Feature

Momen Langka ketika Mataf Lengang

55
×

Momen Langka ketika Mataf Lengang

Sebarkan artikel ini
Kelompok pertama jemaah haji asing melaksanakan salat Zuhur di mataf Masjidil Haram di Makkah pada Selasa, hari pertama musim haji tahunan. (Foto saudigazzete.com)

Saat larangan bagi pemegang visa non-haji berlaku, hanya jemaah haji asing yang mulai berdatangan. Kesunyian mataf menandai awal perjalanan spiritual musim haji 2025.

Tagar.co Pemandangan yang tak biasa tersaji di mataf—area putih berlapis marmer yang mengelilingi Ka’bah—pada Selasa, 1 Zulkaidah 1446 atau 29 April 2025. Hampir seluruh area yang biasanya dipenuhi lautan manusia itu tampak lengang. Hanya segelintir jemaah haji asing yang baru tiba terlihat melaksanakan tawaf, menandai dimulainya musim haji dan berakhirnya musim umrah tahun ini.

Menutip saudigazzete.com, dalam rekaman video yang beredar, mataf yang biasanya menjadi pusat kerumunan jemaah tampak hampir kosong. Fenomena ini terjadi seiring diberlakukannya larangan bagi pemegang visa non-haji untuk tinggal di Makkah mulai 29 April hingga berakhirnya puncak ibadah haji.

Baca juga: Musim Haji Dimulai: Jemaah Dunia Mulai Berdatangan ke Tanah Suci

Otoritas Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan tegas: sejak 29 April, semua agen perjalanan, biro wisata, dan pengelola akomodasi di Makkah dilarang menerima pemesanan atau proses check-in bagi siapa pun kecuali pemegang visa haji resmi atau izin kerja serta izin tinggal yang sah di kota suci tersebut selama musim haji.

Baca Juga:  Saudi Batasi Akses ke Makkah dan Hentikan Izin Umrah Jelang Musim Haji

Larangan serupa juga diberlakukan sejak 23 April, ketika Direktorat Keamanan Publik melarang seluruh ekspatriat tanpa izin resmi untuk memasuki wilayah Makkah.

“Kebijakan ini merupakan bagian dari persiapan besar Arab Saudi dalam menyambut musim haji 2025,” ujar Kementerian Dalam Negeri dalam pernyataannya. “Langkah-langkah ini bertujuan menjaga keselamatan jemaah dan memastikan mereka dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.”

Seiring waktu, jumlah jemaah di Masjidilharam diperkirakan akan terus bertambah. Para jemaah haji dari berbagai negara dijadwalkan tiba dalam beberapa hari mendatang, memulai perjalanan spiritual seumur hidup mereka.

Kementerian Dalam Negeri juga mengonfirmasi bahwa Selasa (29 April) menjadi hari terakhir keberadaan jemaah umrah di Kerajaan. Semua pemegang visa, kecuali yang memiliki visa haji, dilarang memasuki atau tetap berada di Makkah.

Selain itu, penerbitan izin umrah melalui platform Nusuk untuk warga negara maupun ekspatriat di Arab Saudi serta pemegang visa lainnya telah ditangguhkan hingga 14 Zulhijah.

Dengan diberlakukannya pembatasan ini, suasana Masjidil Haram bersiap menyambut puncak musim haji yang akan mempertemukan jutaan Muslim dari berbagai penjuru dunia dalam harmoni ibadah yang agung.

Baca Juga:  Mengetuk Langit, Menegakkan Bumi Pendidikan

Sepinya Mataf juga disaksikan Menteri Agama Nazaruddin Umar yang berada di Makkah, Selasa (29/4/25). “Masjidilharam tadi malam kosong, orang semuanya bisa mencium Ka’bah karena tidak ada orang umrah lagi. Sudah tidak ada (jemaah) umrah masuk. Semua yang bisa masuk adalah visa haji,” paparnya, dikutop dari kemenag.go.id (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni