
Arab Saudi menyambut kedatangan awal jemaah haji 2025 dengan sistem layanan terintegrasi. Ribuan jemaah dari Asia Selatan dan Asia Tenggara tiba di Jeddah dan Madinah.
Tagar.co – Musim haji 2025 resmi dimulai. Gelombang pertama jemaah haji dari berbagai negara mulai berdatangan ke Arab Saudi pada Selasa (29/4/2025). Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Arab Saudi, Saleh Al-Jasser, secara langsung menyambut kedatangan rombongan pertama jemaah di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Melansir laporan arabnews.com, pesawat pertama yang tiba membawa 396 jemaah dari Dhaka, Bangladesh. Mereka menjadi bagian dari ribuan calon haji yang akan masuk melalui enam bandara utama yang ditetapkan pemerintah Saudi: Bandara Internasional King Abdulaziz (Jeddah), Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz (Madinah), Bandara Internasional Pangeran Abdulmohsen (Yanbu), Bandara Taif, Bandara Internasional King Khalid (Riyadh), dan Bandara Internasional King Fahd (Dammam).
Baca juga: Denda Ratusan Juta, Deportasi 10 Tahun: Aturan Ketat Haji 2025
“Seluruh bandara didukung oleh sistem layanan terintegrasi yang dirancang untuk mempermudah perjalanan jemaah dari kedatangan hingga kepulangan,” ujar Al-Jasser. “Ini bagian dari komitmen Kerajaan dalam melayani dua Tanah Suci dan para tamu Allah.”
Dari Bangladesh, total 87.100 jemaah dijadwalkan melaksanakan ibadah haji tahun ini. Salah satu penerbangan membawa 414 jemaah yang disambut langsung oleh Duta Besar Bangladesh untuk Arab Saudi, M. Delwar Hossain. Ia memastikan bahwa seluruh perwakilan Bangladesh, baik kedutaan, konsulat, maupun misi haji, siap memberi bantuan penuh kepada jemaah.
Sementara itu, program Makkah Route Initiative juga mulai memberangkatkan rombongan pertamanya. Sebanyak 442 jemaah dari Islamabad, Pakistan, tiba di Madinah pada hari yang sama. Program ini memungkinkan seluruh proses imigrasi, visa, dan pengecekan kesehatan dilakukan di negara asal, sehingga memudahkan jemaah saat tiba di Saudi.
Menteri Urusan Agama Pakistan, Sardar Muhammad Yousaf, bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Pakistan, Nawaf bin Said Al-Malki, turut melepas keberangkatan jemaah. Dalam pesannya, Yousaf mengimbau agar seluruh jemaah mematuhi hukum dan budaya lokal Arab Saudi. “Sebagai tamu Allah dan duta bangsa, hormatilah aturan dan nilai-nilai masyarakat Saudi,” ujarnya dalam siaran langsung.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Pakistan tengah mengupayakan perluasan layanan Makkah Route ke lebih banyak kota, dan akan segera meninjau langsung persiapan haji di Saudi. Sebagai bagian dari inovasi layanan, setiap jemaah juga dibekali kartu SIM khusus yang berisi aplikasi navigasi untuk membantu mereka jika tersesat, terutama di kawasan Mina.
Hari itu juga, Pakistan menerbangkan lima penerbangan haji tambahan: dua dari Lahore dan masing-masing satu dari Islamabad, Karachi, Quetta, dan Multan. Secara keseluruhan, 89.000 jemaah Pakistan akan diberangkatkan melalui 342 penerbangan hingga akhir Mei, dengan tambahan 23.620 jemaah dari sektor swasta.
Dari Malaysia, rombongan pertama jemaah haji juga tiba di Madinah melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur. Mereka merupakan bagian dari skema Makkah Route Initiative yang menjamin efisiensi layanan sejak sebelum keberangkatan: visa, kesehatan, paspor, hingga pengkodean bagasi semua dilakukan di tanah air. Setiba di Saudi, jemaah langsung diantar ke tempat tinggal dan bagasi mereka dikirim tepat ke lokasi penginapan.
Tak ketinggalan, jemaah dari India juga mendarat di Madinah pada hari yang sama. Sebanyak 262 jemaah dari Hyderabad disambut hangat oleh para pejabat bandara dengan bunga dan cendera mata. Seluruh proses masuk berjalan lancar, berkat koordinasi ketat antarinstansi Saudi.
Pemerintah Arab Saudi menyatakan bahwa seluruh otoritas terkait telah menjalankan rencana operasional untuk memastikan kenyamanan para tamu Allah, dari bandara hingga ke penginapan, sebagai bentuk keseriusan kerajaan dalam memfasilitasi ibadah haji tahun ini. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












