Panduan

Olahraga di Malam Hari

275
×

Olahraga di Malam Hari

Sebarkan artikel ini
Olahraga di malam hari menjadi gaya hidup orang kota. Dilakukan sepulang kerja sekaligus sebagai kegiatan refreshing dan kebugaran tubuh.
ILustrasi AI.

Olahraga di malam hari menjadi gaya hidup orang kota. Dilakukan sepulang kerja sekaligus sebagai kegiatan refreshing dan kebugaran tubuh.

Oleh Bening Satria Prawita Diharja MPd, guru PJOK SMP Muhammadiyah 1 Gresik

Tagar.co – Di kehidupan modern, olahraga bukan sekadar hobi untuk kesehatan dan kebugaran tubuh, tapi juga menjadi tren gaya hidup.

Tren orang modern menyisihkan waktu untuk berolahraga. Biasanya dilakukan saat pulang kerja. Maka bermunculan tempat-tempat gimnastik di kota.

Dihadiri anak-anak muda, orang dewasa, tua maupun muda, laki-laki hingga perempuan. Tempat gym menjadi arena bersosialisasi antar teman kerja, klien, dan menemukan teman baru. Tempat ini ramai di sore hingga malam hari.

Berolahraga sepulang kerja atau sekolah menjadi acara refreshing dari kesibukan kantor atau sekolah.

Olahraga pada malam hari mempunyai manfaat bagi tubuh apabila dilakukan dengan benar dan teratur.

Orang kantoran dan mahasiswa biasa memilih gimnastik atau bulu tangkis. Anak-anak sekolah datang berkelompok untuk main futsal, mini soccer, padel, basket, juga bulu tangkis.

Baca Juga:  Belajar Membuat Poa, Pelajaran Olahraga yang Asyik

Santai Saja

Menurut jurnal penelitian, olahraga malam hari meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru, menjaga kekuatan dan kelenturan otot tubuh, membantu mengontrol berat badan hingga mengurangi stres dan kelelahan mental yang muncul akibat menjalani aktivitas seharian.

Namun olahraga ini dilakukan santai saja, karena bukan untuk prestasi. Bertujuan untuk hidup sehat. Karena itu tak perlu dipaksa hingga kecapaian. Kalau sampai kecapaian olahraga di malam  hari malah bisa berakibat buruk.

Ada pengaruh peningkatan kadar radikal bebas yang terbentuk akibat olahraga yang dilakukan malam hari sampai kecapaian. Salah satunya yaitu reactive oxygen species (Yunus, 2016).

Dalam beberapa jurnal kesehatan menjelaskan, proses pembentukan reactive oxygen species (ROS) yang terjadi merupakan akibat gangguan ritme sirkadian yang dipengaruhi oleh penurunan kadar melatonin dalam tubuh dan aktivitasnya sebagai antioksidan.

Orang yang sibuk belajar atau bekerja dari pagi hingga sore dan masih melanjutkan olahraga di malam hari memiliki waktu recovery yang kurang sehingga dapat berimplikasi mengganggu sistem sirkadian dalam tubuh.

Baca Juga:  Dapur MBG Kroman Gresik Diresmikan

Sistem sirkadian merupakan jam biologis internal tubuh yang beroperasi dalam siklus 24 jam, mengatur berbagai fungsi fisiologis dan perilaku seperti siklus tidur-bangun, hormon, pencernaan, suhu tubuh, serta kinerja mental dan fisik (Kim & Dufy, 2018).

Dalam keadaan normal, fungsi ritme sirkadian mengatur siklus biologis ritme tidur. Dalam tidur, proses recovery dan metabolisme tubuh terjadi.

Denyut jantung akan turun menjadi 10-30 per detik. Itulah mengapa individu yang kualitas tidurnya baik tekanan darahnya juga baik. Saat recovery, dalam kondisi terbaik sel dan optimal akan memperbaiki sistem tubuh yang rusak.

Saat seseorang tertidur, limbah racun yang masuk ke dalam tubuh atau sel yang rusak dan tidak dapat bekerja dengan baik akan diserap oleh ginjal.

Ginjal akan mengeluarkan sebagian besar racun sehingga kondisi ini memungkinkan tubuh untuk memperbaiki sistem pertahanan.

Sistem kekebalan tubuh menguat saat tidur. Protein dan sistem imun akan berproduksi lebih banyak dibandingkan saat terjaga.

Rekomendasi Olahraga Malam Hari

Olahraga yang dapat dilakukan pada malam hari antara lain.

  1. Jalan kaki. Jalan kaki 10.000 langkah menurut penelitian mampu menjaga kesehatan jantung dan paru-paru serta menjaga berat badan ideal.
  2. Renang. Bermanfaat mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, membantu membakar kalori sebelum tidur, melatih fleksibilitas, serta menyehatkan jantung, sekaligus cocok sebagai penutup hari setelah beraktivitas.
  3. Bersepeda. Membantu mengurangi stres setelah aktivitas harian. Aktivitas fisik seperti bersepeda meningkatkan produksi hormon endorfin, berfungsi meningkatkan suasana hati, dan mengurangi ketegangan. Suasana malam yang lebih tenang dan sejuk juga memberikan pengalaman yang lebih rileks dibandingkan bersepeda di siang hari yang panas dan ramai. (#)
Baca Juga:  Guru Spemutu Jadi Petugas Upacara Peringatan HGN 2025

Penyunting Sugeng Purwanto