Feature

Menyalakan Api Kreativitas: Siswa SMK Pemuda Krian Belajar Menjadi Sineas Muda Berbakat

37
×

Menyalakan Api Kreativitas: Siswa SMK Pemuda Krian Belajar Menjadi Sineas Muda Berbakat

Sebarkan artikel ini
Siswa SMK Pemuda Krian asah kreativitas di workshop film bersama Umsida. Belajar sinematografi, menulis skenario, dan praktik langsung, siap jadi sineas muda berbakat.
Moch. Syahrul Rizal, S. I. Kom memaparkan materi workshop (Tagar.co/Fransy Herani Putri)

Siswa SMK Pemuda Krian asah kreativitas di workshop film bersama Umsida. Belajar sinematografi, menulis skenario, dan praktik langsung, siap jadi sineas muda berbakat.

Tagar.co – Di balik setiap film yang memukau, ada ide sederhana yang tumbuh menjadi kisah luar biasa. Dari secarik kertas hingga layar yang bersinar, setiap adegan membawa emosi, pesan, dan mimpi yang ingin disampaikan. Begitulah dunia perfilman—sebuah perpaduan antara imajinasi, teknik, dan keberanian untuk bercerita.

Semangat inilah yang terasa begitu kuat di SMK Pemuda Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 54 siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) mengikuti Workshop Pembuatan Film bertajuk “Dasar Kreativitas di Dunia Visual” dalam Program Guru Tamu dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Digelar pada Kamis, 30 Januari 2025, workshop yang berlangsung selama empat jam ini menghadirkan Moch. Syahrul Rizal, S.I.Kom., seorang filmmaker dan alumnus komunikasi, yang berbagi ilmu tentang bagaimana mengubah gagasan menjadi karya sinematik yang berkesan.

Siswa SMK Pemuda Krian praktik menggunakan kamera dalam pembuatan film (Tagar.co/Fransy Herani Putri)

Menemukan Cerita, Membidik Makna

Sejak awal, Moch. Syahrul Rizal menekankan bahwa cerita adalah jantung dari sebuah film. Ia mengajak para siswa untuk memperbanyak membaca, mengamati kehidupan sekitar, dan menemukan inspirasi dari hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian.

Baca Juga:  Isra Mikraj di SMK Pemuda Krian, Menyemai Akhlak Rasulullah bagi Generasi Muda

“Film yang baik berawal dari cerita yang kuat. Maka, jadilah pengamat yang peka dan pencerita yang jujur,” pesannya.

Setelah menggali ide, para siswa diperkenalkan dengan teknik sinematografi, mulai dari penggunaan kamera, pencahayaan, hingga audio. Mereka belajar:

  • Angle Kamera: Eye level untuk kesan natural, low angle untuk efek dominan, dan high angle untuk suasana dramatis.
  • Komposisi Gambar: Memanfaatkan rule of thirds, leading lines, dan depth of field agar tampilan visual lebih menarik dan bercerita.
  • Gerakan Kamera: Menggunakan teknik panning, tilting, dan tracking untuk memberikan nuansa sinematik dan dinamis.
  • Efek Visual & Genre Film: Memahami berbagai genre film serta bagaimana efek visual dapat meningkatkan kualitas dan mendukung narasi.

Tidak hanya teori, siswa juga diajak langsung mempraktikkan penggunaan kamera [jenis kamera] dan bereksperimen dengan berbagai sudut serta pencahayaan untuk mendapatkan hasil terbaik. Mereka tampak antusias mencoba dan mengeksplorasi kreativitas visual mereka, dipandu langsung oleh ahlinya.

Siswa-siswi SMK Pemuda Krian mengerjakan tugas pembuatan video (Tagar.co/Fransy Herani Putri)

Menulis Skenario: Merangkai Kata, Menghidupkan Cerita

Bagaimana sebuah kisah dapat hidup di layar? Pertanyaan ini dijawab oleh Ferry Wahyu, S.I.Kom., yang memandu sesi penulisan skenario film. Ia menjelaskan teknik menulis premis, mengembangkan karakter yang menarik, serta menyusun alur cerita yang kuat dan memikat.

Baca Juga:  Umsida Hadirkan Smart Trainer PLTS di SMK Pemuda Krian, Siswa Dilatih Kuasai Energi Masa Depan

“Premis yang kuat adalah kunci. Dari sana, kita bisa membangun karakter yang hidup dan alur cerita yang membuat penonton penasaran,” ujar Ferry Wahyu.

Sebagai tantangan, siswa diminta untuk menyusun naskah film pendek bertema promosi sekolah. Tugas ini menjadi ajang untuk menuangkan semua ilmu yang telah mereka pelajari, sekaligus memperkenalkan potensi sekolah mereka.

Antusiasme peserta begitu terasa. Erlyn Ananda Nur Rohmah, siswi kelas XII DKV-2, mengungkapkan kegembiraannya, “Workshop ini membuka mata saya tentang bagaimana film dibuat dengan teknik yang benar dan profesional. Saya semakin ingin belajar lebih dalam tentang dunia perfilman!”

Membuka Jalan Menuju Masa Depan Sineas Muda

Kegiatan ini bukan sekadar pelajaran di kelas, tetapi juga awal dari perjalanan kreatif para siswa. Dengan ilmu yang telah mereka dapatkan, bukan tidak mungkin suatu hari nanti, salah satu dari mereka akan melahirkan karya yang menginspirasi dunia, dan menjadi sineas muda berbakat kebanggaan Indonesia. (#)

Jurnalis Fransy Herani Putri Penyunting Mohammad Nurfatoni