
Menggunakan jalur laut menuju Kupang, para santri eLKISI Mojokerto memulai misi Praktik Dakwah Ramadan 1447 H dengan penugasan hingga wilayah perbatasan dan lintas negara.
Tagar.co — Pondok Pesantren eLKISI di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mulai memberangkatkan sebagian santri untuk melaksanakan Praktik Dakwah Ramadan (PDR) 1447/2026 ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Raker eLKISI Mantapkan Arah Pesantren Ideal 2030 dan Pengembangan Kampung Timur Tengah
Pengasuh Pondok Pesantren eLKISI, K.H. Dr. Fathur Rohman menjelaskan, keberangkatan lebih awal dilakukan karena tim menggunakan moda transportasi laut melalui kapal Pelni menuju Kupang, NTT, dengan estimasi perjalanan sekitar empat hari.
“Skema ini dipilih agar para santri tiba tepat waktu dan dapat segera beradaptasi dengan lingkungan pengabdian sebelum memasuki Ramadan,” ujarnya.
Dia menjelaskan program PDR merupakan agenda tahunan pesantren sebagai bentuk pengabdian santri kepada masyarakat.
Menurutnya, selain menjadi wahana dakwah, program ini dirancang sebagai latihan kepemimpinan, penguatan ketahanan mental, serta pematangan spiritual di medan sosial yang beragam.
Dalam doa pelepasan Fathur Rohman, menyampaikan pesan agar para santri menjaga niat, adab, serta nama baik pesantren selama menjalankan amanah dakwah.
“Semoga Allah menjaga setiap langkah kalian, melapangkan perjalanan, menguatkan niat, serta menjadikan dakwah kalian sebagai sebab turunnya hidayah dan keberkahan bagi masyarakat. Jaga adab, jaga nama baik pesantren, dan luruskan niat hanya karena Allah.”
Adapun pelepasan resmi peserta PDR secara serentak dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/2/26). Pada momentum tersebut, santri lainnya akan diberangkatkan ke berbagai wilayah penugasan, termasuk Singapura, Kalimantan Barat, Maluku, serta sejumlah daerah lain di Indonesia.
Menurut Fathur Rohman keberangkatan ini menegaskan komitmen dakwah santri eLKISI yang tidak hanya menjangkau lintas pulau, tetapi juga lintas negara.
“PDR menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai keislaman sekaligus ikhtiar membangun jejaring dakwah yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Tim Penugasan Kupang dan Sekitarnya
-
Muhammad Asyam Nashrullah (11 KU)
-
Sandy Dafa Prayoga (11 Sains)
-
Muhammad Farid Yusuf (11 KU)
-
Muhammad Furqon Riztino (9 Azhari)
Tim Penugasan Atambua
-
Alif Rasya Daeng (12 KU)
-
M. Doper Al Faruq (9 AZ)
Tim Penugasan Timor Leste
-
Rois Suryo (12 Sains)
-
M. Abiyyu Dias (12 KU)
-
Royhan Mufid (eLKISI Institut)
Jurnasi Muhammad Hidayatulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni







