
Tebuwung ‘melek’ parenting! Mahasiswa UMG berikan edukasi pola asuh positif untuk hadapi tantangan zaman.
Tagar.co – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan internet, mengasuh anak menjadi tantangan kompleks bagi para orang tua. Tak lagi cukup hanya mengandalkan naluri, orang tua modern ini dituntut untuk memiliki keterampilan parenting yang mumpuni.
Menyadari kebutuhan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Kelompok 10 hadir di Desa Tebuwung, memberikan sosialisasi keterampilan parenting sebagai bekal berharga bagi para orang tua.
Bertempat di Balai Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Gresik, Kamis (30/1/2025), kegiatan ini menghadirkan mahasiswa psikologi sebagai pemateri. Sosialisasi ini bertujuan memberikan wawasan kepada para orang tua tentang pola asuh positif, dan disambut antusias oleh ibu-ibu anggota Bina Keluarga Balita (BKB) dan kader desa yang hadir.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMG Kelompok 10, Yanuar Pandu Negoro, S.T., MLogSCM, menekankan bahwa keterampilan parenting sangat penting dalam memahami tahapan perkembangan anak.
“Mengasuh anak bukanlah tugas yang mudah, apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini. Orang tua yang memiliki keterampilan parenting yang baik akan lebih percaya diri, bahagia, serta memiliki kesehatan mental yang lebih baik,” ujarnya.
Bidan Desa Tebuwung Nur Khasanah A.Md.Keb menambahkan bahwa pola asuh yang tepat berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Ia berharap sosialisasi ini dapat membantu orang tua dalam menerapkan teknik pengasuhan yang lebih efektif.
Kegiatan ini tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Dahlia Septa Paramita dan Aini Roviana, mahasiswa yang bertugas sebagai pemateri, menjelaskan secara rinci konsep parenting positif, mulai dari memahami perkembangan anak hingga teknik mengatasi perilaku anak.
“Orang tua yang memiliki keterampilan parenting akan terhindar dari stres pengasuhan, lebih memahami perasaan anak, serta mampu membangun hubungan yang harmonis dalam keluarga,” terang Dahlia.
Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan mereka. Siti Lufamah dan Siti Nur Fa’anah, dua peserta sosialisasi, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru.
“Awalnya kami tidak terlalu memahami parenting, tapi setelah mengikuti kegiatan ini, kami jadi lebih mengerti bagaimana pola asuh yang baik. Materinya juga menarik dan mudah dipahami,” kata salah satu peserta.
Ketua PKK Desa Tebuwung Retno Widanarni berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. “Kami sangat mendukung sosialisasi seperti ini agar orang tua semakin paham cara mengasuh anak dengan bijak. Semoga ke depannya ada lebih banyak pelatihan yang bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa KKN kelompok 10 UMG berharap para orang tua dapat menerapkan pola asuh yang lebih baik di rumah, menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, serta membangun generasi yang lebih cerdas dan berkarakter. (#)
Jurnalis Dahlia Septa Paramita dan Aini Roviana Penyunting Mohammad Nurfatoni












