
Melalui novel-novel distopia melankolis, Krasznahorkai telah memenangkan berbagai penghargaan, termasuk penghargaan Buku Nasional 2019 untuk sastra terjemahan dan penghargaan Man Booker International 2015
Tagar.co – Penulis asal Hungaria László Krasznahorkai peraih Nobel Sastra 2025. Dia sejak awal menjadi salah satu nominasi kuat peraih Nobel Sastra tahun ini, bersama penulis asal China Can Xue.
The Swedish Academy mengungkapkan penghargaan prestise itu diberikan kepada Krasznahorkai atas karyanya yang dinilai visioner.
“Nobel Sastra 2025 diberikan kepada penulis Hungaria László Krasznahorkai atas karyanya yang menarik dan visioner, yang di tengah teror apokaliptik, menegaskan kembali kekuatan seni,” bunyi pengumuman tersebut, Kamis (9/10/25).
Juri dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan AFP, Kamis (9/10) mengatakan Krasznahorkai adalah penulis epik hebat dalam tradisi Eropa Tengah yang membentang dari Kafka hingga Thomas Bernhard, dan dicirikan oleh absurdisme dan grotesque excess.
“Namun, ada lebih banyak hal yang bisa ia lakukan, dan ia juga melirik Timur dengan mengadopsi nada yang lebih kontemplatif dan terkalibrasi dengan cermat,” ungkapnya.
Penulis tersebut juga akan menerima penghargaan sebesar 11 juta krona atau yang setara Rp19,36 miliar (1 krona=Rp1.760,59).
Novel Distopia
Krasznahorkai selama ini dikenal lewat novel-novel distopia melankolisnya telah memenangkan berbagai penghargaan, termasuk penghargaan Buku Nasional 2019 untuk sastra terjemahan dan penghargaan Man Booker International 2015.
Beberapa karyanya, termasuk novel-novelnya Satantango dan The Melancholy of Resistance, telah diadaptasi menjadi film layar lebar.
Krasznahorkai akan menerima penghargaan Nobel dari Raja Carl XVI Gustaf di Stockholm pada 10 Desember, seiring peringatan wafatnya ilmuwan dan pencipta hadiah Alfred Nobel pada 1896.
Nobel adalah penghargaan tahunan untuk pencapaian di bidang fisika, kimia, kedokteran, sastra, dan perdamaian ditetapkan berdasarkan wasiat Alfred Nobel, penemu dinamit asal Swedia, yang wafat pada 1896.
Penghargaan di bidang ilmu ekonomi ditambahkan oleh bank sentral Swedia pada 1968. Pada 2024, Nobel Sastra diberikan kepada penulis Korea Selatan Han Kang, perempuan Asia pertama yang memenangkan Nobel.
The Academy telah lama dikritik karena representasi pria kulit putih Barat yang berlebihan dalam pilihannya. Perempuan sangat kurang terwakili di antara para penerima penghargaannya, hanya 18 dari 122 sejak pertama kali dianugerahkan pada 1901. (#)
Jurnalis Ichwan Arif.












