Feature

Lantunan Ayat Suci Safira Bikin Mantan Ketua PCIM Malaysia Terharu

37
×

Lantunan Ayat Suci Safira Bikin Mantan Ketua PCIM Malaysia Terharu

Sebarkan artikel ini
Ketua PCIM Malaysia periode 2022–2024 Muhammad Ali Imran di Wotan Gresik

Safira Syadza Hakim, siswi MIM 4 Wotan, melantunkan ayat suci dengan suara merdu. Mantan Ketua PCIM Malaysia pun terharu. Sebuah momen silaturahmi yang menggetarkan hati di Gresik.

Tagar.co – Suasana haru menyelimuti Balai Desa Wotan saat Safira Syadza Hakim, siswi kelas VI MIM 4 Wotan, melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu dan penuh penghayatan. Penampilan Safira membuka rangkaian acara Silaturahmi dan Halalbihalal Warga Muhammadiyah Ranting Wotan, Panceng, Gresik, yang digelar Selasa (8/4/2024).

Acara yang sekaligus menjadi bagian dari Safari Dakwah Gresla II ini menghadirkan tamu istimewa dari negeri seberang: Ketua PCIM Malaysia periode 2022–2024 Ustaz Muhammad Ali Imran, Lc., M.A., dan Ketua PCIA Malaysia periode 2022–2024 Ustazah Silmi Fitri, S.S.

Baca juga: Safari Dakwah Gresla 2: Silaturahmi Penuh Makna dari Malaysia ke Gresik dan Lamongan

Ketika rombongan dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia tiba di Wotan sekitar pukul 13.00 WIB, mereka disambut hangat oleh warga di balai desa. Korp Drumband Harmoni Surya Nada (HSN) dari Pemuda Muhammadiyah Wotan membuka penyambutan dengan lagu kebesaran “Sang Surya”.

Salah seorang warga yang saat ini tinggal di Malaysia mengaku terharu saat menyaksikan video momen penyambutan tersebut. “Terus terang saya menahan air mata. Saya sangat terharu melihat semangat adik-adik Pemuda dan seluruh warga kampung dalam menyambut tamu dari PCIM dan PCIA Malaysia,” ungkapnya.

Safira Syadza Hakim

Suasana haru juga terasa saat Ustaz Muhammad Ali Imran—yang akrab disapa Umai—mengawali ceramahnya di Masjid Baiturrahman Wotan. Ia mengaku tak menyangka akan mendapat sambutan sehangat itu.

“Luar biasa sambutannya di ranting ini. Awalnya kami ingin turun dari mobil dan berjalan kaki bersama, tetapi panitia tidak mengizinkan. Jadi kami tetap di dalam mobil, berjalan pelan mengikuti arak-arakan drumband Pemuda Muhammadiyah dari Balai Desa ke masjid, lalu disambut pula oleh Korp Drumband Tunas Melati,” ceritanya.

Umai kemudian mengajak jemaah merenungi ayat-ayat yang dibacakan Safira. Ia memuji kualitas bacaan qariah cilik itu. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Perguruan Muhammadiyah Wotan. Luar biasa, ananda Safira yang baru kelas VI sudah melantunkan ayat suci dengan begitu merdu,” ujarnya.

Ayat yang dibacakan Safira adalah Surah Ali Imran ayat 102–103. Umai menjelaskan bahwa ayat-ayat tersebut sangat berkaitan erat dengan ayat 104 yang kerap disebut sebagai “ayat Muhammadiyah”.

“Sebagian dari kita tahu, ayat Muhammadiyah adalah Ali Imran ayat 104, yang artinya: Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.’”

Ia menegaskan bahwa untuk menjadi golongan yang beruntung sebagaimana disebut dalam ayat 104, seseorang harus lebih dulu menapaki nilai-nilai dalam ayat sebelumnya.

“Ayat 102 menekankan pentingnya takwa yang sebenar-benarnya dan menjaga keislaman hingga akhir hayat. Sedangkan ayat 103 mengajak kita untuk berpegang teguh pada tali agama Allah dan tidak berpecah belah. Nilai-nilai ini sangat penting dalam kehidupan berorganisasi,” papar UMAI.

Lebih jauh, Umai menjelaskan bahwa dakwah Muhammadiyah bukan hanya melalui mimbar ceramah, tetapi juga melalui kerja-kerja nyata di berbagai bidang.

“Dakwah Muhammadiyah tidak hanya lewat ceramah, tetapi juga melalui setiap majelis yang bergerak di bidangnya. Muhammadiyah juga berdakwah dengan cara menolak kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat, bukan dengan kekerasan, tetapi dengan argumentasi dan advokasi,” tegasnya.

Acara ditutup dengan doa oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, H. Muhammad Thoha Mahsun, S.Ag., M.Pd.I., M.HES. Haru, hangat, dan penuh semangat dakwah menjadi kesan mendalam dari Safari Dakwah Gresla II kali ini. (#)

Jurnalis Mundzirin Mukhtar Penyunting Mohammad Nurfatoni