Feature

Pesan Tahun Hijriah dari Ketua Lazismu Lumajang

20
×

Pesan Tahun Hijriah dari Ketua Lazismu Lumajang

Sebarkan artikel ini
Pesan Tahun Hijriah hendaknya umat muslim menjadi hamba yang beruntung dalam pergantian tahun.
Khotbah Jumat oleh Djatto di Masjid Al-Ikhlas di Jalan Bengawan Solo, Lumajang. (Tagar.co/Kuswantoro)

Pesan Tahun Hijriah hendaknya umat muslim menjadi hamba yang beruntung dalam pergantian tahun.

Tagar.co – Ketua Lazismu Lumajang, Drs. Djatto, MM, menyampaikan pesan Tahun Hijriah dalam khotbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas di Jalan Bengawan Solo, Lumajang, Jumat (11/7/2025).

“Bersyukurlah, karena Allah masih memberikan kita umur panjang, hingga bisa bertemu dengan tahun baru Hijriah, 1447 H,” katanya.

Tahun ini, kata dia, harus lebih baik dari tahun kemarin. ”Mari kita introspeksi, kita muhasabah. Apa yang sudah kita lakukan selama 1446 H? Sudahkah kita menjadi hamba Allah yang beruntung?”

Hamba yang beruntung, sambung dia, bukanlah yang paling kaya atau paling terkenal, tapi yang selalu beriman, bertakwa, dan total dalam menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.

“Jika Allah sudah rida,” lanjutnya, “Maka imbalannya adalah kemuliaan dan kebahagiaan.”

Lantas Djatto menyinggung tentang salat. “Jangan sampai kita meninggalkan salat. Tapi kenyataannya, ketika azan berkumandang, kita sering tidak peduli. Pura-pura tidak dengar. Sibuk dengan urusan dunia. Tapi ketika atasan kita memanggil, kita datang lebih awal dan patuh.”

Baca Juga:  Idulfitri 20 Maret, Ini Tempat Salat Id di Lumajang

Ia mengingatkan jamaah bahwa yang memberi hidup dan rezeki bukan siapa-siapa, kecuali Allah.

“Kita banyak salah, banyak dosa. Maka segeralah bertaubat. Jangan jadi hamba yang sombong, karena bila kesombongan tumbuh, maka laknat Allah bisa datang kapan saja,” ujarnya.

Djatto juga mengajak umat untuk mengisi hidup dengan hal-hal yang bermanfaat.

“Apa yang kita ucapkan, apa yang kita lakukan, semua akan dicatat. Semua akan direkam oleh Allah, dan kelak diperlihatkan di hari kiamat. Dunia ini bukan tempat main-main. Semua akan jadi saksi atas hidup kita,” tambahnya.

Dia menekankan, menjadi seorang muslim haruslah dengan kesungguhan.

“Kita harus bersungguh-sungguh dalam berislam, dan dalam menjalankan amanah Allah sebagai khalifah di muka bumi. Jalankan perintah Allah dan Rasul-Nya dengan cinta, bukan terpaksa,” tegasnya.

Djatto mengajak jamaah untuk tidak silau dengan dunia. “Soal dunia, lihat ke bawah. Tapi soal akhirat, tengok ke atas. Lihat orang-orang saleh sebagai cermin. Jadikan mereka motivasi untuk memperbaiki diri,” ucapnya.

“Mari kita serius dalam beragama. Jangan setengah hati. Karena hidup ini tidak akan terulang.” Katanya mengakhiri khotbah pesan Tahun Hijriah. (#)

Baca Juga:  Rakerda Lazismu Bakorwil 3 Digelar di Situbondo

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto