Feature

Empat Menteri Sinergi Bicarakan Nasib Anak PAUD

32
×

Empat Menteri Sinergi Bicarakan Nasib Anak PAUD

Sebarkan artikel ini
Empat menteri bersinergi dalam satu kegiatan sosialisasi kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria
Dari kiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti bersama anak-anak PAUD di acara Car Free Day.

Sorotan pada dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan terhadap kesehatan anak-anak.

Tagar.co  – Empat menteri bersinergi dalam satu kegiatan sosialisasi kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria, serta peluncuran album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (Kicau).

Acara berlangsung pada saat Car Free Day di depan Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Ahad (2/2/2025).

Hadir empat menteri  yaitu Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kebijakan yang mendukung pendidikan anak usia dini serta membangun karakter anak sejak dini.

Salah satu upaya tersebut adalah melalui peluncuran album Kicau yang berisi lagu-lagu sesuai dengan usia anak.

“Menanamkan karakter, cinta tanah air, kepedulian terhadap alam, serta nilai-nilai luhur lainnya adalah tujuan utama dari program ini,” ujar Abdul Mu’ti.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menambahkan, program ini juga bersinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menciptakan ruang bagi anak-anak untuk lebih aktif dalam masyarakat.

Baca Juga:  Tinjau Hari Pertama TKA SMP, Mendikdasmen Tekankan “Jujur dan Gembira”

“Poin keenam dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu ‘Bermasyarakat’, sangat sejalan dengan program kementerian kami. Anak-anak sebaiknya tidak hanya berdiam diri setelah pulang sekolah, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial. Untuk itu, kami menghadirkan ‘Ruang Bersama Indonesia’, tempat bagi anak-anak untuk bermain, berkreasi, dan berinteraksi secara positif,” jelas Arifah Fauzi.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas digital dan fisik bagi anak-anak. Ia mengungkapkan bahwa di tengah semakin terhubungnya berbagai aspek kehidupan dengan teknologi, Kementerian Komunikasi dan Digital justru mendorong anak-anak untuk lebih banyak beraktivitas secara fisik.

“Kemajuan teknologi informasi harus diimbangi dengan aktivitas fisik dan interaksi langsung agar anak-anak tetap tumbuh dengan sehat dan seimbang,” tambah Meutya Hafid.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan terhadap kesehatan anak-anak.

Ia menegaskan, paparan digital yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental serta perkembangan sosial anak.

“Kami melihat adanya peningkatan kasus gangguan kecemasan dan kurangnya keterampilan sosial pada anak akibat terlalu banyak menghabiskan waktu di dunia digital. Oleh karena itu, kami mendukung upaya untuk membatasi penggunaan media digital yang berlebihan serta mendorong lebih banyak interaksi sosial langsung guna mendukung perkembangan anak secara optimal,” jelas Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga:  Menimbang Hidup dengan Al-Asr, Pesan Subuh Abdul Mu’ti di Lhokseumawe

Album Kicau diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi anak-anak, terutama dalam memperkuat pendidikan karakter.

Tidak hanya disosialisasikan melalui YouTube dan laman resmi Kemendikdasmen, album ini juga akan didistribusikan dalam berbagai format seperti diska lepas dan media lainnya.

Album ini akan diperkenalkan melalui Taman Kanak-Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta berbagai layanan pendidikan anak usia dini lainnya.

Dengan sinergi antara empat menteri dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang hebat, berkarakter, dan cinta tanah air. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto