Telaah

Meraih Kemerdekaan Hakiki

24
×

Meraih Kemerdekaan Hakiki

Sebarkan artikel ini
Ustaz Soedjono

Teko Makkah langsung nang bandara
numpak montor ojo telat utawa ngepas
Lek pengin urip merdeka lan sejahtera
para koruptor lan penjilat kudu ditumpas

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Kemerdekaan hakiki tidak akan bisa diraih tanpa pertolongan Allah Swt. Sebagai manusia, kita sering dihantui rasa cemas, malas, bahkan terjebak dalam belenggu utang dan tekanan hidup.

Karena itu, doa menjadi senjata utama agar jiwa tetap kuat, langkah tetap teguh, dan bangsa ini benar-benar meraih kemerdekaan yang sejati.

Kita buka dengan doa agung yang diajarkan Nabi ﷺ:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, dari sifat lemah dan malas, dari sikap pengecut dan bakhil, serta dari jeratan utang dan penindasan orang atau bangsa lain.”

Makna Merdeka Hakiki

Merdeka sejati tidak hanya berarti bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga terbebas dalam seluruh bidang kehidupan. Dalam ranah ideologi, bangsa ini harus tetap teguh memegang dasar negara. Dalam politik luar negeri, Indonesia perlu berdiri kokoh, berdaulat, dan tidak tunduk pada tekanan pihak lain.

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Baca juga: Positive Thinking, Seduluran Saklawase

Di bidang ekonomi, kemandirian adalah kunci, agar bangsa ini tidak tergantung pada utang dan bantuan asing. Secara sosial, semangat gotong royong, kekeluargaan, dan saling menghormati harus dijaga agar tidak terkikis oleh sifat egois.

Dalam budaya, nilai-nilai luhur bangsa mesti tetap tegak, tidak tergeser oleh arus globalisasi, dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Sedangkan dalam pertahanan dan keamanan, rakyat semesta bersama TNI dan Polri harus menjadi kekuatan utama, profesional, berwibawa, serta disegani.

Inilah wajah kemerdekaan hakiki: bangsa yang berdaulat, bermartabat, dan sejahtera lahir batin.

“Semoga Allah Swt. menganugerahkan kepada NKRI kemerdekaan yang hakiki, kemerdekaan yang membawa rakyat hidup tenteram, berdaulat, dan maju. Amin ya rabbal alamin.”

Monggo sami-sami salat tahajud, ngangkat doa kanggo bangsa.

Merdeka! merdeka! merdeka! Dirgahayu Ke-80 Indonesiaku: bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni