Opini

Enam Negara Dilanda Demo, Pemerintah Terguncang

58
×

Enam Negara Dilanda Demo, Pemerintah Terguncang

Sebarkan artikel ini
Enam negara yang dilanda demo itu bermula dari ketimpangan ekonomi, sebuah depresi yang paling menakutkan karena itu menyangkut hajat orang banyak.
Polisi London Inggris menghadang demonstran anti imigran.

Enam negara yang dilanda demo itu bermula dari ketimpangan ekonomi, sebuah depresi yang paling menakutkan karena itu menyangkut hajat orang banyak.

‎‎Oleh M. Rohanudin, Praktisi Penyiaran

Tagar.co – Enam negara sedang syok menghadapi demonstrasi rakyatnya. Pemerintahnya kalang kabut untuk segera mengambil keputusan memenuhi tuntutan.

Tuntutan demontran di negara itu mirip. Pemberantasan korupsi, kondisi ekonomi yang memburuk, dan kesenjangan sosial. ‎

‎Demonstrasi di Indonesia berlangsung akhir Agustus 2025, Nepal pada awal September, Filipina pada 12 September. Isunya sama yaitu pemberantasan korupsi pejabat dan wakil rakyat.

Gejolak Argentina dan Prancis dipicu efisiensi anggaran yang membuat rakyat makin kesulitan ekonomi. Demo rakyat Australia terjadi di beberapa kota dengan ragam tuntutan mulai korupsi, anti rasisme, anti imigran, hak pribumi. Sedangkan di London, Inggris, warga bergolak menyuarakan anti imigran.

Isu utama demonstrasi itu hukuman berat bagi koruptor dan reformasi sistem pemerintahan. Korupsi telah menjadi masalah global yang memerlukan perhatian serius.

Demonstrasi di Indonesia menyebabkan jatuh korban kekerasan polisi. Sebanyak 10 orang mati dan 1.042 luka. Demo berakhir dengan reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:  Konten Ilegal Diblokir, Cuan Masih Mengalir

Di Nepal 72 orang tewas, 300 luka-luka, puluhan lainnya kondisi kritis. Demonstrasi berakhir dengan membentuk pemerintah dan parlemen baru.

‎Demonstrasi dilakukan Gen Z dipicu keputusan pemerintah menutup semua media sosial Facebook, X, dan YouTube.

Sikap Polisi

‎Dari catatan demo di beberapa negara, polisi Inggris termasuk profesional menangani demonstran meskipun berujung ricuh.

Polisi London menggunakan kuda untuk menghalau demonstran anti imigran dari kelompok sayap kanan. Kuda terlatih dan lincah masuk dalam kerumunan massa pendemo.

‎Dari jepretan kamera menunjukkan mereka tidak memakai pistol atau senapan, melainkan pentungan panjang yang diselempangkan.

Sikap polisi tidak brutal meskipun tegas. Dalam aksi demo di London pada 14 September 2025 itu polisi juga mengamankan 9 pedemo yang agresif menyerang polisi.

‎Sementara polisi Indonesia untuk membubarkan demo memakai gas air mata dan kendaraan taktis barracuda yang sempat melindas tukang Ojol.

Gejolak demonstrasi di Prancis sama dengan Nepal. Dimotori Generasi Z. ‎Rakyat tidak puas dengan keputusan pemerintah yang melakukan pemotongan anggaran senilai 44 miliar euro dalam program efisiensi.

Baca Juga:  Emas Melonjak, Tanda Resesi Bakal Datang

Muncul gerakan Blokir Semuanya atau Block Everything untuk menentang kebijakan pemerintah terutama terkait pajak, layanan publik. Akibatnya Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou mundur diganti Sebastien Lecornu, Menteri Pertahanan.

Gerakan ini menarik perbandingan dengan protes Rompi Kuning pada 2018, yang juga menentang kebijakan pemerintah dan berakhir dengan kerusuhan.

‎Efisiensi Anggaran

Tanggal 12 September 2025 Filipina dan Argentina dirundung demo besar. Tuntutannya mulai ketidakpuasan melonjaknya koruptor, himpitan ekonomi, kesenjangan sosial, penghentian proyek- proyek bermasalah.

‎Mahasiswa Filipina menggelar demontrasi pada hari Jumat (12/09/2025) memprotes pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr.

‎Isunya berkisar pada depresi hukum. Pendemo juga menentang pemotongan anggaran, proyek infrastruktur di bawah standar dan macet sebagai praktik korupsi.

‎Demo di Argentina membawa isu pemangkasan anggaran kesehatan dan pendidikan, mengundang amarah ribuan warga Buenos Aires turun ke jalan.

‎Aksi demonstrasi ini dipicu oleh veto Presiden Argentina Javier Milei terhadap dua undang-undang yang bertujuan memulihkan dana untuk universitas dan rumah sakit anak.

‎Pemangkasan anggaran ini berpotensi menurunkan kualitas pendidikan dan kesehatan di Argentina. Anggaran kesehatan dipangkas 18,54% senilai Rp 19,5 triliun.

Baca Juga:  Demonstrasi Anarkis

‎Para buruh bergabung dalam aksi demonstrasi menuju Plaza de Mayo. Krisis politik semakin menekan posisi Milei setelah kekalahan di pemilu provinsi, memicu gejolak sosial dan keraguan atas masa depan agenda liberalnya.

‎Demo di Australia tidak jauh berbeda dengan demonstrasi di LondonInggris  yang menyorot banyaknya imigran yang masuk ke negara itu. Sebuah depresi sosial yang meng-gejolak minta pemerintah memperketat aturan imigrasi.

‎Yang perlu dicatat, enam negara yang dilanda demo itu, bermula dari ketimpangan ekonomi, sebuah depresi yang paling menakutkan karena itu menyangkut hajat orang banyak.

‎Termasuk efisiensi anggaran yang terlalu ketat akan bergejolak dan berdampak panjang pada semua sektor terutama sektor pendidikan, kesehatan. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto