
Penggunaan teknologi dalam pendidikan belum sepenuhnya berjalan optimal. Meski teknologi menawarkan berbagai kemudahan, kenyataan menunjukkan tidak semua siswa memanfaatkannya untuk tujuan belajar
Oleh Helmi Rohmanto, Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulubrangsi – Laren – Lamongan
Tagar.co – Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Proses belajar yang dulu berlangsung secara konvensional kini semakin bergeser ke arah digital. Buku dan papan tulis tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, karena kini siswa dapat mengakses materi melalui berbagai platform digital.
Informasi tersedia dengan cepat, sumber belajar semakin beragam, dan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih fleksibel, baik di dalam maupun di luar kelas.
Perubahan ini tentu memberikan banyak kemudahan, namun di sisi lain juga menuntut adanya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan nilai-nilai pendidikan.
Dalam praktiknya, penggunaan teknologi dalam pendidikan belum sepenuhnya berjalan optimal. Meskipun teknologi menawarkan berbagai kemudahan, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua siswa memanfaatkannya untuk tujuan belajar.
Penurunan Kedalaman Pemahaman
Sebagian siswa justru lebih sering menggunakan teknologi untuk hiburan, seperti bermain game atau mengakses media sosial. Kondisi ini membuat fokus belajar menjadi berkurang, bahkan dalam beberapa kasus, minat belajar siswa mengalami penurunan.
Salah satu dampak yang cukup terlihat adalah menurunnya kedalaman pemahaman siswa. Kemudahan dalam mengakses informasi sering kali membuat siswa terbiasa mencari jawaban secara instan tanpa melalui proses berpikir yang mendalam.
Tugas dikerjakan sekadar untuk memenuhi kewajiban, bukan untuk dipahami. Selain itu, kebiasaan menyalin informasi tanpa membaca dan memahami isi juga masih sering ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi belum sepenuhnya diimbangi dengan sikap belajar yang baik dan bertanggung jawab.
Nilai-nilai Pendidikan Terabaikan
Di sisi lain, nilai-nilai pendidikan seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan etika perlahan mulai terabaikan. Padahal, nilai-nilai tersebut merupakan dasar penting dalam proses pembelajaran. Tanpa adanya nilai, ilmu yang diperoleh menjadi kurang bermakna. Teknologi yang seharusnya menjadi alat bantu justru dapat membawa dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak.
Lingkungan belajar juga memiliki pengaruh yang besar. Tidak semua siswa mendapatkan pendampingan yang cukup dalam menggunakan teknologi. Di beberapa keluarga, pengawasan terhadap penggunaan gawai masih terbatas karena berbagai kesibukan.
Akibatnya, siswa lebih bebas menggunakan teknologi tanpa arahan yang jelas. Hal ini semakin memperkuat pentingnya peran keluarga dalam mendukung proses pendidikan.
Peran Guru dan Ortu
Dalam kondisi ini, peran guru menjadi sangat penting. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing siswa dalam membangun sikap dan karakter.
Guru perlu mengarahkan siswa agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, serta menanamkan pemahaman bahwa belajar bukan sekadar mencari jawaban, tetapi memahami proses. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Peran orang tua juga tidak kalah penting. Orang tua perlu hadir untuk memberikan arahan dan batasan dalam penggunaan teknologi di rumah. Tidak harus selalu menguasai teknologi secara mendalam, tetapi cukup dengan memberikan perhatian dan pengawasan agar anak tetap berada pada jalur yang benar. Kerja sama antara sekolah dan keluarga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan seimbang.
Kedudukan Ilmu
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al-Isra ayat 36:
Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap informasi yang kita terima harus disikapi dengan bijak. Dalam konteks pendidikan, hal ini berarti siswa perlu belajar untuk tidak menerima informasi secara mentah, tetapi memahami, menyaring, dan menggunakannya dengan tanggung jawab.
Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam surat Al-Mujadilah ayat 11:
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Namun ilmu tersebut harus diiringi dengan iman dan akhlak yang baik. Artinya, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang cerdas, tetapi juga membentuk karakter yang kuat.
Perkembangan pendidikan saat ini tidak bisa dilepaskan dari peran teknologi dan nilai. Keduanya tidak dapat dipisahkan, melainkan harus berjalan seiring. Teknologi memberikan kemudahan dan peluang, sementara nilai menjadi penuntun agar proses pembelajaran tetap berada pada arah yang benar.
Dengan memadukan keduanya, pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa yang mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memiliki karakter, tanggung jawab, dan kesadaran dalam menggunakan ilmu yang dimilikinya.
Inilah yang menjadi harapan bersama, agar pendidikan benar-benar mampu mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (#)
Penyunting Sugiran.












