
Sebanyak 281 hafiz cilik dari 28 SD/MI Muhammadiyah Surabaya mengikuti Wisuda Tahfiz III. Parade Tilawah yang syahdu menghadirkan haru dan inspirasi bagi hadirin dan orang tua.
Tagar.co – Suasana syahdu menyelimuti lantai 6 Smamda Tower pada Ahad pagi, 4 Mei 2025. Sebanyak 281 hafiz dan hafizah cilik dari 28 SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya mengikuti prosesi Wisuda Tahfidz III yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya.
Namun bukan sekadar prosesi wisuda yang menjadi pusat perhatian. Lantunan ayat suci dalam Parade Tilawah menggema penuh haru, menghadirkan suasana khusyuk yang menggetarkan hati seluruh hadirin.
Baca juga: 280 Hafiz Cilik Muhammadiyah Surabaya Siap Diwisuda: Menapaki Jalan Generasi Qurani
Sebanyak 17 siswa-siswi perwakilan SD/MI Muhammadiyah tampil bergantian menyenandungkan Surah Asy-Syams ayat 1 hingga 8 lengkap dengan terjemahannya. Suara merdu dan penghayatan mendalam membuat seisi ruangan terdiam, larut dalam kekhusyukan. Ayat demi ayat mengalir lembut, menciptakan suasana sakral yang menyelimuti seluruh sudut gedung.
“Demi matahari dan sinarnya di pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya…” Suara anak-anak bergema indah, seolah membalut Smamda Tower dengan cahaya spiritual yang menenangkan. Para hadirin, termasuk 258 wali murid yang hadir, tampak haru, hanyut dalam suasana religius yang mendalam.

Harapan Hafiz Kecil
Mikail Kenzie Almaliki, siswa SD Muhammadiyah 10 Surabaya, menjadi salah satu peserta Parade Tilawah. Meski masih belia, Kenzie tampil percaya diri dan khidmat. “Saya senang bisa membaca Al-Qur’an di depan banyak orang. Semoga saya bisa terus menghafal sampai 30 juz,” ucapnya dengan senyum bangga.
Hal serupa dirasakan Arsyla Zian Lafatunnisa, siswi SD Muhammadiyah 24 Surabaya. “Rasanya campur aduk, ada gugupnya, tapi lebih banyak senangnya. Bisa ikut acara besar ini adalah pengalaman yang luar biasa,” tutur Arsyla dengan mata berbinar.
M. Zidan Al-Makkah dari SD Muhammadiyah 6 Gadung juga membagikan rasa harunya. “Senang sekali bisa ikut tampil. Apalagi melihat teman-teman diwisuda, rasanya jadi makin semangat menambah hafalan Al-Qur’an.”
Bangga atas Semangat Anak Didik
Rasa bangga turut diungkapkan Enik Nurfiyah, pembina Parade Tilawah. Ia mengaku kagum dengan kemampuan para siswa yang tampil memukau meski dengan persiapan singkat. “Anak-anak ini cerdas. Hanya dengan dua kali latihan mereka sudah bisa menguasai irama bayati. Salut dan bangga melihat semangat mereka,” ujarnya penuh haru.
Kegiatan Parade Tilawah ini bukan sekadar pembacaan ayat suci, melainkan simbol semangat dan capaian siswa-siswi dalam menapaki jalan sebagai penjaga kalam Ilahi. Kehadiran ratusan wali murid menjadi bukti bahwa pendidikan Qur’ani mendapat tempat istimewa di hati para orang tua.

Sinergi Sekolah, Orang Tua, dan Siswa
Ketua K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya, Amang Muazam, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk apresiasi atas perjuangan para siswa dalam menghafal Al-Qur’an. “Ini juga momentum memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan siswa dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini.”
Cholifatul Chasanah, pemandu acara wisuda, menegaskan, “Ini bukan hanya seremoni. Ini adalah perayaan perjuangan. Hafalan anak-anak kita adalah hasil dari proses panjang, ketekunan, dan bimbingan guru serta orang tua.”
Acara ditutup dengan doa bersama yang menguatkan nuansa spiritual. Para wisudawan membawa pulang bukan hanya sertifikat tahfidz, melainkan kenangan yang akan mereka ingat sepanjang hidup.
Wisuda Tahfidz ke-3 ini tak sekadar ajang penghargaan bagi para hafiz dan hafizah cilik, tetapi juga syiar sekaligus inspirasi bagi generasi Qur’ani masa depan—sebuah langkah kecil menuju peradaban besar yang menjunjung nilai-nilai ilahiah. (#)
Jurnalis M. Khoirul Anam Penyunting Mohammad Nurfatoni












