Tagar.co – Untuk memastikan pemulihan segera, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, turun langsung meninjau sekolah-sekolah terdampak sambil membawa berbagai bentuk bantuan, Kamis (6/3/25).
Dalam kunjungannya, Mendikdasmen didampingi oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Mahfudz Abdurrahman. Mereka meninjau beberapa sekolah, seperti SMA Negeri 6 Kota Bekasi, SD Negeri Pekayon Jaya IV, dan TK Aisyiyah 44. Selain melihat kondisi pascabanjir, mereka juga menyerahkan bantuan untuk membantu para siswa dan tenaga pendidik bangkit dari keterpurukan akibat bencana ini.
Baca juga: Pemerintah Percepat Rehabilitasi Pascabanjir di Bekasi
“Kami meninjau sekolah-sekolah yang terdampak banjir di wilayah Bekasi. Selain melihat kerusakan yang ditimbulkan, kami juga memberikan bantuan dari pemerintah. Semua ini mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir di Kota Bekasi,” ujar Abdul Mu’ti.
Bantuan yang diberikan meliputi 100 paket family kit, serta berbagai school kit untuk jenjang PAUD hingga SMA. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan dana total sebesar Rp855 juta untuk berbagai jenjang pendidikan, serta satu paket tenda kelas darurat untuk SD.

Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 114 satuan pendidikan terdampak banjir di Bekasi. Rinciannya, 90 SD di Kabupaten dan Kota Bekasi, 3 SMP di Kota Bekasi, serta 9 SMA dan 5 SMK di wilayah tersebut. Sementara itu, 7 Sekolah Luar Biasa (SLB) dan 54 satuan PAUD juga turut terdampak.
Menteri Mu’ti menegaskan bahwa sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akan mendapat dukungan anggaran untuk pemulihan. “Tentu saja sekolah-sekolah yang rusak kami bantu dengan alokasi anggaran yang ada. Kami identifikasi juga apa yang dapat kami bantu sesuai dengan tingkat kerusakannya. Bantuan ini tidak hanya oleh pemerintah pusat, melainkan juga pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebagai penyelenggara pendidikan,” jelasnya.
Dukungan ini mendapat apresiasi dari Mahfudz Abdurrahman, yang berharap pemulihan dapat berjalan cepat. “Saya sebagai bagian dari warga Kota Bekasi, mudah-mudahan sekolah-sekolah ini akan segera berkegiatan seperti semula,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Pekayon Jaya IV, Agus Hernala, mengungkapkan bahwa banjir terjadi pada Selasa pagi dan menyebabkan kerusakan pada peralatan belajar, seperti buku, komputer, dan meja kursi.
“Kerusakan konstruksi bangunan tidak terlalu signifikan dan masih stabil, namun dampak lebih besar terasa pada pembelajaran. Seharusnya tanggal 6 Maret 2025 para siswa sudah mulai masuk di bulan Ramadan, namun karena belum kondusif, kami memberlakukan pembelajaran jarak jauh sampai sarana prasarana dan lingkungan sekolah sudah kembali dibersihkan,” jelasnya.
Agus juga mengapresiasi bantuan yang diterima sekolahnya. “Alhamdulillah, dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kami mendapat bantuan dana Rp25 juta untuk operasional pembersihan dan pembelian alat-alat yang rusak,” katanya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima Tagar.co, Kamis malam.
Upaya pemulihan ini diharapkan dapat mempercepat kembalinya aktivitas belajar mengajar di Bekasi, sehingga para siswa tidak kehilangan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak, meskipun di tengah bencana. Pemerintah pun terus mendorong berbagai pihak untuk turut serta dalam membantu sekolah-sekolah terdampak agar kegiatan belajar bisa segera berjalan normal kembali. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












