
Muhammadiyah Timika dan Fried Chicken. Ada keinginan kuat untuk memulai bisnis akibat motivasi dari Zainul Muslimin. Bisnis yang baik itu bisnis yang dieksekusi dan yang dimulai
Tagar.co – Zainul Muslimin, Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, dimanapun dan kapanpun selalu bersemangat memotivasi orang yang ditemuinya untuk berbisnis.
“Bisnis tidak selalu pakai modal besar. Sudah ada beberapa bisnis yang modalnya murah, jualnya mudah, dan marginnya wah. Salah satunya bisnis Bumbu Masak Mahmudah (BMM) dan bumbu Labuna,” tulis Zainul di beberapa grup WhatsApp.
Bahkan ketika mendapat tugas untuk menghadiri Pengukuhan PWM dan PWA Papua Tengah di Islamic Center Nabire, aura bisnis itu terus ditebarkan dan ditularkan.
“Selain membawa Baksomu dan Rendangmu, saya memang sengaja membawa ratusan sachet BMM dan Labuna. Saya bagikan ke peserta pengukuhan dan guru-guru sekolah Muhammadiyah. Paling tidak nantinya ada warga Muhammadiyah Papua Tengah yang bisa mengambil kesempatan bisnis ini, menjadi distributornya BMM dan Labuna,” ujarnya tegas.
Pengalaman MyFastchicken
Begitu Zainul menebar virus bisnis, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Timika, salah satu PDM yang dicover PWM Papua Tengah, menyampaikan permintaan khusus.
“Ketua PDM Timika, Pak Juma’ Aziz, kepingin mempunyai usaha Fried Chicken. Sekaligus nanti satu paket dengan pendirian PCM setempat. Maka saya perlu melakukan survei tentang dunia fried chicken,” ungkapnya.
Sebenarnya, lanjut Zainul, sejak 11 Nopember 2011 pernah mendirikan Restauran MyFastchicken. Saat itu yang meresmikan Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PWM Jatim, Muhammad Najikh (almarhum). “Sempat berjaya selama 5 tahun. Dan kemudian terur bertransformasi yang sampai saat ini menjadi Bunda Nuur Catering,” jelasnya mengungkap sejarah singkat.
Maka Kamis (24/7/2025) pagi, Zainul sudah mulai bergerilya. Menurutnya, di Jawa Timur sudah penuh sesak oleh berbagai outlet Fried Chicken. Belum lagi merek-merek yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar.
“Ternyata masih ada muncul merek baru dengan di ATM sedikit dan tak kalah masif. Fried Chicken ditambah Geprekin Aja. Sengaja pagi-pagi saya nongkrong di salah satu outletnya di Sidoarjo Jatim. Menghitung apa saja alat-alat yang penting dan harus ada. Tentu akhirnya berapa biaya yang dibutuhkan agar bisa jualan,” papar Zainul.
Jika tempat sudah ada, maka modal usaha yg dibutuhkan cukup 10 juta rupiah saja. Jika tidak cukup puBisnisnya modal 10 juta, maka 5 juta rupiah pun jadi. “Kalau terpaksa, insyaallah 3 juta rupiah sudah cukup. Bisnis yang baik itu bisnis yang dieksekusi, yang dimulai. Tetap semangat berbagi manfaat. Bismillah,” tuturnya bersemangat. (#)
Jurnalis Sugiran.












