk mengevaluasi perjalanan hidup yang telah dijalani, mensyukuri nikmat Allah, dan memperbaiki diri untuk masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

SMA Muhi Yogyakarta gelar pengajian akbar penutup Milad Ke-76, bagikan 3 hadiah umrah, serta kuatkan mental dan spiritual generasi muda hadapi disrupsi digital.
Ustaz Rifky Jafar Thalib membahas tema utama Menguatkan Karakter, Mental, dan Spiritualitas Generasi Muda di Tengah Disrupsi Digital. (Tagar.co/Yusron Ardi Darmawan)

Tiga Kunci Sukses Hadapi Disrupsi Digital

Ustaz Rifky Jafar Thalib menilai dunia saat ini begitu dinamis dan kompleks. Oleh karena itu, ia memberikan tiga pesan utama kepada para murid agar mereka dapat menghadapi berbagai masalah kehidupan. Tiga pesan tersebut meliputi memanfaatkan usia muda, menguatkan karakter, dan mengawali kegiatan dengan hal positif.

Ustaz Rifky menjelaskan, dalam Islam, usia muda merupakan anugerah yang sangat berharga yang harus mereka manfaatkan untuk amal saleh, menuntut ilmu, beribadah kepada Allah, dan berbakti kepada orang tua. “Ini sebagai bekal menghadapi masa tua dan akhirat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sehari di Taif: Edukasi, Kontemplasi, dan Dingin yang Menguatkan Iman

Kemudian ia mendorong pemuda Muslim untuk menjaga diri dari godaan hawa nafsu dan kemaksiatan, serta menggunakan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat. Seperti memperdalam ilmu agama dan ilmu dunia, bergaul dengan teman yang baik, dan menjalin silaturahmi.

Baca Juga: 736 Prestasi SMA Muhi Terungkap saat Milad Ke-76

“Pemuda yang mendapat naungan Allah adalah pemuda yang tumbuh dalam ibadah dan menaklukkan hawa nafsunya. Ciri-ciri lainnya adalah pemuda yang hatinya terpaut dengan masjid, saling mencintai karena Allah, menolak godaan maksiat karena takut kepada Allah, dan orang yang bersedekah dengan ikhlas serta berzikir kepada Allah hingga meneteskan air mata dalam kesendirian,” papar Ustaz Rifky Jafar Thalib.

Selanjutnya, ia menyampaikan untuk menguatkan karakter generasi muda dalam Islam. Penting bagi mereka untuk menanamkan keimanan yang kuat, memperdalam pemahaman agama, mengembangkan akhlak mulia seperti jujur dan bertanggung jawab, serta menjadikan Rasulullah Saw sebagai teladan. Ia juga menambahkan, generasi muda perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan kemandirian, serta mengajarkan diri untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak untuk menyebarkan kebaikan.

“Memilih teman yang baik dalam Islam sangatlah penting karena teman akan sangat memengaruhi agama, karakter, dan perilaku seseorang, mendekatkan kita pada kebaikan, serta menjauhkan dari keburukan dan kemaksiatan,” terangnya.

Baca Juga:  WC 6 dan Seni Bertahan di Labirin Masjidilharam

“Saya juga mengajak kalian mengawali kegiatan dengan positif. Kalian dapat memulai hari dengan berwudu, salat Subuh, zikir dan doa, memperbanyak rasa syukur, menanamkan sikap husnuzan (berprasangka baik) kepada Allah SWT, serta memulai aktivitas dengan niat yang baik untuk mendekatkan diri kepada-Nya,” paparnya.

SMA Muhi Yogyakarta gelar pengajian akbar penutup Milad Ke-76, bagikan 3 hadiah umrah, serta kuatkan mental dan spiritual generasi muda hadapi disrupsi digital.
Jemaah pengajian milad SMA Muhi. (Tagar.co/Yusron Ardi Darmawan)

Apresiasi Pengabdian Guru dan Tenaga Kependidikan

Pada kesempatan pengajian akbar ini, pihak sekolah juga menyerahkan secara simbolis penghargaan umrah kepada tiga orang guru dan tenaga kependidikan yang telah memenuhi persyaratan. Marini Amalia Octavianti, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas, menjelaskan, penghargaan umrah ini merupakan program tahunan sekolah.

“Seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang sudah memiliki masa kerja minimal 20 tahun akan diikutkan dalam antrean untuk berangkat umrah ke tanah suci. Para peserta umrah akan diberangkatkan melalui PT Surya Citra Madani yang dikelola oleh PWM DIY selama sepuluh hari,” jelasnya.

Selain penghargaan umrah, kepala sekolah juga menyerahkan penghargaan masa kerja kepada para guru dan tenaga kependidikan yang telah mengabdi selama 15, 20, 25, dan 30 tahun. Sebelum menutup seluruh rangkaian kegiatan, pihak sekolah membagikan hadiah lomba internal yang diikuti oleh peserta didik dan GTK dalam rangka Milad SMA Muhi ke-76. (#)

Jurnalis Yusron Ardi Darmawan Penyunting Sayyidah Nuriyah