Feature

Santri Ini Bangga Terpilih Ikut Jambore Dunia

37
×

Santri Ini Bangga Terpilih Ikut Jambore Dunia

Sebarkan artikel ini
Santri Ponpes Darul Muhajirin ini menjadi anggota kontingen Pramuka yang berangkat ke Jambore Dunia di Cibubur. Pengalaman berharga yang tak terulang dua kali.
Virgiyanti Setyaning Shiwi, kanan, bersama Kak Afida Ummayatuz Zulfa, pembina Pramuka Ponpes Darul Muhajirin berfoto di Pendapa Kabupaten Lumajang. (Tagar.co/Kuswantoro)

Santri Ponpes Darul Muhajirin ini menjadi anggota kontingen Pramuka yang berangkat ke Jambore Dunia di Cibubur. Pengalaman berharga yang tak terulang dua kali.  

Tagar.co – Kontingen Pramuka Ponpes Darul Muhajirin dan Ma’had Bahrusy-syifa’ dilepas oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati di Pendapa Kabupaten mengikuti Jambore Dunia di Cibubur, Senin (1/9/2025) sore.

Jumlah santri yang mengikuti Jambore Dunia Milad 100 Tahun Pondok Gontor sebanyak 40 anak. Anggota Pramuka Gudep Ponpes Darul Muhajirin dan Ma’had Bahrusy-syifa’.

Di antara peserta itu, ada Virgiyanti Setyaning Shiwi. Anggota Pramuka Penggalang. Dia santri Pondok Pesantren Darul Muhajirin, Wonolopo, Gucialit, Lumajang, yang akrab disapa Tya.

“Hari ini saya sangat bahagia dan senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini,” ucap Tya dengan mata berbinar.

Baginya, jambore internasional ini adalah ruang untuk belajar. “Ini ajang mencari pengalaman dan mengasah bakat di tingkat yang lebih tinggi, karena ini kegiatan kepanduan sedunia. Momen berharga bagi saya,” katanya.

Tya sadar kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. “Akan saya gunakan sebaik mungkin, karena belum tentu dalam waktu dekat ada kegiatan seperti ini. Kalaupun ada, mungkin nunggu Pondok Gontor berusia 200 tahun lagi,” ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga:  Kopas Fattah 2026/2027 Dilantik, Meneguhkan Disiplin dan Kepemimpinan Santri

Kesempatan itu juga lahir dari seleksi. “Pondok melakukan seleksi, dan saya terpilih. Banyak teman-teman yang mendaftar, tapi hanya 10 yang lolos. Saya sangat bersyukur sekali,” jelasnya.

Kebahagiaan Tya semakin lengkap saat momen pelepasan. “Apalagi dilepas langsung oleh Bupati Bunda Indah dan Wakil Bupati Mas Yudha. Ini keren banget, dan baru kali ini saya bisa bersalaman dengan beliau berdua,” ucapnya penuh semangat.

Baginya, pengalaman itu akan menjadi cerita berharga di masa depan.

“Saya ini kan dari desa. Lahir di Dusun Iburojo, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari. Bisa duduk di tempat ini, dilepas langsung oleh bupati dan wakil bupati, itu suatu kebanggaan bagi saya dan keluarga di desa,” tambahnya.

Ikut Pramuka, menurut Tya, juga menanamkan banyak hal.

“Saya bisa belajar disiplin, kemandirian, dan ketangguhan. Jiwa peduli, setia kawan, dan gotong royong juga diajarkan. Itulah jiwa Pramuka. Sehingga ikut pramuka itu tidak rugi,” ucapnya mantap.

Santri Ponpes Darul Muhajirin ini menjadi anggota kontingen Pramuka yang berangkat ke Jambore Dunia di Cibubur. Pengalaman berharga yang tak terulang dua kali.
Virgiyanti Setyaning Shiwi, tengah, didampingi orangtuanya dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Mmuhajirin. (Tagar.co/ M. Yusuf H)

Hari pelepasan itu makin berkesan ketika Tya berkesempatan tampil di hadapan bupati dan wakil bupati.

Baca Juga:  Bupati Hadiri Pembagian Kado Ramadan Lazismu Lumajang

“Saya membawakan tari topeng Kaliwungu sebagai kebanggaan Lumajang. Sebelum ditampilkan di ajang jambore dunia, terlebih dahulu dipersembahkan di hadapan bupati. Ini kesempatan berharga dan pengalaman yang tidak pernah saya lupakan,” ujarnya.

Tya menutup pesannya dengan doa dan rasa syukur.

“Bismillah, dengan semangat kebersamaan kami mohon doa agar dalam mengikuti jambore ini Allah memberi kelancaran dan ridaNya, sehingga bisa menjadi syiar Islam yang luar biasa,” ujarnya.

Dia berterima kasih kepada orang tuanya yang selalu mendukung setiap kegiatan. ”Sehat selalu buat kalian berdua,” katanya. ”Terima kasih juga kepada Ustaz Samsul Muarif, pimpinan pondok yang selalu membimbing dan mengarahkan, beliau pengganti orang tua ketika saya di pondok.”

Juga terima kasih kepada Bunda Indah dan Mas Yudha, katanya, yang sudah mendukung pemberangkatan kontingen jambore dunia ini. Semoga semuanya membawa berkah. (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto