Feature

eLKISI Cup #1: Menanam Nilai Persaudaraan lewat Tapak Suci

53
×

eLKISI Cup #1: Menanam Nilai Persaudaraan lewat Tapak Suci

Sebarkan artikel ini
Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI K.H. Fathur Rohman menyampaikan sambutan (Tagar.co/Muhammad Hidayatulloh)

Kejuaraan Tapak Suci eLKISI Cup #1 bukan hanya ajang adu jurus. Dari Mojokerto, para pesilta muda menanam nilai sportivitas, akhlak, dan persaudaraan yang menginspirasi generasi.

Tagar.co – Gema jurus silat, sorak sorai pendukung, dan nuansa persaudaraan memenuhi GOR Indoor Futsal Pondok Pesantren eLKISI Mojokerto selama dua hari, 29–30 Mei 2025.

Kejuaraan Tapak Suci eLKISI CUP #1 resmi digelar untuk pertama kalinya, menghadirkan 350 atlet muda dari TK hingga SMA yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur: Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Jombang.

Lebih dari sekadar ajang adu kemampuan, eLKISI Cup #1 mengusung tema “Mencetak Atlet Berprestasi dan Berakhlakul Karimah”. Ini bukan hanya soal siapa yang tercepat atau terkuat di arena, melainkan juga siapa yang mampu menjunjung tinggi sportivitas, adab, dan kebersamaan.

Para atlet Tapak Suci dalam [embukaan eLKISI Cup #1 (Tagar.co/Muhammad Hidayatulloh)

Acara pembukaan berlangsung penuh khidmat. Lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Tapak Suci menggema di seluruh ruangan, menggugah semangat nasionalisme para peserta dan penonton. Sejumlah tokoh daerah hadir, mulai dari Ketua KONI Mojokerto, Ketua IPSI Mojokerto, Kapolsek dan Danramil Pungging, hingga Camat Pungging.

Baca Juga:  Dari Peristiwa Langit Menuju Evaluasi Salat di Bumi

Mereka kompak memberikan apresiasi: kegiatan ini dinilai menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi ke arah yang membangun.

Semangat Tapak Suci tidak berhenti di gelanggang pertandingan. Di kehidupan sehari-hari, nilai-nilai pencak silat juga melekat kuat dalam rutinitas para santri eLKISI.

Di bawah arahan langsung Pengasuh Pondok, Dr. K.H. Fathur Rohman, setiap Senin pagi ditetapkan sebagai Hari Tapak Suci. Seluruh santri dan guru mengikuti latihan yang dipandu Pendekar Elok Kustantono, peraga jurus nasional yang dikenal berdedikasi mengajarkan seni bela diri bernilai spiritual tinggi.

Para atlet Tapak Suci dalam [embukaan eLKISI Cup #1 (Tagar.co/Muhammad Hidayatulloh)

Selama kejuaraan, banyak momen menyentuh yang memperlihatkan bahwa pencak silat bukan hanya soal teknik. Ada keteguhan mental, ada persahabatan yang terjalin erat, ada nilai kejujuran yang diuji. Di balik setiap sabetan tangan atau tendangan, tersimpan pelajaran tentang kesabaran, kerja keras, dan pengendalian diri.

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI berkomitmen menjadikan eLKISI Cup sebagai agenda tahunan. Harapannya, makin banyak lahir pendekar muda yang bukan hanya mampu bersaing di ajang regional, nasional, bahkan internasional, tetapi juga membawa akhlak mulia sebagai fondasi prestasi.

Baca Juga:  14 TK Adu Kekompakan di Lomba Tapak Suci Seni Beregu di Open School SD Muri

Dari Mojokerto, gema semangat eLKISI Cup #1 kini menyebar: menginspirasi generasi, mempererat ukhuwah, dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam setiap gerak langkah jurus. Karena sejatinya, pencak silat adalah seni yang mempersatukan semangat, prestasi, dan akhlak—mewujudkan pendekar sejati yang membawa harum nama bangsa. (#)

Jurnalis Muhammad Hidayatulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni