
Kekompakan guru Spemdalas saat mengikuti lomba memasak mengolah daun papaya, Senin (10/11/2025). (Tagar.co/M Nor Qomari)
Peringati hari Pahlawan bisa juga dengan lomba memasak. Kekompakan dan kerja sama dari semanat 10 November bisa menjadi effort untuk mengolah daun papaya. Apakah pahit?
Tagar.co – Suasana pagi di Andalusia Hall SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik terasa berbeda dari biasanya. Senin (10/11/2025), sekolah yang beralamatkan di Jalan Jawa Nomor 60 GKB Gresik ini mengikuti lomba memasak antar guru dan karyawan.
Aroma bumbu yang menggoda dan tawa riang guru serta karyawan menyatu dalam semangat peringatan Hari Pahlawan. Dalam momentum bersejarah ini, Spemdalas menggelar lomba memasak olahan daun Pepaya yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan sekolah.
Tepat pukul 09.30, peserta yang tampil dengan dress code bertema Hari Pahlawan tampak bersemangat mengambil posisi di meja masak masing-masing.
Peserta lomba mulai dari tim BAS, Humas, Sarana, Kurikulum, Kesiswaan, Ismuba, wali kelas VII, wali kelas VIII dan wali kelas IX, serta pramubakti dan driver. Setiap tim beranggotakan lima orang, lengkap dengan perlengkapan memasak yang dibawa sendiri—mulai dari bahan daun papaya, bumbu dapur, lauk pauk dan lain-lain.
Juga peralatan kompor gas, panci, piring, hingga alat plating. Tidak ada bahan siap saji di sini, sebab seluruh olahan daun pepaya harus dibuat on the spot, tanpa menggunakan pepaya Jepang ataupun membawa masakan jadi dari rumah.
Dalam waktu 50 menit, para peserta berlomba menunjukkan kreativitas dan kekompakan tim dalam mengolah daun pepaya menjadi sajian lezat dan menarik. Suara adukan wajan berpadu dengan teriakan semangat, menciptakan suasana hangat penuh keceriaan.
Tak hanya rasa yang menjadi penentu, penilaian juga mencakup tampilan penyajian (plating) yang estetik dan menggugah selera, dan nilai gizi.

Cita Rasa
Dewan juri terdiri dari 2 perwakilan Ikatan Wali Murid Muhammadiyah (Ikwam) Spemdalas dan Pembina kuliner yang dengan teliti menilai setiap hasil karya peserta.
Tim juri dari Ketua Ikwam Ikwam Dias Budiasih, wali siswa dari Zahira K.Z. kelas 9C, Sukma Harum, wali siswa dari Shafa Arrania 8B, dan guru OST Kuliner Chef Paulina Sep Ossy. Mereka menyoroti keseimbangan rasa, cita rasa, serta keindahan tampilan akhir dan keseimbangan gizi.
Kegiatan ini bukan sekadar lomba memasak, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antar guru dan karyawan. Melalui kegiatan kreatif seperti ini, semangat perjuangan dan gotong royong yang diwariskan para pahlawan terus hidup dalam kebersamaan keluarga besar Spemdalas.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ichwan Arif, S.S., M.Hum. mengatakan lewat kegiatan seperti ini, kita belajar nilai perjuangan, kerja sama, dan semangat pantang menyerah bagaimana memasak dan plating masakan.
“Yang pasti kita ingin membahagiakan guru karyawan dalam memperingati hari pahlawan dengan lomba memasak dalam 1 tim,” ujarnya.
Dia menuturkan, pemilihan tantangannya menggunakan daun papaya karena olahan daun pepaya ada effort dalam mengolah, bagaimana membuat daun pepaya tdk terlalu pahit, tapi tidak menghilangkan pahitnya.
“Pemenang lomba memasak InsyaAllah akan diumumkan, Selasa (18/11/2025) pada saat upacara bendera dalam rangka menyambut Milad Ke -113 Muhammadiyah.
Apresiasi disampaikan juri lomba. Dias Budiasih mengatakan guru karyawan Spemdalas ternyata mampu mengolah daun pepaya tidak terasa pahit lagi. Keren,” pujinya. (#)
Jurnalis M Nor Qomari. Penyuntingh Ichwan Arif.












