Feature

Melindungi Anak dari Jajanan Berbahaya, Prodi Farmasi UM Bandung Gelar Edukasi Keamanan Pangan

35
×

Melindungi Anak dari Jajanan Berbahaya, Prodi Farmasi UM Bandung Gelar Edukasi Keamanan Pangan

Sebarkan artikel ini

Menanamkan kesadaran pangan halal sejak dini, Prodi Farmasi UM Bandung menggelar edukasi di Panyileukan. Anak-anak dan pelaku usaha diajak mengenali bahan berbahaya dalam makanan serta pentingnya sertifikasi halal.
Tim Prodi Farmasu UM Bandung sedang mennunjukkan cara sederhana pengujian makanan (Tagar.co/Feri Anugrah)

Menanamkan kesadaran pangan halal sejak dini, Prodi Farmasi UM Bandung menggelar edukasi di Panyileukan. Anak-anak dan pelaku usaha diajak mengenali bahan berbahaya dalam makanan serta pentingnya sertifikasi halal.

Tagar.co – Ahad (9/2/25) pagi itu, suasana di TPA Al-Muhajir, Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat, terasa berbeda dari biasanya. Puluhan ibu-ibu PKK, pelaku usaha, dan anak-anak dari Kelurahan Cipadung Kidul berkumpul dengan penuh antusias. Mereka bukan hanya datang untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya makanan halal dan keamanan pangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Dengan tema “Edukasi Halal dan Sertifikasi Halal serta Demonstrasi Bahan Kimia Berbahaya pada Makanan,” acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang bagaimana menjaga kesehatan melalui makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Baca juga: Membangun Budaya Riset: Dirjen Saintek Kemdiktisaintek Beri Kuliah Umum di UM Bandung

Ketua Tim PKM Prodi Farmasi UM Bandung, Nanda Raudhatil Jannah, menegaskan kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mendeteksi bahan kimia berbahaya dalam makanan. Menurutnya, pemahaman ini sangat penting, terutama bagi anak-anak, agar mereka lebih berhati-hati dalam memilih jajanan sehari-hari.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru Fakultas Farmasi UM Bandung Didorong Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengonsumsi makanan berdasarkan selera, tetapi juga memahami kandungan di dalamnya. Oleh karena itu, mereka diajarkan cara membedakan makanan yang mengandung zat berbahaya melalui demonstrasi langsung,” jelas Nanda.

Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengidentifikasi bahaya yang tersembunyi di balik makanan yang mereka konsumsi.

Tim Prodi Farmasu UM Bandung sedang sosialisasi pada ibu-ibu (Tagar.co/Feri Anugrah)

 

Lebih dari Sekadar Edukasi: Menanamkan Kebiasaan Sehat sejak Dini

Selain edukasi bagi anak-anak, para pelaku usaha pun mendapatkan wawasan penting mengenai proses sertifikasi halal. Tidak sedikit dari mereka yang belum memahami bagaimana cara mengurus sertifikasi ini agar produk yang mereka jual lebih terpercaya di mata konsumen. Nanda menegaskan bahwa UM Bandung siap membantu memfasilitasi para pelaku usaha dalam proses pengurusan sertifikasi.

Ketua Prodi Farmasi UM Bandung, Dwintha Lestari, turut menekankan pentingnya kesadaran terhadap kandungan makanan yang dikonsumsi, terutama di kalangan anak-anak dan orang tua. “Jajanan anak-anak mungkin terlihat menarik, tetapi bisa saja mengandung zat berbahaya seperti boraks atau formalin. Jika anak-anak sudah memahami bahayanya sejak dini, mereka akan lebih selektif dalam memilih makanan,” ujar Dwintha.

Baca Juga:  Sepuluh Stan Kantin Smamda Sidoarjo Kantongi Sertifikat Halal BPJPH

Dalam sesi materi, Rovi Husnaini, selaku pemateri pertama, membahas pengaruh makanan halalan tayiban terhadap perilaku anak-anak. Ia menekankan bahwa makanan yang halal dan baik tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran spiritual serta ketaatan terhadap ajaran agama.

Sementara itu, Titian Daru Asmara Tugon, sebagai pemateri kedua, mengangkat topik pentingnya sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi halal tidak hanya sebagai syarat administratif, tetapi juga menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen.

Tim Prodi Farmasu UM Bandung bersama peserta setelah acara (Tagar.co/Feri Anugrah)

Antusiasme Warga dan Harapan di Masa Depan

Ketua RW 02 Kecamatan Panyileukan, Mustofa, pun memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Prodi Farmasi UM Bandung. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru bagi warganya terkait keamanan pangan.

“Kami sangat berterima kasih dan bangga karena UM Bandung telah mempercayai warga kami untuk mendapatkan bimbingan ini. Ini merupakan pengetahuan yang sangat berharga bagi masyarakat kami,” ujar Mustofa. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan di masa mendatang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan pangan.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru Fakultas Farmasi UM Bandung Didorong Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Menurut Mustofa, sebelumnya banyak warga yang belum memahami cara memastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari zat berbahaya. Namun, setelah mengikuti edukasi ini, mereka kini lebih mengerti bagaimana memilih makanan yang aman dan halal.

Kegiatan pengabdian ini mendapat dukungan dari Hibah Internal Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bandung. Dengan adanya dukungan ini, UM Bandung terus berkomitmen untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dan keamanan pangan.

Dengan semangat berbagi ilmu dan membangun kesadaran, diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Panyileukan untuk hidup lebih sehat dan cerdas dalam memilih makanan. (#)

Jurnalis Feri Anugrah Penyunting Mohammad Nurfatoni