Feature

Kajian Aisyiyah Krian Luruskan Pemahaman Haji dan Umrah

154
×

Kajian Aisyiyah Krian Luruskan Pemahaman Haji dan Umrah

Sebarkan artikel ini
Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Krian, Siti Nur Qalbi (kedua dari kanan) dalam acara kajian rutin oleh Majelis Tablig, PCA Krian, Sabtu (20/12/2025). (Tagar.co/Aniwati)

Kajian rutin Majelis Tablig PCA Krian, Sidoarjo, kembali menguatkan pemahaman jemaah tentang haji dan umrah yang sesuai syariat, menegaskan bahwa kemurnian ibadah lahir dari ketepatan tuntunan, bukan kemegahan perjalanan.

Tagar.co — Konsistensi dakwah pencerahan terus dirawat Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Krian, melalui kajian rutin yang digelar Sabtu (20/12/2025) di Masjid Baiturrahman Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

Sejak pagi, jemaah tampak antusias mengikuti kajian yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Mengangkat tema “Haji dan Umrah Sesuai Syariat Allah dan Rasul Bagian Ke-2”, kajian menghadirkan H. Nur Cholis, S.T. sebagai pemateri. Selain memperdalam aspek fikih manasik, forum ini juga menegaskan peran strategis kajian Aisyiyah sebagai ruang pembinaan yang berkelanjutan.

Baca juga: Komitmen PCA Krian Menghidupkan Dakwah Berkemajuan

Acara dibuka Koordinator Bidang Tabligh PCA Krian, Umi Badriyah, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya istikamah menghadiri majelis ilmu. “Kajian rutin ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruh gerakan dakwah Aisyiyah untuk mencerahkan umat dan menguatkan keimanan,” ujarnya.

Baca Juga:  Dari Bojonegoro untuk Sumatra: Aisyiyah Salurkan Donasi Kemanusiaan Rp90 Juta

Sementara itu dalam pemaparannya, Ustaz Nur Cholis menekankan bahwa ibadah haji dan umrah harus dilandasi pemahaman yang benar sesuai Al-Qur’an dan Sunah. Menurutnya, kualitas ibadah tidak diukur dari kemegahan perjalanan, melainkan dari ketepatan mengikuti tuntunan syariat.

“Haji dan umrah menuntut kepatuhan total. Ketika tata caranya menyimpang dari tuntunan Rasulullah, nilai ibadahnya patut dievaluasi,” tegasnya.

Benteng Pemahaman Umat

Ia juga menyoroti fungsi kajian Aisyiyah sebagai benteng pemahaman umat. Kajian, kata dia, harus konsisten, mencerahkan, dan menjauhkan jamaah dari praktik ibadah yang tidak memiliki dasar syar’i. “Di sinilah lahir pemahaman Islam yang lurus, berkemajuan, dan membawa kemaslahatan,” tambahnya.

Suasana kajian berlangsung khidmat. Jemaah menyimak materi dengan serius dan memanfaatkan sesi tanya jawab untuk memperdalam isu-isu praktis seputar haji dan umrah yang kerap ditemui di lapangan. Diskusi berjalan aktif, ilmiah, dan beradab.

Kajian ini sekaligus mengingatkan keutamaan menuntut ilmu. Semangat itulah yang terus dihidupkan Majelis Tabligh PCA Krian melalui agenda kajian berkelanjutan—sebagai ikhtiar penguatan ruhiyah, peningkatan wawasan keislaman, dan pengokohan ukhuah warga Aisyiyah. Dengan pijakan Al-Qur’an dan Sunnah, dakwah pencerahan diharapkan kian kokoh di tengah masyarakat. (#)

Baca Juga:  Tak Cukup Satu Pak Tisu: Aisyiyah Jatim Bergerak Hadapi Kejahatan Digital

Jurnalis Aniwati Penyunting Mohammad Nurfatoni