Feature

Ideologi HW Bukan Hanya Pedoman, Tetapi Kehidupan

39
×

Ideologi HW Bukan Hanya Pedoman, Tetapi Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Bendahara Kwarcab HW Laren, Erna Nur Maslahah, S.Pd.I, Gr. usai memberikan Materi Ideologi HW kepada peserta Camping Rabu Kamis (Caraka) SMP Muhammadiyah 21 Karena (Tagar.co/Helmi Rohmanto)
Bendahara Kwarcab HW Laren, Erna Nur Maslahah, S.Pd.I, Gr. usai memberikan Materi Ideologi HW kepada peserta Camping Rabu Kamis (Caraka) SMP Muhammadiyah 21 Karena (Tagar.co/Helmi Rohmanto)

Ideologi HW menjadi salah satu materi dalam kegiatan Camping Rabu Kamis (Caraka) SMP Muhammadiyah 21 Laren. Materi tersebut disampaikan oleh Bendahara Kwarcab HW Laren, Erna Nur Maslahah.

Tagar.co – Kwartir Cabang (Kwarcab) Hizbul Wathan (HW) Laren, Lamongan, Jawa Timur membuka kegiatan Camping Rabu-Kamis (Caraka). Acara ini digelar oleh SMP Muhammadiyah 21 Laren, Rabu (24/9/2025).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Kwarcab HW Laren bidang Manajemen dan SDA, Ali Imron, S.Pd.I. Dalam amanatnya, dia menekankan bahwa perkemahan Caraka merupakan sarana strategis untuk menumbuhkan karakter disiplin, kebersamaan, dan jiwa pengabdian di kalangan pelajar.

“Caraka bukan sekadar kegiatan berkemah. Ini adalah arena pendidikan karakter. Tempat kader HW dilatih untuk menjadi pribadi yang berdisiplin, berani, dan beriman. Hizbul Wathan tidak hanya mendidik untuk kepanduan, melainkan membentuk generasi yang ikhlas berjuang demi agama, persyarikatan, dan bangsa,” tandasnya.

Dia menambahkan, bahwa setiap anggota HW harus memahami arti jihad dalam konteks kehidupan sehari-hari. Jihad yang dimaksud bukanlah peperangan fisik, tetapi kesungguhan menuntut ilmu, keteguhan dalam beramal, serta keberanian untuk menegakkan kebenaran.

Baca Juga:  Lebaran di Ujung Penyesalan

“Saya berharap para peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan perkemahan ini sebagai bekal untuk menata diri dan mempersiapkan masa depan. Kader HW sejati adalah mereka yang kuat iman, tulus beramal, dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Penyampaian Materi Ideologi HW

Setelah sambutan pembukaan, kegiatan berlanjut dengan penyampaian materi Ideologi oleh Bendahara Kwarcab HW Laren, Erna Nur Maslahah, S.Pd.I, Gr. Materi disusun untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap landasan perjuangan HW, sebagai organisasi kepanduan yang berakar dari Muhammadiyah.

Dalam penyampaiannya, Erna menegaskan bahwa ideologi HW bersumber pada nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Keduanya merupakan pilar utama yang harus dipegang teguh oleh setiap kader.

“Ideologi HW bukan sekadar teori, tetapi pedoman hidup. Tanpa ideologi, kegiatan HW hanya akan menjadi aktivitas tanpa arah. Dengan ideologi, setiap langkah kader HW bernilai ibadah dan perjuangan. Karena itu, seluruh peserta wajib menanamkan nilai ideologi ini dalam diri masing-masing,” jelasnya.

Dia juga menjabarkan tiga pilar pokok yang harus dimiliki setiap anggota HW. Yaitu keimanan yang kokoh, keikhlasan dalam beramal, serta keberanian dalam berjuang.

Baca Juga:  Produktif Lagi setelah Libur Panjang

Menurutnya, ketiga hal tersebut saling melengkapi dan menjadi fondasi kuat untuk melahirkan kader yang tangguh. “Kader HW harus teguh dalam keyakinan, ikhlas dalam menjalankan tugas, serta berani menghadapi tantangan. Inilah yang membedakan kader HW dengan organisasi lain. HW melahirkan pribadi yang siap berjuang di medan apa pun,” ungkapnya.

Antusiasme Peserta

Suasana penyampaian materi berjalan tertib. Peserta mendengarkan dengan serius. Mereka juga mencatat poin-poin penting, dan memberikan perhatian penuh terhadap penjelasan narasumber.

Materi ideologi yang disampaikan tidak hanya berupa paparan konseptual, tetapi juga dilengkapi dengan penjelasan praktis mengenai penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Erna juga mengingatkan peserta mengenai sejarah lahirnya HW yang digagas sebagai bagian dari kebangkitan Islam di Muhammadiyah. Menurutnya, memahami sejarah berdirinya HW akan menambah kesadaran kader tentang pentingnya melanjutkan perjuangan para pendahulu.

“HW lahir dari semangat kebangkitan Islam. Sejak awal, ia dirancang untuk menyiapkan generasi yang sederhana dalam hidup, kuat dalam iman, dan gigih dalam dakwah. Karena itu, ideologi HW bukan sekadar hafalan, melainkan harus menjadi jiwa yang menggerakkan setiap kader,” terangnya.

Baca Juga:  Saat Nasihat Orang Tua Kalah oleh Cahaya Layar

Erna menekankan pentingnya konsistensi dalam mengamalkan nilai-nilai HW. Peserta diajak untuk menjadikan ideologi bukan hanya pedoman dalam kegiatan kepanduan, tetapi juga dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Para peserta Caraka menunjukkan respons positif atas penyampaian materi tersebut. Mereka mengaku mendapat wawasan baru tentang makna keanggotaan HW dan merasa lebih memahami tanggung jawab yang diemban. Beberapa peserta menyatakan, bahwa pengalaman ini memperkuat motivasi mereka untuk berlatih dengan lebih sungguh-sungguh, serta menghidupkan nilai keislaman dalam keseharian.

Kehadiran Kwarcab HW Laren dalam perkemahan ini menunjukkan keseriusan dalam melakukan pembinaan ideologi secara langsung. Kegiatan Caraka ini menjadi momentum penting bagi para siswa dalam membangun jati diri sebagai kader HW. (#)

Jurnalis Helmi Rohmanto Penyunting Nely Izzatul