Feature

Penerimaan Rapor di SMP Muhammadiyah 6 Krian: Bukan Sekadar Angka

41
×

Penerimaan Rapor di SMP Muhammadiyah 6 Krian: Bukan Sekadar Angka

Sebarkan artikel ini
Suasana pembagian rapor kelas 7 peminatan, Sabtu (4/1/2025). (Tagar.co/Aniwati)

Penerimaan rapor di SMP Muhammadiyah 6 Krian, Sidoarjo, menjadi momen untuk refleksi dan menyemai harapan.

Tagar.co – Ada yang berbeda dengan suasana di Aula SMP Muhammadiyah 6 Krian (SMP Meka) Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/1/2025) pagi itu. Bukan hanya deretan kursi yang terisi penuh, tetapi juga getar-getar harap yang memenuhi ruangan, bercampur dengan degup jantung para wali murid yang menanti momen penting: penerimaan rapor.

Para orang tua dari siswa kelas 7, 8, dan 9 duduk rapi, menanti dengan penuh harap. Di atas panggung, Kepala SMP Muhammadiyah 6 Krian, Muhammad Taufiqqurrohman, M.Pd., berdiri tegap, siap memandu jalannya acara.

Baca juga: Petualangan dan Penguatan Iman: Mabit Seru SMP Meka

Tepat pukul 08.00 WIB, acara pun dimulai. Suara Pak Taufiq, sapaan akrab sang kepala sekolah, memecah keheningan. Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua.

“Kami percaya bahwa pendidikan adalah kerja sama antara sekolah dan keluarga. Mari kita terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita,” ujarnya, disambut anggukan setuju dari para wali murid.

Baca Juga:  Hikmah Ramadan: Perkuat Koneksi dengan Al-Qur’an

Ada Cerita di Balik setiap Lembar Rapor

Setelah sambutan, tibalah saat yang dinanti: pembagian rapor. Para siswa telah dikelompokkan berdasarkan kelas, dan para orang tua diarahkan menuju ruang kelas yang telah ditentukan. Di sinilah, interaksi yang lebih personal antara wali kelas dan orang tua terjalin.

Di kelas 7 peminatan, Aniwati, S.Pd., wali kelas yang energik, tampil di depan dengan penuh semangat. Dengan detail, ia memaparkan perkembangan siswa selama satu semester terakhir. “Kelas 7 adalah masa adaptasi bagi siswa, terutama untuk mereka yang masuk program peminatan. Namun, saya sangat bangga melihat kemajuan yang luar biasa, baik dari sisi akademik maupun keterampilan lainnya,” jelas Aniwati, matanya berbinar bangga.

Aniwati tak hanya berhenti pada pencapaian akademis. Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam menggali potensi anak. “Beberapa siswa telah menunjukkan potensi besar di bidang tertentu, seperti sains, seni, dan olahraga. Kami berharap orang tua dapat terus memberikan dukungan moral dan fasilitas yang dibutuhkan anak-anak untuk berkembang lebih baik,” tambahnya, seraya menunjuk beberapa siswa yang menunjukkan prestasi gemilang.

Baca Juga:  Jaga Spirit Ramadan Sepanjang Tahun

Refleksi Bersama: Menemukan Makna di Balik Angka

Acara ini bukan sekadar seremonial pembagian rapor. Lebih dari itu, menjadi momen refleksi bersama, baik bagi sekolah, orang tua, maupun siswa. Kembali ke aula, Pak Taufiq mengingatkan bahwa angka di rapor bukanlah segalanya. “Nilai adalah salah satu bentuk evaluasi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita belajar dari pengalaman dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik,” tuturnya bijak.

Di deretan kursi, para wali murid tampak aktif berdiskusi dengan wali kelas. Ada yang bertanya tentang strategi belajar yang efektif, ada pula yang berkonsultasi tentang cara mengatasi kesulitan belajar anak. Suasana diskusi terasa hangat dan penuh kekeluargaan.

Menuju Masa Depan Gemilang: Sinergi Sekolah dan Keluarga

Pukul 11.00 WIB, acara penerimaan rapor pun usai. Para wali murid pulang dengan membawa lembaran rapor di tangan, juga segenggam harapan untuk masa depan putra-putri mereka.

Melalui momen ini, ikatan antara SMP Muhammadiyah 6 Krian dan para orang tua semakin erat. Sebuah sinergi yang akan menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan suportif.

Baca Juga:  Saat Doorprize Menghidupkan Suasana Rapat Pimpinan PCA Krian

Dengan dukungan penuh dari para wali murid dan dedikasi tinggi dari para guru, SMP Muhammadiyah 6 Krian optimistis melangkah maju, mencetak generasi unggul yang tak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia. Masa depan gemilang menanti, dan hari itu, di aula SMP Muhammadiyah 6 Krian, benih-benih harapan itu mulai disemai. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni