Feature

Dua Pekan Terisolasi, EMT Muhammadiyah Akhirnya Tembus Dusun Benteng Tapanuli Selatan

29
×

Dua Pekan Terisolasi, EMT Muhammadiyah Akhirnya Tembus Dusun Benteng Tapanuli Selatan

Sebarkan artikel ini
Dua pekan terisolasi, EMT Muhammadiyah akhirnya bisa menembus Dusun Benteng Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan. Perjalanan menuju dusun ini memerlukan kehati-hatian tinggi karena kondisi jalan yang rusak parah akibat longsor
Dua pekan terisolasi, EMT Muhammadiyah akhirnya bisa menembus Dusun Benteng, Desa Pulo Lubang, Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (13/12/2025) (Tagar.co/M. Taufiq Ulinuha)

Dua pekan terisolasi, EMT Muhammadiyah akhirnya bisa menembus Dusun Benteng Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan. Perjalanan menuju dusun ini memerlukan kehati-hatian tinggi karena kondisi jalan yang rusak parah akibat longsor

Tagar.co – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada 25 November 2025, meninggalkan dampak serius bagi warga di sejumlah wilayah terpencil. Akses jalan yang terputus membuat distribusi bantuan, terutama layanan kesehatan, mengalami kendala.

Salah satu wilayah yang paling sulit dijangkau adalah Dusun Benteng, Desa Pulo Lubang, yang selama hampir dua pekan belum tersentuh tim medis. Kondisi tersebut mendorong Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Jawa Tengah untuk melakukan penyisiran ke daerah-daerah terdampak yang belum terlayani.

Sejak awal masa tanggap darurat, tim ini telah menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan serta Puskesmas Batang Toru guna memastikan layanan kesehatan menjangkau penyintas di lokasi-lokasi sulit akses.

Jalan Rusak Bukan Halangan 

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. EMT Muhammadiyah Jawa Tengah berhasil menembus Dusun Benteng setelah melalui medan yang tidak mudah, Sabtu (13/12/2025). Perjalanan menuju dusun tersebut memerlukan kehati-hatian tinggi karena kondisi jalan yang rusak parah akibat longsor dan sisa material banjir bandang. Meski demikian, tim tetap bergerak agar warga segera memperoleh layanan kesehatan dasar.

Baca Juga:  Tim Tanggap Bencana TBIG Jangkau Enam Lokasi, Salurkan 2,5 Ton Bantuan di Penghujung 2025

EMT Muhammadiyah Jawa Tengah yang diterjunkan berjumlah lima orang. Tim tersebut terdiri atas Rendra Perwira Aditama sebagai dokter dari RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Dua perawat, Kirnawan Fadholi dan Dian Firmansyah, berasal dari RS PKU Muhammadiyah Temanggung dan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. Sementara itu, peran apoteker diemban oleh Nur Adi Wibowo dari RS PKU Muhammadiyah Gombong. Selama bertugas di lapangan, mereka bekerja bersama relawan Muhammadiyah setempat.

Koordinasi dengan masyarakat setempat menjadi kunci penting dalam menembus wilayah terisolasi. Para relawan Muhammadiyah lain juga turut membantu menunjukkan jalur yang masih memungkinkan dilalui sekaligus menjembatani komunikasi dengan warga. Dengan dukungan tersebut, EMT Muhammadiyah dapat membuka layanan kesehatan darurat di Dusun Benteng.

EMT Muhammadiyah Jateng memberikan layanan kesehatan di Dusun Benteng, Desa Pulo Lubang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tagar.co/M. Taufiq Ulinuha)

Perhatian Khusus Kelompok Rentan

Setibanya di lokasi, kehadiran tim medis langsung disambut antusias masyarakat. Selama sekitar dua pekan pascabencana, warga mengaku belum mendapatkan pelayanan kesehatan. Sejumlah penyintas mengalami keluhan kesehatan ringan hingga sedang, mulai dari gangguan pernapasan, penyakit kulit, hingga kelelahan akibat kondisi lingkungan yang belum pulih.

Baca Juga:  Kunjungi Batang Toru Tapsel, Ini Pesan Ketua MDMC PP Muhammadiyah kepada Penyintas

“Warga sudah lama menunggu layanan kesehatan karena akses keluar masuk dusun sangat terbatas,” ungkap Rendra, salah satu anggota tim EMT Muhammadiyah saat ditemui di lokasi. Rendra menjelaskan, pelayanan difokuskan pada pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat-obatan, serta edukasi singkat terkait kebersihan dan pencegahan penyakit pascabencana.

Dalam layanan tersebut, tercatat sebanyak 66 jiwa terdampak yang mendapatkan layanan kesehatan dari EMT Muhammadiyah di Dusun Benteng. Tim memastikan setiap pasien memperoleh pemeriksaan sesuai kebutuhan dan obat yang diperlukan. Selain itu, tim juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia.

Menurut keterangan tim, kehadiran EMT Muhammadiyah di wilayah terpencil ini merupakan bagian dari komitmen persyarikatan dalam pelayanan kemanusiaan. Sinergi dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat terus dilakukan agar penanganan pasca bencana berjalan optimal dan berkelanjutan. (#)

Jurnalis M. Taufiq Ulinuha. Penyunting Sugiran.