
Bahaya hawa nafsu menjadi materi khotbah Jumat Pondok Pesantren Maftahul Ulum Jatinom Blitar. Khotib menyeru jemaah agar menjaga diri dari godaan syahwat dan mengikuti tuntunan yang benar menurut syariat.
Tagar.co – Suasana khusyuk dan penuh hikmah menyelimuti Masjid Pondok Pesantren Salafiyah Annahdliyah Maftahul Uluum yang terletak di Jalan KH. Imam Bukhori Nomor 31, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pada hari Jumat (11/7/2025). Kegiatan salat Jumat yang diadakan oleh pihak pondok dimulai sejak waktu khotbah hingga pelaksanaan salat berjemaah.
Jemaah yang hadir terdiri dari santri putra, warga sekitar, serta masyarakat umum. Mereka mengikuti dengan seksama jalannya khotbah Jumat yang disampaikan oleh salah satu santri, yang akrab disapa Kang Bima.
Dalam khutbahnya, Kang Bima mengangkat tema tentang bahaya hawa nafsu. Dengan suara tegas ia menyampaikan, “Bahaya hawa nafsu. Ada yang haram. Ada yang halal dan baik. Jangan berselisih.” Seruan itu mengajak jamaah untuk menjaga diri dari godaan syahwat dan mengikuti tuntunan yang benar menurut syariat.
Kang Bima juga membawakan kutipan dari Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 168:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.
Baik Saja Tidak Cukup
Dalam penjelasannya, Kang Bima menegaskan bahwa Allah memerintahkan manusia untuk mencari yang halal dan baik, bukan sekadar halal saja. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak tergoda mengikuti langkah-langkah setan, yang menggoda manusia untuk menghalalkan segala cara dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Setelah khotbah selesai, salat Jumat dipimpin oleh KH. Abdul Hafidz Dhofir, sesepuh dan pengasuh utama pondok, yang akrab disapa Kiai Hafidz. Dengan bacaan yang baik dan penuh kekhusyukan, Kiai Hafidz memimpin jemaah dalam rangkaian ibadah hingga selesai.
Masjid ini merupakan bagian dari kompleks Pondok Pesantren Maftahul Uluum, sebuah pondok tua yang telah berdiri sejak tahun 1868. Dikenal sebagai Pondok Jatinom, pondok ini memegang teguh prinsip-prinsip salafiyah dan dikenal dengan semboyan Ampuh serta komitmen terhadap lingkungan, yang tercermin dari slogan Ecoprint Friendly.
Di dinding pondok, terpajang sebuah kutipan penuh makna dari Imam Syafi’i: “Siapa yang tidak belajar di waktu mudanya, bertakbirlah empat kali (sebagai sholat jenazah) atas kematiannya”.
Rangkaian Salat Jumat ini bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan ruhani bagi para santri dan masyarakat sekitar. Maftahul Uluum terus menanamkan nilai-nilai Keislaman yang kokoh, membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman. (#)
Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Nely Izzatul












