Telaah

Positive Thinking, Seduluran Saklawase

18
×

Positive Thinking, Seduluran Saklawase

Sebarkan artikel ini
Dai Segudang Parikan Ustaz Soedjono dalam Pengajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa Menganti Gresik, 3 November 2024 (Tagar.co/Amirul Mukminin)

Lagu sing teko Irian jenenge Apuse
lagu teko Jawa jenenge Gambang Suling
Supaya raket seduluran saklawase
ayo padha duwe sifat positive thinking

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Dalam hidup sehari-hari, kita sering dihadapkan pada peristiwa yang memancing prasangka. Ada kabar miring, ada tingkah laku orang yang tampak mencurigakan, bahkan kadang ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Nah, di saat-saat seperti itulah Allah Swt. mengajarkan kita untuk tetap menjaga hati dengan berprasangka baik (husnuzan).

Rasulullah Saw. bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

“Jauhilah oleh kalian berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta perkataan. Jangan mencari-cari aib orang lain serta menyebarkan isu. Jangan saling bersaing yang tidak sehat, jangan saling dengki, jangan saling membenci, dan jangan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang saling bersaudara.” (Musnad Ahmad, 9620)

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Hadis ini menegaskan, prasangka buruk hanya akan melahirkan permusuhan. Sebaliknya, prasangka baik akan mempererat persaudaraan.

Manfaat Positive Thinking dalam Kehidupan

Berprasangka baik atau positive thinking membawa banyak manfaat dalam kehidupan seorang muslim. Pertama, ia mampu menenteramkan hati. Pikiran yang baik menjauhkan kita dari rasa was-was dan curiga berlebihan, sehingga jiwa menjadi lebih damai dan tenteram.

Baca juga: nAllah Tempat Curhat Terbaik, Hati Tenang Hidup Asyik

Kedua, husnuzan juga menguatkan ukhuwah. Saat kita membiasakan diri untuk melihat sisi baik dari saudara kita, maka rasa percaya dan saling menghargai akan tumbuh dengan sendirinya. Persaudaraan pun menjadi semakin kokoh.

Ketiga, berprasangka baik membuat kita lebih mudah menemukan jalan keluar. Allah telah menjanjikan bahwa kelapangan akan datang setelah kesulitan. Dengan sikap tawakal dan pandangan positif, seseorang akan lebih optimis dalam menghadapi ujian hidup.

Keempat, sikap ini juga meningkatkan iman. Sebab, setiap prasangka baik yang kita tanamkan adalah bentuk ibadah yang menguatkan keyakinan pada takdir Allah. Dengan begitu, hidup terasa lebih ringan karena kita yakin bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari rencana terbaik-Nya.

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Doa dan Ajakan

“Ya Allah, ya Rabb … Karuniakanlah kami hati, lisan, dan pikiran yang selalu berprasangka baik kepada-Mu dan pada sesama insan … Amin.”

Monggo, mari kita jaga hati dengan husnuzan, kuatkan ibadah dengan salat tahajud, dan tumbuhkan sifat positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, persaudaraan kita akan semakin erat, dan hidup terasa lebih indah. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni