Tagar.co – Sabtu, 21 Desember 2024, menjadi hari yang istimewa bagi TK Aisyiyah I Kota Probolinggo. Di saat satuan pendidikan lain fokus pada pembagian Laporan Penilaian Perkembangan Anak Didik (LPPAD), TK ini justru menggelar tiga agenda penting sekaligus, yakni Deklarasi Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA), peringatan Hari Ibu, dan pembagian LPPAD.

Aryzana Maharanny, M.Pd., Kepala TK Aisyiyah I, menjelaskan ketiga acara ini kebetulan bersamaan dan membutuhkan keterlibatan aktif dari wali murid serta berbagai pihak.

A“Pembagian LPPAD memang sesuai kalender Pimpinan Pusat Aisyiyah. Namun, tanggal tersebut juga bertepatan dengan Hari Ibu dan momentum yang tepat untuk mendeklarasikan komitmen kami sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak,” ungkapnya.

Deklarasi Satuan Pendidikan Ramah Anak

Acara Deklarasi sekolah ramah anak (SRA dihadiri oleh berbagai instansi penting, seperti Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Probolinggo, Pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Mayangan, serta komite sekolah dan para ibu wali murid.

Baca Juga:  Di Probolinggo, Ramadan Disambut Iring-iringan Becak Listrik

Deklarasi ini bertujuan untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Langkah ini juga merupakan bagian dari persiapan TK Aisyiyah I untuk mengikuti lomba SRA.

Dra. Endang Dewi Fatimah, dari Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Probolinggo, menegaskan komitmen TK Aisyiyah I untuk menjadi SRA yang sejalan dengan School Religious Culture (SRC). “Kami mohon masukan, arahan, dan motivasi agar terus berkembang,” ujarnya.

Baca juga: TK Aisyiyah I Kota Probolinggo Juara Lomba School Religious Culture Tingkat Provinsi

Mirna Susanti, SE., MM., perwakilan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menjelaskan perubahan nomenklatur dari “Sekolah Ramah Anak” menjadi “Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA) “. Dia memaparkan tujuan SPRA, yaitu:

  1. Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung.
  2. Menghormati dan melindungi hak-hak anak.
  3. Meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan anak.
  4. Mengembangkan potensi anak secara holistik.
  5. Meningkatkan kualitas guru dan staf.
  6. Membangun kerjasama dengan komunitas, termasuk orang tua, warga sekolah, dan warga sekitar.

Manfaat SPRA, lanjut Mirna, antara lain meningkatkan kualitas pendidikan, mengurangi stres dan kecemasan anak, meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan sosial-emosional, dan membangun hubungan positif antara sekolah, orang tua, dan komunitas.

Baca Juga:  Di Probolinggo, Ramadan Disambut Iring-iringan Becak Listrik

“Insyaa Allah TK Aisyiyah I bisa menjadi SPRA dari segi pelayanan,” ungkapnya optimis.

Dukungan serupa datang dari Atmari, S.Pd., Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, dan Ummu Humairo’ Qurbany, S.Th.I., M.A., dari Kantor Kemenag Kota Probolinggo.

“Semoga anak-anak ini menjadi generasi yang Qurrata A’yun bagi orang tuanya, dan orang tua menjadi penyejuk hati dan cahaya bagi putra-putrinya,” harap Ummu.

Acara ini ditutup dengan pembacaan Deklarasi TK Aisyiyah I Ramah Anak dan penandatanganan simbolis oleh seluruh tamu undangan, kepala lembaga, dan perwakilan wali murid.

Sehari tiga agenda: Tanda cinta untuk Ibu dalam peringatan hari ibu, Sabtu (21/12/2024) (Tagar.co/Istimewa)

Momen Haru Penuh Kasih Sayang

Setelah Deklarasi SPRA, suasana berubah haru saat anak-anak memberikan kejutan kepada para ibu di aula lantai dua. Dengan diiringi lagu Bunda, mereka memberikan kartu ucapan hasil karya mereka sendiri. Berbagai ekspresi, mulai dari pelukan sayang, haru, bangga, hingga tangis bahagia, mewarnai momen tersebut.

Aminah Hadi Zainal Abidin, wali murid dari Khadijah Aqillah, mengungkapkan kekagumannya. “Ini momen yang indah. Anak-anak membuat karyanya sendiri untuk memberikan kejutan bagi para ibu. Ini benar-benar surprise yang berharga dan manis,” tuturnya.

Baca Juga:  Di Probolinggo, Ramadan Disambut Iring-iringan Becak Listrik
Pembagian LPPAD.  Sehari tiga agenda. (Tagar.co/Istimewa)

Pembagian LPPAD

Agenda terakhir adalah pembagian LLLAD di kelas masing-masing. Guru kelas memberikan penjelasan mengenai perkembangan peserta didik secara umum, penguatan, evaluasi sesuai kondisi dan kebutuhan anak, informasi libur semester I, serta saran untuk aktivitas positif selama liburan.

Tiga agenda besar ini berhasil dilaksanakan dengan lancar berkat persiapan yang matang dan kerjasama dari seluruh pihak. TK Aisyiyah I Kota Probolinggo membuktikan bahwa dengan komitmen dan sinergi yang kuat, berbagai agenda penting dapat dilaksanakan secara efektif dan berkesan. (#)

Jurnalis Wike Widiawati Penyunting Mohammad Nurfatoni