Feature

Sekali Kunjungan, Tiga Acara Terlampaui Mendikdasmen

33
×

Sekali Kunjungan, Tiga Acara Terlampaui Mendikdasmen

Sebarkan artikel ini
Sekali kunjungan di Magelang, Jawa Tengah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mendatangi tiga acara
Mendikdasmen Abdul Mu’ti disambut murid SD Muhammadiyah Satu Alternatif (Mutual) Kota Magelang, Jumat (14/3/2025).

Dalam tiga acara di Magelang Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan pesan membangun masyarakat intelektual dan spiritual.

Tagar.co – Sekali kunjungan di Magelang, Jawa Tengah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendatangi tiga acara, Jumat (14/3/2025).

Kunjungan pertama, hadir di SD Muhammadiyah Satu Alternatif (Mutual) Kota Magelang disambut murid dan guru dengan hangat dan gembira.

Di sini Menteri Mu’ti meresmikan Klinik Pratama KH Ahmad Dahlan. Dalam sambutannya dia menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai upaya membangun masyarakat intelektual.

“Peresmian klinik ini bukan hanya sebagai upaya layanan kesehatan saja, melainkan juga upaya membangun masyarakat yang kuat. Selain aspek kesehatan, kunci pokok dalam membangun masyarakat juga adalah dari pendidikan,” ungkap Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Menteri Mu’ti menyoroti pentingnya hidup sehat yang berfundasi dari tiga pilar, yaitu makan sehat bergizi, beribadah, dan lingkungan sosial yang sehat.

“Dalam konteks ini kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga telah mencanangkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai upaya menciptakan generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Baca Juga:  Tiga Pesan Abdul Mu’ti tentang Masa Depan Muhammadiyah dan Bangsa

Kunjungan kedua, menuju Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Di kampus ini ceramah dalam acara Siraman Pelita Hati (Simpati).

Di hadapan ratusan peserta, Menteri Mu’ti mengungkapkan, peristiwa Nuzulul Quran merupakan momentum awal membangun peradaban dan tradisi baru melalui pendidikan.

“Setidaknya, peristiwa Nuzulul Quran memiliki lima makna dalam keterkaitannya dengan pendidikan,” tutur Menteri Mu’ti.

Makna pertama diungkap oleh Menteri Mu’ti bahwa Nuzulul Quran mengajarkan manusia untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Secara tidak langsung, katanya, makna ini juga membuktikan bahwa pendidikan telah dimulai sejak manusia masih berada di dalam kandungan seorang ibu.

“Makna kedua yaitu Nuzulul Quran menjadi momentum perubahan tradisi lisan menjadi tulisan. Di mana pada masa itu memperlihatkan bahwa tradisi tulisan menjadi wadah dalam dakwah ajaran keislaman,” paparnya.

Makna ketiga, sambung Menteri Mu’ti, Nuzulul Quran melalui wahyu pertama mengajarkan manusia untuk mampu membuka diri, berusaha, dan berubah dengan cara belajar.

Makna keempat, lanjut dia, bahwa Nuzulul Quran menjadi proses belajar yang terus berkembang seiring dengan turunnya Al-Quran.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Gandeng Mitra Global Perkuat Literasi dan Numerasi Anak Indonesia

“Oleh karena itu, makna terakhir sekaligus menjadi muara peristiwa Nuzulul Quran adalah bagaimana empat makna sebelumnya menjadi fondasi dan strategi membangun peradaban melalui pendidikan,” tutup Menteri Mu’ti.

Acara ketiga dalam sekali kunjungan di Magelang ini Menteri Mu’ti menjadi imam dan khotib salat Jumat di Masjid At-Tanwir Kota Magelang.

Turut mendampingi dalam agenda ini Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto