
Kemadjoean Cafe bukan sekadar bagi-bagi makanan. Lewat program ini masjid bukan hanya tempat salat, tapi juga rumah bagi semua mewujudkan kasih sayang Tuhan.
Tagar.co — Sabtu malam itu, suasana Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran Sidoarjo berbeda dari biasanya.
Sejak selesai salat Isya berjamaah, ratusan orang tak beranjak. Malah orang semakin ramai berdatangan dari berbagai penjuru. Bukan hanya dari Buduran, tapi juga dari Tulangan, Tanggulangin, Gedangan, Candi, dan sekitarnya.
Semua datang untuk satu alasan: menikmati kebersamaan di acara Kemadjoean Cafe. Ini kegiatan makan gratis untuk semua, tanpa syarat dan tanpa bayaran.
Diselenggarakan oleh Takmir Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari semangat filantropi Muhammadiyah. Dengan semangat Al-Maun dan memakmurkan masjid seperti diperintahkan Allah dalam surat At-Taubah: 18.
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.
Acara ini bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Buduran, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Buduran, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Buduran, dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Buduran.
Acara ini menjadi ruang hangat bagi semua kalangan untuk berkumpul, makan bersama, dan saling mengenal tanpa sekat.
Dipandu penuh keceriaan oleh dua pembawa acara muda dari PCNA Buduran, Milla dan Rizka. Suasana berlangsung penuh keakraban. Lebih dari 450 porsi makanan dan minuman disediakan oleh panitia. Semua gratis. Semua boleh makan. Semua boleh datang.
Meja-meja saji di pelataran masjid dipenuhi hidangan favorit masyarakat. Ada nasi goreng, ayam panggang, mi ayam, bakso, nasi kucing, es kopi susu, es janggelan, jus jeruk, dan masih banyak lagi.
Menu bakaran seperti sate juga tersedia langsung dari dapur dadakan yang ditangani penuh semangat oleh para relawan.
”Saya datang dari Tanggulangin bersama anak-anak. Luar biasa, bisa makan enak dan berkumpul dengan warga lain. Rasanya seperti pesta rakyat,” ungkap seorang ibu sambil menggendong anaknya, senyum tak lepas dari wajahnya.
Ridwan Manan, S.Pd., M.Pd., Ketua Takmir Masjid Ar-Royyan, mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagi makanan.
”Ini adalah bentuk cinta kita pada sesama. Bahwa masjid bukan hanya tempat salat, tapi juga rumah bagi semua. Rumah yang memberi, memelihara, dan mempersatukan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan Kemadjoean Cafe dengan makan gratis menjadi kegiatan rutin bulanan. Sebagai bagian dari gerakan sosial yang lebih luas.
”Kami tak bisa jalan sendiri. Kami butuh dukungan semua pihak agar kegiatan seperti ini terus hidup dan berkembang,” tambahnya.
Kegiatan ini hasil gotong royong dari seluruh jemaah Masjid Ar-Royyan dan warga Muhammadiyah Buduran dan Sidoarjo, dukungan Lazismu Jawa Timur, Hj. Machmudah dan Pondok Pesantren Al-Fattah Banjarsari Buduran.
Di akhir malam, tak ada yang pulang dengan tangan kosong, meski tak ada uang keluar sepeser pun. Sebanyak 450 lebih porsi makanan dan minuman ludes. Tapi yang paling terasa adalah kenyang di hati: kenyang karena diberi, kenyang karena dihargai, kenyang karena merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar.
Warga yang ingin bergabung dan mendukung program Kemadjoean Cafe edisi berikutnya bisa menghubungi tim Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran melalui WhatsApp di 0813-8213-1515 Bayu. (#)

Jurnalis Elen Firdaus Penyunting Sugeng Purwanto












