Feature

Lomba Unik dan Kostum Meriah, Cara Ikwam SD Almadany Rayakan Kemerdekaan

34
×

Lomba Unik dan Kostum Meriah, Cara Ikwam SD Almadany Rayakan Kemerdekaan

Sebarkan artikel ini
Ibu-ibu Ikwam SD Almadany sedang mengikuti lomba lomba melempar balon sambil memakai kemeja (Tagar.co/Eli Syarifah)

Pagi istimewa di SD Almadany diwarnai tawa dan yel-yel. Lomba unik Ikwam, dari nyunggi tempeh hingga balon kemeja, jadi wujud cinta kemerdekaan dan persaudaraan antarwali murid.

Tagar.co – Suasana halaman gedung baru SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, pada Jumat (15/8) pagi itu terasa istimewa. Merah putih berkibar di setiap sudut, bando dan syal bernuansa kemerdekaan menghiasi kepala para peserta. Tawa, sorak, dan derai semangat ibu-ibu Ikatan Wali Murid (Ikwam) memecah udara.

Baca juga: Lomba Balap Karung Berhelm Memeriahkan Peringatan Kemerdekaan di SD Almadany

Ada tiga lomba yang digelar untuk memeriahkan HUT Ke-80 Republik Indonesia. Yaitu lomba nyunggi tempeh, lomba memasukkan bulpen ke dalam botol, dan lomba melempar balon sambil memakai kemeja,” ujarnya.

“Selain itu, ada hadiah hiburan untuk yel-yel terbaik dari tiap kelas,” kata Ketua Ikwam SD Almadany, Janita Firda Naini, S.Pd.

Acara dipandu Sekretaris Ikwam, Elsa Runisa. Sebelum dimulai, ia membacakan aturan lomba dengan rinci—mulai dari ketentuan mengulang jika tempeh jatuh, aturan pencetan bel bagi yang berhasil memasukkan bolpoin, hingga larangan melempar balon dengan kepala pada lomba balon kemeja.

Baca Juga:  Kolaborasi Ibu dan Anak, Lomba Hampers Lebaran Semarakkan Milad SD Almadany
Ibu-ibu Ikwam SD Almadany sedang mengikuti lomba nyunggi tempeh (Tagar.co/Eli Syarifah)

Lomba nyunggi tempeh menjadi salah satu yang paling menyedot perhatian. Peserta maju ke garis start, masing-masing mengenakan kostum bernuansa merah dan putih. Di atas kepala mereka, tempeh rotan berdiameter besar terletak seimbang, siap diuji di lintasan.

Dengan langkah mantap namun hati-hati, mereka berjalan menyusuri halaman sekolah yang lapang, berusaha menjaga agar tempeh tidak goyah. Sorak dan teriakan semangat dari barisan penonton—yang sebagian besar duduk bersila di pinggir halaman—membuat suasana semakin meriah.

Setiap gerakan peserta diperhatikan dengan seksama; sedikit saja tempeh miring, suara penonton sontak riuh. Panas terik matahari tak menghalangi tawa, sorak, dan tepuk tangan yang mengiringi peserta hingga garis akhir, berebut menekan bel tanda kemenangan.

Para pemenang lomba dapat penghargaan (Tagar.co/Eli Syarifah)

Di Balik Lomba

Lomba dipersiapkan dengan matang. Dengan telaten, Elsa Runisa bersama anggota panitia lainnya menyiapkan properti lomba, termasuk memasang banner berukuran 3×4 meter yang memompa semangat para “mama-mama” Ikwam. Kostum merah putih lengkap dengan aksesori seperti kacamata hitam, ikat kepala bak pahlawan, hingga bando khas kemerdekaan menambah meriah suasana.

Baca Juga:  Puncak Milad SD Almadany, Wujud Nyata Kreativitas dalam Semangat Brighter Future

Sementara itu Janita Firda Naini mengucapkan terima kasih kepada seluruh perwakilan kelas yang telah meluangkan waktu mengikuti lomba. Ia juga menegaskan bahwa semangat para ibu tidak boleh kalah dengan anak-anak SD Almadany, yang sebelumnya telah menggelar lomba HUT RI dengan penuh antusias pada 12–14 Agustus 2025.

“Intinya, ini bukan sekadar lomba, tapi ajang kebersamaan dan wujud cinta kami kepada tanah air,” kata Janita menutup acara. (#)

Jurnalis Eli Syarifah Penyunting Mohammad Nurfatoni