Feature

Pelatihan Menulis Deskripsi Berbasis Digital Perkuat Literasi Siswa SMA Muhammadiyah 1 Tegal

35
×

Pelatihan Menulis Deskripsi Berbasis Digital Perkuat Literasi Siswa SMA Muhammadiyah 1 Tegal

Sebarkan artikel ini
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Tegal, Mohammad Sulaiman (kiri) bersama Hendra Apriyadi (Tagar.co/Istimewa)

Puluhan siswa SMA Muhammadiyah 1 Tegal mengikuti pelatihan menulis deskripsi berbasis digital yang dipandu Hendra Apriyadi, mahasiswa S3 Pendidikan Bahasa Indonesia Uhamka, sebagai upaya memperkuat literasi, karakter, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Tagar.co – Puluhan siswa SMA Muhammadiyah 1 Tegal, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan menulis deskripsi berbasis digital dengan pendekatan budaya lokal, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah itu menjadi bagian dari ikhtiar pendidikan untuk mempertemukan pembelajaran bahasa, penguatan karakter, dan pelestarian budaya daerah.

Upaya tersebut digagas oleh Hendra Apriyadi, mahasiswa Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Hamka (Uhamka).

Selain sebagai mahasiswa doktoral, Hendra juga merupakan dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Uhamka.

Sebelumnya, Hendra juga menjadi narasumber dalam seminar internasional di Chiang Mai University, Thailand, pada ajang The Fifth APPBIPA Thailand Conference bertema “75 Years of Indonesia–Thailand Diplomatic Relations”.

Baca juga: Dosen Uhamka Perkenalkan Batik Tegalan di Seminar Internasional Thailand

Baca Juga:  Sekolah Muhammadiyah Harus Menjadi Pilihan Utama Masyarakat

Dalam forum tersebut, ia menegaskan pentingnya pelibatan budaya lokal dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada keterampilan menulis deskripsi.

Pelatihan di Tegal ini diikuti oleh siswa, guru Bahasa Indonesia, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Tegal, Mohammad Sulaiman dan Hendra Apriyadi bersama para peserta (Tagar.co/Istimewa)

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Tegal, Mohammad Sulaiman, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat karakter siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.

“Tegal merupakan daerah yang kaya akan budaya lokal. Pelatihan ini menjadi sarana mengenalkan dan menguatkan karakter siswa melalui nilai-nilai budaya. Ini merupakan bagian dari ikhtiar pendidikan karakter di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Hendra Apriyadi menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan literasi menulis siswa melalui pengenalan budaya lokal Tegal sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali, mendeskripsikan, dan mengapresiasi budaya daerahnya secara lebih mendalam.

Aspek digitalisasi tampak jelas dalam proses pembelajaran. Para siswa memanfaatkan smart TV untuk menyaksikan secara langsung berbagai contoh budaya lokal melalui tayangan video dari YouTube serta dokumentasi budaya Tegal lainnya.

Baca Juga:  Didik Suhardi: Olympicad Momentum Bangun Generasi Emas Muhammadiyah

Pemanfaatan media digital tersebut membantu siswa memperoleh gambaran visual mengenai objek budaya sehingga memudahkan mereka dalam menyusun teks deskripsi yang lebih akurat, detail, dan kontekstual.

Setelah proses pengamatan dan penulisan, hasil karya siswa dipublikasikan melalui media digital, baik melalui website sekolah maupun buletin digital. Guru Bahasa Indonesia memberikan umpan balik serta komentar terhadap karya siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi contoh sinergi antara literasi, budaya, dan teknologi dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi muda serta berorientasi pada penguatan karakter. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni