
Seusai Pemilu Raya dan pelantikan, Hisfa menapaki babak baru. Musyawarah kerja menjadi ruang perencanaan program, penyusunan tata tertib, dan penguatan karakter kepemimpinan santri.
Tagar.co – Hari Jumat, 16 Mei 2025, menjadi momen bersejarah bagi para pengurus Himpunan Santri Fattah (Hisfa) masa bakti 2025–2026. Setelah melewati serangkaian proses panjang—dari Musyawarah Hisfa, screening dan scoring calon, Pemilu Raya, hingga pelantikan formatur—tibalah saat yang dinantikan: Musyawarah Kerja (Muker).
Bertempat di Masjid Baiturrahim, kompleks Pondok Pesantren Al-Fattah, Muker resmi dibuka dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Masjid yang menjadi saksi sejarah perjalanan Hisfa itu kembali menjadi ruang lahirnya komitmen baru para pengurus muda dalam menyusun arah langkah organisasi.
Acara pembukaan dipandu dengan apik oleh Umar Mahda, siswa kelas XI yang juga menjabat sekretaris umum BPH Hisfa. Ia memandu jalannya acara secara profesional hingga akhir. Qiro’ah pembuka dibawakan oleh Rafif Wenng, sekretaris Departemen Peribadatan.
Baca juga: Estafet Kepemimpinan di Hisfa Al-Fattah: Semangat Baru Menuju Masa Depan
Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala SMA, Ustaz Ridwan, S.Pd., M.Pd., yang menggarisbawahi pentingnya program kerja sebagai pedoman organisasi. Ia menegaskan bahwa program kerja bukan sekadar formalitas administratif, melainkan alat ukur untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki mutu kegiatan ke depan.
“Program kerja ini harus bisa dilaksanakan dengan baik, bukan hanya bagus di atas kertas,” pesannya.

Sambutan berikutnya datang dari pengasuh Pondok Pesantren Al-Fattah, Drs. Ainun Rofik, M.Pd. Beliau menekankan pentingnya mekanisme kerja yang tertib dan sistematis dalam organisasi. Muker, menurutnya, adalah kelanjutan dari Musyawarah Hisfa (Muhis) yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Muker bukan sekadar rutinitas, tapi sarana merancang kegiatan yang membawa maslahat dan hikmah bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Setelah sesi sambutan yang inspiratif, acara inti Muker pun dimulai. Para pengurus terlibat aktif dalam menyusun program kerja dan buku tata tertib untuk masing-masing departemen. Diskusi berlangsung intens, namun tetap dalam semangat kekeluargaan dan saling menghargai.
Muker ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.15 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, seluruh pengurus berhasil merampungkan rencana kegiatan untuk satu tahun ke depan. Program-program yang disusun diharapkan dapat memperkuat karakter, meningkatkan kualitas keorganisasian, serta memberikan kontribusi nyata bagi para santri dan masyarakat sekitar.
Dengan rampungnya Muker, pengurus Hisfa masa bakti 2025/2026 kini siap mengimplementasikan program-program tersebut. Mereka juga membuka diri untuk bersinergi dengan berbagai pihak demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan.
Muker ditutup dengan penuh harapan. Para pengurus Hisfa bertekad menjadikan organisasi ini sebagai wadah pengembangan diri bagi santri sekaligus tempat menanamkan nilai kepemimpinan yang berkarakter dan amanah. (#)
Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni












