
Petualangan edukatif KB-TK Islam Chairina mengenalkan transportasi darat dan profesi pemadam, menumbuhkan empati serta keberanian sejak dini.
Tagar.co — Rasa penasaran mewarnai wajah anak-anak KB dan TK Islam Chairina, Desa Tempuran, , Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa, 28 Oktober 2025. Hari itu, mereka mengikuti kegiatan Outing Class bertema “Pengenalan Transportasi” dengan tujuan yang berbeda dari biasanya: Kantor Pemadam Kebakaran.
Sejak pagi, siswa-siswi berangkat menggunakan bus sekolah dengan semangat menggebu. Bagi sebagian dari mereka, inilah pengalaman pertama mengenal transportasi darat secara langsung bersama teman-teman.
Baca juga: Aksi Spektakuler dan Siraman Damkar Warnai Penutupan Fortasi Smamsatu 2025
Setibanya di kantor damkar, mereka disambut hangat oleh petugas yang segera mengajak mengenal lebih dekat kendaraan utama penyelamat saat kebakaran, yaitu mobil pemadam.
Sorak kagum terdengar ketika petugas memperlihatkan perlengkapan lengkap mobil damkar—mulai dari selang air, helm pelindung, hingga seragam tebal anti panas. Mata kecil mereka berbinar melihat bagaimana alat-alat tersebut bekerja saat kondisi darurat.

Puncak keseruan muncul saat anak-anak diberi kesempatan menyemprotkan air dari selang yang besar, dibantu petugas yang sigap menjaga keamanan. Tawa riang langsung memenuhi suasana, menjadikan pengalaman itu sangat berkesan bagi seluruh peserta outing.
Selain diperkenalkan alat-alat penyelamatan, edukasi ringan mengenai bahaya kebakaran dan cara menyelamatkan diri juga disampaikan secara sederhana dan interaktif. Pendekatan yang ramah anak ini membuat mereka mudah memahami pentingnya keselamatan sejak dini.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama petugas dan guru pendamping sebagai kenang-kenangan berharga dari pembelajaran luar kelas ini. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran atas sambutan dan bimbingannya.
Melalui kegiatan outing ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang transportasi darat, tetapi juga mengenal profesi mulia pemadam kebakaran yang penuh keberanian dan pengabdian. Harapannya, rasa kagum dan empati kepada para pahlawan kemanusiaan itu dapat tumbuh sejak dini.
Belajar bisa di mana saja—setiap pengalaman adalah pintu menuju dunia pengetahuan baru. (#)
Jurnalis Al Mukharomah Penyunting Mohammad Nurfatoni











