Feature

Rapim LLHPB PP Aisyiyah Tegaskan Perempuan sebagai Aktor Strategis Respon Krisis Iklim dan Bencana

98
×

Rapim LLHPB PP Aisyiyah Tegaskan Perempuan sebagai Aktor Strategis Respon Krisis Iklim dan Bencana

Sebarkan artikel ini
Suasana Rapat Pimpinan (Rapim) LLHPB PP Aisyiyah yang berlangsung di Yogyakarta pada 20–21 Desember 2025. (Tagar.co/

Rapat Pimpinan LLHPB PP Aisyiyah di Yogyakarta menegaskan perempuan bukan hanya kelompok rentan, tetapi aktor kunci dalam membangun ketangguhan masyarakat di tengah krisis iklim dan kebencanaan.

Tagar.co — Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim dan bencana yang kian kompleks, perempuan ditegaskan bukan sekadar kelompok rentan, melainkan aktor strategis dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Penegasan itu mengemuka dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah yang digelar pada 20–21 Desember 2025 di Yogyakarta.

Baca juga: Ketua Umum PP Aisyiyah Ikut Kampanye Belanja tanpa Plastik di Pasar Tradisional

Rapim tersebut menjadi forum konsolidasi pimpinan LLHPB PP Aisyiyah untuk meninjau capaian program sekaligus menyusun respons strategis atas eskalasi risiko bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Agenda ini juga diarahkan untuk menajamkan fokus kerja organisasi menuju konsolidasi Muktamar Aisyiyah 2027.

Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan, memberikan arahan secara daring pada Rapat Pimpinan (Rapim) LLHPB PP ‘Aisyiyah di Yogyakarta, 20 Desember 2025. (Tagar.co/

Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan, menegaskan bahwa seluruh gerak LLHPB harus dilandaskan pada niat yang lurus sebagai bagian dari Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan.

Baca Juga:  Tak Cukup Satu Pak Tisu: Aisyiyah Jatim Bergerak Hadapi Kejahatan Digital

Menurutnya, kerja-kerja kebencanaan tidak dapat dipisahkan dari nilai keimanan. “Setiap langkah pengabdian, termasuk saat mendampingi masyarakat terdampak bencana, adalah bagian dari ibadah dan dakwah,” ujarnya.

Masyitoh menambahkan, Aisyiyah memiliki tanggung jawab sejarah untuk terus menjadi harakatut tagyir (gerakan perubahan) dan harakatut tajdid (gerakan pembaruan) yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Ia berharap Rapim LLHPB PP Aisyiyah mampu menajamkan arah dan program kerja yang fokus, berkualitas, serta berdampak nyata.

Ketua LLHPB PP Aisyiyah, Rahmawati Husein, menegaskan bahwa perempuan bukan hanya kelompok yang paling terdampak, tetapi juga aktor penting dalam respons dan pemulihan pascabencana, pada Rapim LLHPB PP Aisyiyah di Yogyakarta, 20 Desember 2025. (Tagar.co/

Sementara itu, Ketua LLHPB PP Aisyiyah, Rahmawati Husein, menekankan bahwa krisis lingkungan dan kebencanaan merupakan dua persoalan yang saling terkait. Ia menilai, berbagai peristiwa bencana hari ini menunjukkan betapa tipisnya batas antara persoalan ekologis dan kebencanaan.

“Kerusakan lingkungan yang berlangsung panjang telah memperparah dampak bencana dan menuntut respons jangka panjang,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Rahmawati menjelaskan, LLHPB Aisyiyah menjalankan respons kebencanaan secara terkoordinasi melalui skema One Muhammadiyah One Response (OMOR), dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebagai pintu koordinasi.

Skema ini memungkinkan seluruh unsur Muhammadiyah, termasuk ‘Aisyiyah, bergerak efektif sesuai peran dan kapasitas masing-masing.

Baca Juga:  Ketua Umum PP Aisyiyah Ikut Kampanye Belanja tanpa Plastik di Pasar Tradisional

Ia menambahkan, respons LLHPB ‘Aisyiyah di wilayah terdampak seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat disesuaikan dengan kebutuhan lokal, mulai dari dukungan psikososial, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemulihan berbasis komunitas.

“Perempuan bukan hanya kelompok yang paling terdampak, tetapi juga aktor penting dalam respon dan pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Peserta Rapat Pimpinan (Rapim) LLHPB PP Aisyiyah yang berlangsung di Yogyakarta, 20–21 Desember 2025.

Selain evaluasi program, Rapim juga membahas penguatan kesiapsiagaan dan pemetaan wilayah rawan bencana, termasuk antisipasi potensi siklon hingga Maret–April 2026. Forum ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LLHPB ‘Aisyiyah Wilayah se-Indonesia.

Ke depan, program prioritas tahun 2026 diarahkan pada pengintegrasian isu lingkungan hidup dan kebencanaan ke dalam konsep Keluarga Sakinah dan Qaryah Tayibah Aisyiyah.

Agenda lainnya meliputi penguatan kerja sama strategis di bidang energi, peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pelatihan penulisan proposal, penulisan berita, dan pengelolaan media sosial, serta penguatan literasi lingkungan melalui Ngaji Lingkungan dalam rangka Green Ramadan dan Green Idulfitri.

LLHPB Aisyiyah juga menargetkan pelaksanaan Ngaji Pengurangan Risiko Bencana (PRB) pada momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana, serta penuntasan modul Satuan Pendidikan Aman Bencana untuk TK Aisyiyah sebagai bagian dari komitmen menjalankan putusan Muktamar. (#)

Baca Juga:  PRA Tempel Istikamah Menggerakkan Dakwah lewat Kajian Taharah Perempuan

Jurnalis DzikrinaIklim Farah Adiba Penyunting Mohammad Nurfatoni