
Pena Area IPM Bawean bukan sekadar lapak biasa. Pena Area adalah ruang berbagi inspirasi, menyemai asa literasi, dan menggaungkan gaya hidup sehat.
Tagar.co – Alun-Alun Kecamatan Sangkapura, Bawean, Gresik, Jawa Timur, mendadak disulap menjadi oase literasi pada sore hari di akhir pekan terakhir tahun 2024.
Keramaian tak biasa terlihat di sisi barat alun-alun, tempat Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bawean menggelar “Pena Area” pada Sabtu-Ahad (28-29/12/2024).
Bukan sekadar lapak biasa, Pena Area adalah ruang berbagi inspirasi, menyemai asa literasi, dan menggaungkan gaya hidup sehat.
Baca juga: Pimpinan Ranting IPM SMP Mutiara Bawean Dilantik
Sejak pukul 15.00 WIB, puluhan anak-anak dengan wajah sumringah sudah memadati area ini. Tangan-tangan mungil mereka lincah menari dengan krayon di atas kertas gambar, menciptakan dunia penuh warna sesuai imajinasi.
Di sisi lain, remaja hingga orang dewasa tampak asyik membolak-balik halaman buku, tenggelam dalam dunia kata-kata. Suara tawa renyah sesekali terdengar, berpadu dengan bisik-bisik percakapan yang hangat.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda di penghujung tahun. Pena Area ini adalah ikhtiar kami untuk menghidupkan kembali kecintaan membaca, khususnya di kalangan pelajar,” ungkap Diana Bahtreza, Ketua Pelaksana, dengan binar semangat di matanya.
Senyum tak pernah lepas dari bibirnya saat melihat antusiasme pengunjung. Baginya, melihat anak-anak dan remaja yang asyik dengan buku adalah kebahagiaan tersendiri.
Sebanyak 100 buku, hasil kolaborasi dengan Kantor Kecamatan Sangkapura, tertata rapi di rak-rak sederhana. Dari buku cerita anak, novel remaja, hingga buku pengetahuan umum, semua tersedia dan bebas dibaca oleh siapa saja. Tak hanya itu, lembar kerja edukatif untuk anak TK dan SD pun disiapkan, mengajak mereka untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan cara yang menyenangkan.
“Asyik, bisa gambar macam-macam!” seru Fikri, bocah 6 tahun yang sedang asyik mewarnai gambar dinosaurus. Ibunya, Wita, yang duduk di sampingnya, mengamini.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak saya tidak hanya bermain, tapi juga belajar. Apalagi ada air minum dan permen juga, jadi betah di sini,” ujarnya sambil tersenyum.
Di sudut lain, Ilham Novian Ramadani, Ketua Umum Pimpinan Cabang IPM Bawean, tampak berbaur dengan pengunjung. “Pena Area ini untuk semua. Membaca itu hak semua orang, no border, no class,” tegasnya. Vian, sapaan akrabnya, berharap kegiatan ini bisa menjadi oase di tengah gempuran digital yang seringkali membuat orang lupa pada nikmatnya membaca buku.

Pohon Harapan
Yang menarik, di tengah keriuhan itu, sebuah “Pohon Harapan” berdiri tegak. Di ranting-rantingnya, tergantung kertas-kertas warna-warni bertuliskan nama dan harapan pengunjung.
“Awalnya cuma iseng jalan-jalan sore, eh malah ketemu Pena Area. Seru juga bisa nongkrong sambil baca buku,” ungkap Riska, seorang remaja putri, sembari menempelkan kertas harapannya. “Semoga tahun depan bisa lebih rajin baca buku,” tulisnya di sana.
Lebih dari sekadar literasi, Pena Area juga menjadi ajang kampanye anti asap rokok. Dengan tagline #GaulTanpaNyebul dan #SehatTanpaSebat, IPM Bawean mengajak generasi muda untuk menjauhi rokok. “Kalau mau gabung, pastikan rokoknya sudah mati. Ini langkah kecil kami untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” jelas Diana sembari tersenyum tegas.
Hingga sore berganti petang, Pena Area tetap ramai. Cahaya lampu alun-alun yang mulai menyala menambah suasana hangat dan akrab.
Di penghujung tahun 2024, IPM Bawean berhasil menorehkan jejak positif, menyalakan lentera literasi, dan memantik harapan untuk masa depan yang lebih baik. Pena Area bukan hanya sekadar lapak buku, tapi juga simbol semangat dan optimisme generasi muda Bawean. (#)
Jurnalis Sony Elvianto Hermawan Penyunting Mohammad Nurfatoni












