
Kuadran pertama: Inovasi fundraising sebagai kunci melejitkan kinerja. Fundraising retail adalah kekuatan khas Lazismu. Tidak hanya menghimpun dana, tetapi membangun kesadaran dan kedekatan jamaah dengan zakat
Tagar.co – Kuadran pertama dalam materi Strategi Melejitkan Kinerja menempatkan inovasi fundraising sebagai fondasi utama peningkatan kinerja Lazismu. Tanpa inovasi dalam penghimpunan, penguatan tata kelola, kebijakan, dan program tidak akan berjalan optimal.
Materi ini disampaikan oleh Ikhwanushshofa (Lazismu Jawa Tengah) sebagai materi ketiga dalam kegiatan Upgrading Amil, yang diselenggarakan pada Sabtu–Ahad (31/1-1/2/2026), bertempat di Graha Umsida, Jalan Pringgodani Trawas Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan ini diikuti oleh 89 peserta dari berbagai Lazismu daerah, termasuk Lazismu Kota Denpasar, Bali. Berdasarkan pengalaman Ikhwanushshofa yang telah berkiprah di Lazismu sejak tahun 2011, keunggulan Lazismu dibandingkan lembaga zakat lain terletak pada fundraising berbasis retail.
Model ini dinilai paling sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia dan mampu membangun kebiasaan berzakat secara berkelanjutan.
“Fundraising retail adalah kekuatan khas Lazismu. Ia tidak hanya menghimpun dana, tetapi membangun kesadaran dan kedekatan jamaah dengan zakat,” tegas Ikhwanushshofa.
Dia mencontohkan Lazismu Sragen melalui penebaran 10.000 fundraising kit berapa kotak infak dalam tiga segmen. Kecleng atau kaleng infak menyasar segmen rumah tangga dan keluarga. Kotak infak berbahan seng diperuntukkan bagi warung dan toko, menggantikan bahan akrilik yang mudah pecah. Sementara itu, standing kaca menyasar segmen menengah seperti perkantoran, restoran, hingga institusi pelayanan publik.
Pembagian Peran
Dalam kuadran ini, Ikhwan menekankan pentingnya pembagian peran yang jelas antara Badan Pengurus (BP) dan Badan Eksekutif. Badan Pengurus berperan membangun narasi dan kesadaran zakat melalui kajian, fatwa, dan dakwah kepada jamaah.
“Kalau zakat fitrah menyempurnakan puasa, maka harus ditegaskan bahwa zakat maal adalah penyempurna ibadah salat wajib 5 waktu,” ujarnya.
Sementara itu, tugas Eksekutif menjalankan fungsi operasional dengan menjemput dan menghimpun zakat secara aktif, terukur, dan profesional.
Momentum Ramadan disebut Ikhwan sebagai fase strategis, di mana Badan Pengurus diharapkan telah memetakan materi ceramah zakat maal secara seragam di setiap PCM dan masjid.
Kesamaan persepsi antara Badan Pengurus dan Badan Eksekutif menjadi kunci keberhasilan inovasi fundraising. Sekaligus memperkuat posisi Lazismu sebagai lembaga amil zakat yang berkemajuan dan dipercaya masyarakat. (#)
Jurnalis Yekti Pitoyo. Penyunting Sugiran.












