FeatureUtama

Pemerintah Matangkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

35
×

Pemerintah Matangkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Sebarkan artikel ini
Kemenko PMK Pratikno dalam konferensi pers usai rapat koordinasi (Foto Kemenko PMK)

Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis akan hadir untuk Anda! Program unggulan pemerintah ini siap menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan deteksi dini, hidup lebih berarti.

Tagar.co – Sebuah harapan baru bagi kesehatan masyarakat Indonesia tengah dipersiapkan dengan matang: Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terbukti dari survei Litbang Kompas yang mencatat 85 persen responden memberikan respons positif—angka tertinggi dibandingkan program prioritas lainnya.

Di lantai 14 Kantor Kemenko PMK, Kamis (23/1/2025), berlangsung Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Baca juga: Penggunaan Medsos Berlebihan Ancam Kesehatan Mental Gen Z, Menko PMK Akan Ambil Langkah

Rapat ini memfokuskan pada pematangan persiapan PKG. “Program ini akan segera diluncurkan. Saat ini kami tengah mempersiapkan berbagai dukungan teknis, termasuk data sasaran, infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM),” ujar Pratikno, dikutip dari siaran pers Kemenko PMK yang diterima Tagar.co, Kamis (23/1/25) sore.

PKG dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat melalui tiga program utama:

  1. PKG Ulang Tahun: Sebuah hadiah kesehatan bagi masyarakat di luar usia sekolah yang sedang berulang tahun. Pemeriksaan kesehatan gratis akan tersedia di puskesmas.
  2. PKG Sekolah: Memastikan kesehatan generasi penerus bangsa dengan pemeriksaan kesehatan untuk siswa di sekolah saat tahun ajaran baru.
  3. PKG Khusus: Memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil dan balita melalui pemeriksaan di posyandu dan puskesmas.

Data yang akurat menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program ini. “Dari segi data, data dukungan Dukcapil dari Kemendagri sudah ada sinergi termasuk dengan data BPJS Kesehatan. Karemena nanti ini akan menjadi basis data sasaran implementasi untuk PKG,” jelas Pratikno.

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan anggaran dan SDM untuk pelaksanaan PKG. Namun, PMK menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi yang kuat antar berbagai pihak. “Yang penting adalah memperkuat orkestrasi yang solid. Jika perlu, kita buat Instruksi Presiden (Inpres). Program ini sangat diharapkan masyarakat, namun juga memerlukan upaya besar dan penuh tantangan,” tambahnya.

Belajar dari kesuksesan program vaksinasi Covid-19, pemerintah akan mereplikasi strategi yang efektif, termasuk dukungan dari TNI-Polri dan pendekatan langsung ke wilayah terpencil. “Mohon dirujuk, dicek kembali pengalaman kita menangani vaksinasi Covid-19 dan apa yang bisa kita replikasi lagi untuk cek kesehatan gratis. Dan kita bisa bersama-sama harus bisa mengawal program secara sukses,” tegas Pratikno.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, MenPAN RB Rini Widyantini, dan perwakilan dari berbagai kementerian/lembaga terkait. (Daftar lengkap peserta dapat dilihat di lampiran).

Dengan PKG, pemerintah berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, sebuah hadiah kesehatan dari negara untuk rakyatnya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni