Feature

Guru Aisyiyah Gresik, Isi Penuh Gelas Ilmu

19
×

Guru Aisyiyah Gresik, Isi Penuh Gelas Ilmu

Sebarkan artikel ini
Ketua Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) kabupaten Gresik, Musyrifah, S. Pd saat memberikan sambutan pada kegiatan Orientasi Pandu Tunas Athfal di SMP 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jawa Timur, 22 Februari 2025 (Tagar.co/Rahma Yulia Isnaini)

Guru Aisyiyah Gresik bersemangat mengikuti Orientasi Pandu Tunas Athfal. Seperti gelas kosong, mereka siap diisi ilmu baru, menjadikan pengalaman masa lalu sebagai inspirasi pembelajaran nyata bagi anak didik.

Tagar.co – Mentari pagi di Gresik belum sepenuhnya bersinar, namun semangat para guru Aisyiyah telah membara. Mereka berbondong-bondong menuju SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB, siap mengikuti Orientasi Pandu Tunas Athfal Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal pada Sabtu (22/2/2025). Ada yang datang berkelompok, ada pula yang memilih berkendara sendiri, namun satu tujuan menyatukan mereka: menimba ilmu untuk bekal mendidik generasi penerus.

“Bagaimana kabar ibu-ibu semuanya?” sapa Musyrifah, S.Pd, Ketua Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik, membuka acara. Sontak, jawaban bersemangat khas guru Aisyiy Bustanul Athfal menggema, “Hatiku, pikiranku, fresh, fresh, fresh…”.

Dalam sambutannya, Musyrifah mengibaratkan para peserta sebagai “gelas kosong” yang siap diisi dengan “air” ilmu dari para pemateri. Ia menekankan pentingnya memberikan pembelajaran nyata kepada anak didik, bukan sekadar bercerita.

Baca Juga:  Saf Salat yang Rapat dan Lurus: Disiplin Kecil, Makna Besar

“Kita tidak hanya menceritakan pengalaman, tetapi juga memberikan contoh nyata. Misalnya, daun itu berwarna hijau, maka tunjukkan wujud aslinya kepada anak didik,” ujarnya dengan penuh semangat.

Baca juga: LCD Kalah! Kalender Bekas Jadi Media Ampuh Hidukan Sejarah Hizbul Wathan

Musyrifah berbagi kenangan masa lalunya saat aktif di kegiatan kepanduan. Ia menceritakan bagaimana pengalamannya memasak dengan kayu bakar dan memenangkan lomba lari tanpa alas kaki telah membentuk karakternya.

“Kenangan itu melekat kuat sampai sekarang,” tuturnya sambil tersenyum. Ia pun menyebutkan Hilmi Aziz Hamim, senior Hizbul Wathan Gresik, sebagai guru matematikanya saat SMP sekaligus pembina pramuka.

Peserta kegiatan Orientasi Pandu Tunas Athfal di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu, 22 Februari 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Pengalaman masa lalu itu menginspirasinya untuk memberikan contoh bagaimana pembelajaran nyata dapat diterapkan kepada anak-anak didik. Ia ingin anak-anak tidak hanya melihat gambar, tetapi juga merasakan dan mengalami langsung.

Di akhir sambutannya, Musyrifah kembali menanyakan kesiapan para peserta. “Masih kosong atau sudah terisi?” Ia berharap, setelah mengikuti orientasi ini, para peserta pulang dengan “gelas” yang penuh dengan ilmu, siap dibagikan kepada anak-anak didik di lembaga masing-masing.

Baca Juga:  Gagal Menikah Dua Kali

Semangat para guru Aisyiyah ini menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Mereka datang dengan hati terbuka, siap menerima ilmu baru, dan pulang dengan membawa semangat untuk mencetak generasi penerus yang berkarakter.

Kontributor: Nadhirotul Mawaddah Editor: Muhammad Nurfatoni